I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BIDAK CATUR RAKSASA



Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil menangkis serangan bola api itu.


"Richard hal apa lagi yang harus kita lakukan untuk menghindari bola api ini?"


Richard hanya terdiam dengan semua pertanyaan dari tuan Adrian karena dirinya juga sedang berpikir bagaimana bola ini tiba - tiba muncul,namun tiba - tiba saja Peter mengeluarkan sebuah baju pelindung yang berada di dalam kantong pemberian dari Jian Lee.


"Tuan muda apa kita bisa menggunakan pakaian ini?"


Richard langsung memeriksa kantong dan dia juga menemukan baju pelindung tersebut.


"Ya mari kita gunakan"


Dan dengan beradu dengan waktu mereka menggunakan pakaian tersebut sehingga pada akhirnya mereka bisa melewati setiap bola - bola api tanpa kesulitan yang berarti.


"Richard apakah kita sudah berada di ujung taman labirin ini?sungguh Papa ingin melepaskan pakaian yang membuat Papa menjadi sangat tidak tampan"


Richard dan Peter hanya tersenyum mendengarkan candaan dari tuan Adrian karena benar ketika mereka melihat pakaian mereka sungguh bukan merupakan pakaian yang layak digunakan melainkan lebih mirip seperti seorang astronot.


"Pa menurut alat pelacak sebentar lagi kita bisa keluar namun terlebih dahulu kita harus membuka pintu itu"


Richard menunjuk satu pintu besar yang setelah pintu itu dibuka mereka tidak akan pernah mengetahui hal apa saja yang terdapat didalamnya.


"Cepat buka,agar kita bisa menyelesaikan permainan ini"


Dan Richard pun mengikuti perintah tuan Adrian,dengan perlahan Richard membuka pintu tersebut sampai pada akhirnya mereka melihat satu bidak catur raksasa didalam ruangan itu.


"Kau ada pikiran apa Richard setelah melihat ini?"


"Entahlah Pa,aku belum pernah bermain catur "


"Apalagi aku yang kupikirkan hanya bisnis dan bisnis"


Dan saat mereka mencoba melangkahkan kaki mereka satu bidak catur memukul rekan caturnya dengan menggunakan pedang sungguhan.


"Mundur,aku merasa seperti masuk ke dalam negeri dongeng"


"Mungkin masa kecil tuan Jason kurang bahagia Pa"


"Seperti nya begitu,apa kau ada ide?"


Tiba -tiba suara Peter memecahkan percakapan Richard dengan tuan Adrian.


"Ayo kita tetap maju,tuan Adrian dan tuan Richard hanya perlu menonton permainan ini saja dan biarkan aku yang bermain di sana"


Dan tanpa butuh persetujuan dari para tuan muda Peter sang detektif bertubuh kecil tersebut segera naik di atas papan catur raksasa dan mulai bermain dengan bidak catur yang sudah di atur dengan teknologi canggih.


"Kau lihat Richard,semua detektif Chandradinata memang memiliki kelebihan"


"Ya Pa tak perlu diragukan lagi akan hal itu"


Richard dan tuan Adrian melihat pertandingan catur raksasa tersebut yang bermain bersama dengan Peter dan pada akhirnya permainan catur tersebut dimenangkan oleh Peter,begitu permainan catur selesai pintu gerbang taman labirin terbuka.


"Ayo Pa"


Para tuan muda segera keluar dari taman labirin dan setelah mereka keluar pintu labirin tersebut tertutup kembali dengan sempurna.


"Halo Jian Lee kau bisa mendengarkan aku?"


"Ya Richard aku mendengarkan mu"


"Kau tentunya sudah tau semua hal yang harus dilakukan oleh tim ke dua untuk keluar dari taman labirin ini"


"Ya aku mengerti"


"Jian Lee sediakan orang yang bisa bermain catur dengan baik"


"Tenang ada Edward bersama dengan kami"


"Baiklah kami tunggu kalian di depan pintu keluar taman labirin,semua camera pengintai sudah kami rusak dari awal kami masuk"


"Baiklah Richard terima kasih"


Dan komunikasi mereka segera terputus dengan segala diskusi yang mereka lakukan kini di luar taman labirin Jian Lee dan tim ke dua akan bersiap untuk masuk.


"Ayo Edward"