
Doni mencoba untuk menghubungi Jian Lee tapi ponsel Jian Lee tidak aktif,namun tak beberapa lama kemudian Jian Lee dan Fanny pada akhirnya muncul setelah melalui terlebih dahulu sebuah drama di butik langganan Chandradinata.
"Darimana saja kalian berdua?aku sampai lelah menunggu nya"
Edward hanya menggeleng -gelengkan kepalanya ketika melihat kedatangan dari Jian Lee dan Fanny.
"Maafkan kami Edward,ada sedikit masalah yang harus kami selesaikan berdua"
"Masalah?,apa sekarang kau yakin sudah betul -betul selesai?"
"Ya,aku yakin"
"Baiklah jika seperti itu,ayo kita berangkat, Richard dan tim Dokter sudah berangkat dengan pesawat jet yang pertama"
Dan pada akhirnya mereka semua naik ke dalam pesawat jet ke dua untuk menyusul anggota tim yang sudah berangkat terlebih dahulu,dalam perjalanan Fanny lebih banyak diam,dia sedang tidak ingin banyak bicara dengan Jian Lee,hatinya masih kesal dengan semua sikap Jian Lee yang ditujukan kepadanya hari ini.
"Nona Fan, kau baik -baik saja?"
Edward yang sedari tadi melihat Fanny hanya termenung mencoba untuk bertanya apakah Fanny memiliki masalah.
"Tidak tuan aku baik -baik saja"
Fanny mencoba untuk tetap bersikap biasa dengan semua hal yang sesaat tadi sudah terjadi antara dirinya dengan Jian Lee.
"Baik lah jika kau merasa tidak ada masalah apapun"
Fanny tersenyum dengan semua perkataan dari Edward dan pada akhirnya Fanny memilih untuk memejamkan matanya sampai pendaratan pesawat dilakukan.
Perjalanan di udara yang cukup lama telah di lalui oleh semuanya pada hari ini dan pada akhirnya keesokan harinya semua pesawat berhasil mendarat dengan aman di Negara H,semua orang satu per satu mulai turun dari dalam pesawat dan menuju ke kediaman yang telah disiapkan oleh keluarga Lee.
"Selamat datang kembali tuan Jian Lee dan semua tamu"
"Tuan,mari saya antar ke kediaman keluarga tuan John Lee"
Sen - Sen memberitahukan kepada Richard, Edward dan juga Jian Lee untuk segera masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh keluarga Lee,sedangkan Fanny dan semua tim Dokter lebih memilih untuk langsung menuju ke Rumah Sakit Negara H,untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mereka pun masuk ke dalam mobil tersebut dan di dalam perjalanan Jian Lee sesekali masih terlihat murung akibat kejadian di butik Chandradinata tersebut.
"Jian Lee coba sekarang kau ceritakan sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan,kau tidak akan bisa membohongi ku"
Edward menepuk bahu Jian Lee agar Jian Lee mau menceritakan hal tersebut.
"Kalian tau,wanita itu unik"
"Kau ada masalah dengan nona Fanny?"
"Ya Richard dan menurut ku itu masalah tidak penting"
"Coba ceritakan"
Dan pada akhirnya Jian Lee bercerita kepada ke dua orang sahabat nya ini tentang semua kejadian di butik tersebut.
"Hmm wajar jika nona Fanny marah"
"Hei Richard kenapa kau malah membela Fanny daripada sahabat mu ini"
"Apa yang dikatakan oleh Richard itu benar Jian Lee,wanita cukup sensitif akan hal itu,buat mereka perasaan mereka adalah nomor satu,hati mereka berperan lebih banyak daripada logikanya, berbeda terbalik dengan kita para laki -laki dimana logika kita akan lebih besar dibandingkan dengan perasaan"
"Kau hanya ingin nona Fanny tampil lebih baik didepan keluarga mu,hal itu kau lakukan agar nona Fanny tidak menjadi bahan omongan dari orang lain"
"Dan apa yang diterima oleh nona Fanny pasti berbeda dimana sebenarnya kau sama sekali tidak ada pikiran ke arah sana"
"Kau memang berpengalaman Edward dalam hal wanita"