
"Richard dan juga Jian Lee akan menikah minggu depan"
Kimmy sangat bahagia mendengar kabar dari Edward.
"Sayang apa kau bahagia dengan semua ini?"
"Edward tentu saja aku bahagia kini nona Clarissa dan juga Fanny akan mendapatkan laki -laki yang baik untuk bisa menjaga dan melindungi nya"
"Ya seperti aku bahagia mendapatkan mu"
Edward mencium kening Kimmy.
"Edward aku berharap kau bisa cepat pulih,jika kau cepat pulih aku akan mengabulkan mu untuk kita bisa secepatnya memberikan Alexander adik"
"Kau serius?"
"Ya aku serius semenjak aku selesai melahirkan aku tidak menggunakan pengaman apapun untuk menunda sebuah kehamilan,jarak yang tidak terlalu jauh antara anak kita nanti akan membuat mereka seperti sahabat dan itu baik adanya untuk mereka"
Edward sungguh takjub dengan setiap pemikiran dari istrinya tersebut.
"Apa kau tidak ada trauma dalam melahirkan?"
Kimmy tersenyum mendengarkan perkataan Edward.
"Edward kau lupa apa profesi ku?"
"Tentu tidak kau adalah Dokter paling terbaik yang aku miliki"
"Nah sekarang kau mengerti mengapa aku tidak begitu memiliki trauma dalam melahirkan nanti"
Edward tersenyum kemudian kembali memeluk Kimmy.
"Baiklah untuk hal yang satu ini suami akan patuh pada istri,aku mencintaimu Kimmy Valerie"
"Dean aku berharap kita bisa mengakhiri hubungan kita sampai disini, keluarga mu tidak menyetujui nya"
Liyana mengatakan tersebut sambil menangis,sehari setelah acara makan malam bersama dengan keluarga,Dean tidak diizinkan untuk melanjutkan hubungannya dengan Liyana.
"Apa kau yakin tidak mau untuk berjuang?"
Liyana menatap Dean dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau membuatmu menjadi anak yang durhaka terhadap orang tuanya karena melawan, percaya lah jika memang kita ditakdirkan untuk bersama kita akan bertemu kembali"
"Kau mau kemana?"
Dean mengatakan hal tersebut sambil memandangi jalan dari balkon Rumah Sakit di tempat ruang kerjanya.
"Nona Clarissa sudah sembuh, pekerjaan ini sudah selesai,aku akan pergi ke suatu tempat agar aku bisa mendapatkan ketenangan di sana"
"Aku berharap kau juga bisa tetap membuka hatimu untuk wanita lain selain diriku,jangan menjadi laki -laki yang bodoh hanya dengan mengejar satu wanita yang sudah tentu saat ini tidak bisa kau miliki"
"Kecuali takdir berpihak kepada kita"
Dean menatap Liyana dan menyelesaikan perkataan dari Liyana,kini Liyana hanya terdiam dengan semua ucapan dari Dean.
"Jaga dirimu baik -baik"
Setelah mengatakan hal itu Liyana meninggalkan ruangan tersebut sambil bercucuran air mata,Liyana segera membalikkan badan memunggungi Dean dan setengah berlari keluar ruangan,hatinya yang hancur membuat Liyana menangis sepanjang jalan saat dia mengucapkan hal tersebut kepada Dean.
"Aku berharap takdir tetap berpihak kepada kita,dulu aku pernah melepaskan wanita yang sangat berharga dan aku tidak bisa memperjuangkannya lagi,namun kini aku bukan laki -laki yang bodoh untuk menyerah dengan segampang itu,Liyana kemanapun kau pergi aku akan tetap mengejarmu"
Dean membenamkan wajahnya di dalam ke dua tangannya,malam ini Dean memilih untuk tetap di dalam ruangan kerjanya,Dean ingin menghabiskan waktu -waktu terakhir di dalam ruangan ini sampai pagi,karena dari ruangan inilah benih cintanya yang begitu kuat terhadap Liyana pada akhirnya muncul.
"Liyana aku sangat percaya bahwa takdir akan berpihak kepada kita"