I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BONCHAPTER 1



Sementara itu Richard dan Clarissa memainkan perannya dengan sangat bagus pada malam hari ini


"Aku mencintaimu Clarissa"


"Aku juga mencintai mu Richard"


Richard kembali memeluk Clarissa dengan penuh kasih sayang,wanita yang dulu pernah dia lepaskan,kini wanita tersebut sudah kembali ke dalam pelukannya sebagai seorang istri.


"Richard"


"Ya"


"Maafkan aku"


"Maaf?untuk apa kau meminta maaf kepadaku?"


"Maafkan aku,pada malam hari ini ketika kau menyentuhku,aku sudah dalam keadaan yang tidak utuh,aku sudah bekas dari seseorang,aku"


"Ssssssssst"


Richard segera menempelkan jari telunjuknya ke bibir Clarissa saat Clarissa akan melanjutkan ucapannya itu.


"Rissa, bagiku kau tetap wanita yang utuh,hatimu,perasaanmu dan semua yang kau miliki yang bisa membuat mu menjadi wanita yang utuh,sekali lagi aku katakan aku tidak akan pernah peduli tentang masa lalumu, karena sekarang akulah masa depan untuk mu"


Clarissa menangis mendengarkan perkataan dari Richard.


"Hei, mengapa kau menangis? apakah perkataan aku ada yang melukai hatimu?"


Clarissa memandang tajam ke arah Richard dan menggeleng -gelengkan kepalanya.


"Sama sekali tidak ada,aku hanya terharu ternyata masih ada seseorang yang begitu mencintai aku dan menerima setiap kekurangan yang aku miliki"


"Aku mengira tidak akan ada lagi seseorang yang mau menerima aku lagi"


Clarissa mengucapkan semua kata -katanya itu masih dengan berderai air mata.


"Sayang,kau sedang terintimidasi,itu semua tidak benar aku dan semua orang yang ada disini sangat mencintaimu"


"Seandainya Kakek Lauren berada bersama dengan kita, seandainya Kakek Lauren hatinya tidak dikuasai dengan dendam mungkin saat ini Kakek Lauren bisa bersama - sama dengan kita"


"Richard apa kau juga membenci Kakek Lauren?"


Pertanyaan Clarissa membuat Richard kembali menatap istrinya tersebut.


"Rissa,aku tidak pernah membencinya, bagaimana pun juga Kakek Lauren adalah keluarga kandungmu yang kini berarti juga telah menjadi keluarga ku juga,suatu saat jika kita memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya lagi,aku berharap dendam tersebut sudah luntur dari hatinya, sehingga Kakek Lauren bisa tinggal bersama - sama dengan kita"


"Terima kasih Richard,kau dapat menerima Kakek Lauren dengan baik"


"Bukan hak kita untuk menghakimi seseorang Rissa,hanya Tuhan yang memiliki hak atas itu,akan menjadi sesuatu hal yang salah jika kita mendahului apa yang telah menjadi porsinya Tuhan"


"Aku mencintaimu Richard "


"Tidurlah,esok hari akan menjadi hari yang baru untuk kita semua"


Richard mengecup mesra kening Clarissa dan memeluknya dengan erat pada malam hari ini.


Sementara itu di kamar Edward dan Kimmy, nampak Kimmy sedang menidurkan Michelle dan juga Alexander di kamar mereka.


"Sayang"


"Ya Edward"


"Kenapa kedua anak kecil ini sekarang ikut menjadi penghuni kamar kita?"


Kimmy yang sudah selesai menidurkan ke dua anak tersebut segera mendekat ke arah Edward yang sudah cemberut dengan apa yang telah dilakukan Kimmy pada malam hari ini.


"Kenapa kau akan marah?"


"Tidak marah sih,hanya aku takut tiba -tiba mereka terbangun dan melihat saat aku akan menerkam dirimu pada malam hari ini"


Kimmy langsung menghindar ketika Edward hendak menarik dirinya ke atas tempat tidur.


"Tidak untuk malam hari ini sayang"


Kimmy berjalan dan duduk di kursi di dalam kamar mereka.