
"Kenapa, sekarang kau mulai betul - betul mencintainya? "
Dokter Rena hanya terdiam dengan semua ucapan dari tuan Lauren.
" Aku, aku ah entahlah Kek aku bingung "
" Rena dengarkan, kau sudah seperti cucu kandung ku sendiri, saat ini hanya tinggal kau yang Kakek punya, Clarissa yang merupakan cucu kandung ku sendiri malah berbalik menjadi musuh"
"Jika kau bertanya tentang pasangan, percayalah aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan laki-laki seperti Rei, setelah pertunjukan ini selesai, aku akan mengenalkan mu pada seorang Pangeran yang lebih tampan dan lebih berkuasa, kau bisa pegang janji Kakek mu ini"
Dokter Rena tersenyum dengan semua hal yang sudah di janjikan oleh tuan Lauren, dengan mudah tuan Lauren mengatakan janji - janji manis terhadap Dokter Rena, tanpa Dokter Rena tau siapa sebenarnya Pangeran yang akan di jodohkan dengan dirinya itu.
"Rena, apakah kau menggunakan racun itu? "
" Ya Kek, aku yang meracik racun mematikan tersebut khusus untuk hari ini, namun racun itu hanya cukup untuk di tembakan ke satu orang, jika Pemerintah tau kita memiliki banyak racun dengan tipe tersebut maka itu akan membuat rumit kita sendiri "
" Baiklah Kakek mengerti, lalu siapa yang mencari incaran mu? "
" Antara Edward, atau Richard Kek"
"Hanya mereka berdua saja, bagaimana dengan Jian Lee? "
" Dia, aku tidak mengenal nya terlalu dekat dan aku tidak memiliki masalah begitu berarti, Jian Lee itu terlalu dingin untuk di sentuh "
" Baiklah mari kita nikmati pertunjukan ini lagi"
Dan pada akhirnya tuan Lauren dan dokter Rena kembali melihat semua layar monitor yang saat ini masih menyala.
Sementara itu kini Edward dan Rei saling berhadapan.
"Edward letakkan senjata mu, kita bertarung secara jantan"
Rei memancing Edward untuk meletakkan senjata nya.
Edward meletakkan pistol nya dan kini antaranya Edward dan Rei terlibat baku hantam satu lawan satu.
Sementara itu Richard dan Jian Lee berada di tempat yang sama dan masih bersembunyi dalam aksi tembak menembak nya.
"Jian Lee, apa kau sudah memberitahukan Edward, jika hari ini salah satu dari pengawal sedang membawa racun mematikan dari dunia mafia untuk di tembakkan di keluarga Chandradinata"
Jian Lee yang tadinya berkonsentrasi dengan musuh tiba - tiba kini memandang Richard.
"Richard apa yang kau maksud racun teratai putih? "
" Ya Jian Lee"
"Astaga Richard aku tidak menyadari jika Rei akan melakukan hal tersebut, itu racun yang sangat berbahaya"
"Baiklah kita harus segera bergabung dengan tuan Adrian dan Edward, kita harus satukan kekuatan dan memberitahukan kepada mereka, sekarang kita selesaikan makhluk - makhluk ini terlebih dahulu "
Jian Lee dan Richard pada akhirnya menembak semua pengawal Rei yang masih menyerang mereka, dan mereka berusaha mencari keberadaan tuan Adrian dan Edward yang juga sudah berpencar.
Sementara itu kini Edward dan Rei yang masih terlibat baku hantam membuat mereka berdua saling terluka dan Rei berhasil merusak rompi anti peluru milik Edward dan dia tersenyum tanpa di sadari kini Edward dalam bahaya.
"Ayo Rei majulah"
Dan pada akhirnya mereka kembali maju untuk bertarung tanpa senjata.
Sementara itu pada akhirnya Jian Lee dan Richard kini hampir mendekati lokasi Rei dan Edward bertarung.
"Jian Lee dimana Edward "
" Kurasa dia di sana, ayo cepat Richard "
Dan sebelum mereka sampai di sana tiba - tiba mereka kembali di hadang oleh para pengawal.