
Edward begitu bahagia ketika dia membicarakan istrinya, namun berbeda dengan nona Cassandra yang begitu memiliki kemarahan di dalam hati ketika dia melihat Edward begitu bahagia.
"Tuan Edward nampaknya anda begitu mencintai istri anda sungguh beruntung sekali wanita yang saat ini menjadi istri seorang tuan muda Edward Chandradinata "
" Kau salah nona, aku banyak mendukakan hati istriku, namun dia tidak pernah membenciku, dia selalu memberikan yang terbaik untuk semua yang aku butuhkan, mungkin seluruh harta yang aku miliki masih tetap akan kurang di sandingkan dengan setiap kebaikan hatinya"
Edward kembali tersenyum dan terlihat bahagia saat dia kembali membicarakan tentang istrinya tersebut .hati wanita di depan dirinya yaitu nona Cassandra semakin benci terhadap kebahagiaan Edward.
"Lalu nona Cassandra kau adalah wanita yang sangat cantik, pasti banyak laki-laki yang menginginkan dirimu, apa kau tidak pernah tertarik pada salah satu diantara mereka?, media menyebutkan bahwa sampai saat ini seorang Cassandra Winata wanita yang terkenal dalam dunia bisnis masih sendiri dan belum memiliki pendamping hidup"
Sikap Edward yang begitu bersahabat membuat hati Cassandra tidak karuan dibuat nya, sekian detik dia dibuat lupa akan pembalasan dendam dan sakit hatinya semua itu karena Cassandra terbius oleh wajah tampan Edward Chandradinata.
"Hmm dulu aku sempat akan menikah tuan Edward, namun takdir berkata lain, pernikahan ku gagal dan setelah itu untuk mengisi kesendirian dan kekosongan hati ku, aku tenggelam kan diriku pada banyak bisnis hingga saat ini"
Hati kecil Cassandra harus mengakui bahwa Edward begitu tampan, pantas sampai saat ini meskipun Edward sudah menikah, masih banyak para gadis-gadis yang tergila-gila pada dirinya.
"Nona Cassandra kau wanita yang baik, percayalah suatu saat akan ada laki-laki yang berada di samping dan mendukung setiap hal yang kau impikan, percayalah bahwa suatu saat pasti ada laki-laki yang akan begitu mencintai dirimu, sama seperti aku yang dulunya tidak percaya akan cinta sejati kini sangat percaya akan hal tersebut, semua terjadi karena kehadiran istri yang sangat aku cintai saat ini"
Entah kenapa hati Cassandra sakit mendengar ucapan demi ucapkan Edward saat dia begitu memuji istrinya.
"Tuan aku penasaran dengan istri tuan Edward yang tuan ceritakan saat ini, nanti malam jangan lupa tuan ajak istri tuan itu, supaya aku dapat berteman dengan wanita hebat tersebut"
"Pasti nona Cassandra, aku akan mengajak nya "
" Baiklah tuan Edward kurasa pembicaraan kita sudah selesai saya pamit undur diri dulu untuk mempersiapkan acara nanti malam "
Nona Cassandra mulai keluar dari ruangan Edward, saat nona Cassandra berjalan menuju ke lift eksklusif milik perusahaan Chandradinata perlahan dan pasti air matanya mulai menetes, dalam setiap langkah nya seorang Cassandra Winata yang selama ini terkenal dengan sikap dingin nya terhadap semua laki-laki kini dibuat menangis oleh seorang pria yang sudah memiliki seorang istri.
Edward kau sudah banyak berubah, kau sudah bukan tuan muda yang sombong, angkuh, dingin dan arogan lagi kini kau sudah berubah menjadi laki-laki yang begitu mencintai pasangannya,haruskah aku meneruskan rencana balas dendam ku?
Di dalam lift dan seorang diri Cassandra mulai menangis tanpa ada yang mengetahuinya, rasa sesak yang ada di dalam hatinya membuat dia sejenak melupakan dendam nya terhadap Edward.
Sementara itu Edward yang sudah menyelesaikan setiap pekerjaan nya di kantor bersiap untuk pulang ke rumah putih, Edward sudah begitu merindukan kimmy, malam ini dia akan mengakui secara resmi kepada setiap tamu yang hadir di acara bahwa Kimmy adalah istrinya.
"May siapa yang akan membuka butik? apa kau yang akan membuka butik disini? "
Kimmy mendekat ke arah Maya yang sedang sibuk menerima gaun yang mulai berdatangan di rumah mereka.
" Nona semua gaun ini adalah pemberian dari tuan Edward untuk nona Kimmy"
Mata Kimmy seakan ingin melompat dari tempatnya, dia begitu takjub dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Ini semua untuk ku May? sebanyak ini? lalu dimana aku menempatkan semua gaun yang sudah di kirimkan ini"
Kimmy menggelengkan kepalanya sedangkan Maya hanya mengangguk dan mulai tersenyum, Maya tau bahwa ingatan Kimmy belum pulih, dulu sebelum Kimmy mengalami kecelakaan Kimmy memiliki satu ruangan khusus yang sengaja Edward buat untuk Kimmy bisa menempatkan semua barang-barang mewah yang di Belanja nya, setelah Kimmy menang dari ajang pemilihan menantu Edward memberikan sepuluh kartu kredit dengan limit tanpa batas dan karena pada saat itu Kimmy begitu kesal dengan sikap Edward Kimmy membelanjakan semua kartu kredit yang diberikan itu, alih-alih Edward marah, Edward sama sekali tidak mempedulikan uang yang dibelanjakan oleh Kimmy buat Edward salah satu harga diri sebagai laki-laki adalah hartanya.
Dan Kimmy yang sudah lelah menghabiskan kartu-kartu kredit nya tersebut pada akhirnya memilih untuk menyerah dan menempatkan semua barang - barang mewah nya di satu tempat yang cukup besar di dalam rumah putih tersebut, hatinya yang hancur akibat perlakuan Edward yang kasar terhadap dirinya membuat dia melupakan semua barang - barang mewah nya itu.
"Nona tidak perlu khawatir, di dalam rumah ini tuan Edward sengaja membangun sebuah ruangan khusus untuk nona meletakkan semua barang-barang nona, mari ikut dengan ku untuk melihat ruangan tersebut "
Maya menarik Kimmy ke dalam satu ruangan yang begitu besar di dalam rumah itu begitu mereka masuk, nampak seperti isi mall pindah ke dalam ruangan tersebut, pada saat sebelum Kimmy kembali ke rumah putih Edward tidak mengizinkan semua barang yang ada di dalam ruangan itu untuk di buang, karena dia tau bahwa barang-barang tersebut tidak memiliki cerita yang berarti untuk masa lalu Kimmy yang sebelumnya.
"May ini semua milik ku?, apakah di masa lalu aku seorang wanita yang gemar berburu barang - barang mewah seperti ini?"
Deg
Kembali Maya harus diperhadapkan dengan pertanyaan sulit yang Kimmy ajukan, dia tidak mungkin mengatakan jika Kimmy melakukan itu sengaja untuk pelampiasan kemarahan nya kepada tuan Edward.
"En nona dulu sangat menyukai barang mewah dan nona menyimpan semua barang tersebut di dalam ruangan ini"
Maya harus kembali berbohong dan Kimmy yang mendengarkan cerita Maya hanya bisa mengangguk angguk karena dia sama sekali tidak mengingat apapun.
Sementara di dalam kantor saat akan pulang -tiba-tiba Edward mengingat setiap perkataan dari Cassandra, Edward mengingat akan setiap gerak tubuh dari wanita tersebut,dia merasakan bahwa Cassandra bukanlah orang asing untuk nya.
"Don selidiki latar belakang Cassandra Winata"