I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
SIKSAAN JOSEPH



Dan karena ada sebuah perlawanan maka alarm alat pelacak Fanny yang berada di apartemen Richard berbunyi.


"Ada apa dengan mu Fan? bukankah kau setuju untuk menyerahkan semua nya padaku saat ini, kenapa sekarang kau mengingkari nya sendiri "


" Jo, maafkan aku, aku tidak bisa jadi kumohon jangan paksa aku untuk melakukan hal itu"


Kini air mata Fanny mulai mengalir, Fanny terduduk di pojok ruangan sambil terus melindungi diri dengan ke dua tangan nya, sedangkan Joseph amarah nya perlahan - lahan mulai tersulut dengan sikap Fanny tersebut.


"Dengarkan aku!! "


" Sakit Joseph "


Joseph mendekati Fanny dan menarik rambutnya.


" Kau tau saat ini kau sudah berhadapan dengan siapa, kau belum tau aku yang sebenarnya kan? aku adalah Joseph putra tunggal pimpinan mafia tertinggi di dunia dan dan saat ini kau gadis biasa berani mempermainkan aku, cepat buka baju mu atau aku akan menggunakan kekerasan terhadap mu!! "


Joseph berteriak dan memberikan intimidasi kepada Fanny, sedangkan Fanny kini semakin menangis, menangis karena dia baru mengetahui jika laki-laki yang begitu dia cintai ternyata adalah seorang mafia, dan laki - laki yang dia cintai tersebut kini telah berubah dan itu membuat Fanny semakin hancur hati.


"Jo, jangan Jo, jangan"


Tidak ada yang bisa Fanny katakan lagi kepada Joseph selain hanya menangis dan terus menangis.


"Baiklah, jangan salahkan aku jika kini aku akan memaksa mu melakukan hal itu"


Dan pada akhirnya Joseph menarik rambut Fanny menyeret Fanny dan mulai menyiksa Fanny menampar wajah nya berkali-kali, dan mulai memukuli nya.


Sementara itu alarm alat pelacak Fanny menyala semakin keras, Richard yang baru saja selesai mandi langsung menuju ke monitor letak suara tersebut berasal.


Richard mulai melihat lokasi Fanny saat ini berada, Richard juga melihat lokasi Jian Lee dan ternyata mereka berada di dalam lokasi yang sama.


"Sial kenapa kau tidak bisa dihubungi Jian Lee!!"


Richard mengumpat berkali-kali di dalam hatinya karena ponsel Jian Lee tiba - tiba tidak aktif,karena sang pemilik ponsel tersebut ternyata sudah tertidur.


Alarm alat pelacak Fanny kini semakin berbunyi dengan sangat keras, karena saat ini Joseph masih melakukan penyiksaan terhadap Fanny, Joseph memiliki kelainan seksual yang hampir sama dengan Edward di masa lalunya dan ketika Fanny mengetahui hal itu Fanny tidak dapat melakukan hal apapun lagi selain hanya bisa menangis dengan setiap siksaan yang kini mulai dia terima.


Sementara itu Richard masih mencoba untuk menghubungi Jian Lee dan masih dengan keadaan yang sama ponselnya Jian Lee tidak aktif.


"Dasar Jian Lee, dia pasti sedang tidur, akan aku coba untuk menghubungi Edward, mungkin dia punya solusi untuk hal ini, alarm nona Fanny berbunyi semakin keras, nona bertahan lah"


Richard pada akhirnya mencoba untuk menghubungi Edward dan pada akhirnya.


"Halo Edward, kau ada dimana?"


Posisi Edward yang masih berada di kantor dan ponselnya yang masih menyala pada akhirnya dapat menerima panggilan telepon dari Richard,segera saja Richard mulai menceritakan tentang alarm darurat alat pelacak Fanny yang kini berbunyi semakin nyaring.


"Baiklah Edward aku mengerti, malam ini aku juga akan menghampiri Jian Lee di tempat kejadian "


Richard segera menutup panggilan telepon dari Edward.


Sementara itu Edward yang saat ini masih berada di kantor segera menghubungi para pengawal yang lokasi nya tidak jauh dari tempat Jian Lee dan juga Fanny.