I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
MENOLAK ISTRIKU



Nyonya Tiara memeluk Kimmy dengan sangat erat, ada perasaan lega untuk dia bisa melepaskan putra kesayangan nya kepada wanita yang tepat


"Kimmy sayang hari ini Mama, Papa, Kakek dan Lisa akan kembali ke rumah utama kami titip Edward kepada mu yah


Betul Kimmy, jika ada sesuatu hal terjadi segera hubungi Papa,kami tidak mau sampai engkau terluka seperti kemarin


Baiklah Ma,Papa percaya bahwa Kimmy akan baik-baik saja


Kim kakek percaya padamu, namun kakek tidak percaya terhadap cucu kesayangan kakek itu


Kek percaya lah segala sesuatu nya pasti akan selesai dengan baik


Baiklah sayang Kakek percayakan cucu kesayangan Kakek tersebut kepadamu"


Malam hari itu seluruh keluarga Chandradinata yang berada di dalam rumah putih kembali ke rumah utama, Kimmy merasakan kesepian yang mendalam ketika mereka semuanya pergi.


Didalam kamar Kimmy menunggu kedatangan Edward yang tak kunjung muncul, Kimmy tau bahwa Edward sedang bekerja dan seharusnya Kimmy tidak begitu menunggu nya, namun hari sudah mulai larut dan Edward belum muncul dihadapannya rasa rindu bercampur aduk di dalam hati Kimmy saat ini


Pelan - pelan dia mengambil foto Ibu dan adiknya Natan, rasa rindu akan bertemu keluarga membuat Kimmy perlahan mulai menangis.


"Ibu Kimmy rindu untuk bertemu denganmu, ibu maafkan Kimmy yang hingga saat ini tidak bisa bercerita tentang masalah yang Kimmy sedang hadapi, Kimmy takut ibu, Kimmy takut jika Kimmy tidak bisa untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik.


Tuhan sampaikan kepada ibu bahwa aku kangen, rindu dengannya.


Tuhan sampaikan kepada ibu untuk beliau selalu mendoakan aku kepada Mu dan tetap menaruh namaku di dalam setiap doa nya terhadap Mu


Natan adik ku apa kabarmu sayang, kakak rindu lama kita tidak saling bercerita kakak rindu membuatkanmu sarapan pagi, kakak rindu pergi mengantarkan mu ke sekolah, kakak rindu kamu adik kesayangan ku"


Air mata Kimmy semakin mengalir deras ketika dia mulai menyentuh foto Ibu dan Natan, kerinduan yang begitu dalam akan keluarga menghantam nya malam hari ini.


Kimmy yang terlalu fokus menangis sambil memandang foto mereka berdua rupanya tidak menyadari kehadiran Edward


Dan Edward yang melihat istrinya menangis segera datang menghampiri dan memeluk nya dari belakang dengan posisi Kimmy yang sedang duduk di balkon kamar.


Kimmy yang merasakan sentuhan serta aroma tubuh khas seseorang yang dicintainya segera membalikan badan dan melihat kehadiran Edward.


"Sayang sejak kapan kau pulang? kenapa kau tidak memberitahukan aku supaya aku dapat menyambut mu dibawah?"


Kimmy mencoba menghapus setiap air mata yang sudah mengalir sedari tadi supaya Edward tidak melihat jika dia sedang menangis, namun apa yang dilakukannya akan sia - sia karena Edward melihat semuanya.


"Aku melihatmu menangis sambil memegang foto itu, apa kau begitu merindukan keluargamu?


Sayang maafkan aku, jika membuatmu merasa tidak nyaman dengan air mata ku ini


Dengarkan, aku adalah suami mu dan kau adalah istri ku, sudah sepatutnya kita bisa berbagi setiap kesedihan yang melanda diri kita masing-masing


Aku bisa mengantar mu untuk bertemu dengan mereka, karena keluarga mu adalah keluarga ku juga


Berhentilah untuk memikirkan segala sesuatu nya seorang diri, ada aku yang bisa untuk kau ajak berbagi setiap kesedihan mu"


Kata - kata yang begitu dalam membuat Kimmy kembali meneteskan air matanya, perhatian Edward membuat dia sadar bahwa Edward mulai mencintai dirinya, namun satu kata yang dia tunggu adalah Edward mengatakan langsung padanya bahwa dia mencintai istrinya, karena sedari menikah Edward tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada Kimmy.


"Sayang apa betul aku boleh mengunjungi ibu? jika kau benar-benar sibuk biarkan aku pergi dengan Maya saja


Tidak ada sibuk jika seseorang istri yang meminta hal tersebut, ini adalah permintaan kecil yang dengan mudah dapat aku penuhi ayo masuk kedalam kamar angin malam tidak akan sehat untuk kita"


Edward mencium puncak kepala Kimmy dan mengendongnya masuk ke dalam ruangan kamar, mata mereka yang mulai beradu membuat suasana kamar tersebut mendadak terasa panas, perasan Kimmy campur aduk menjadi satu ketika Edward mulai mengendongnya ada rasa takut jika hal itu akan terjadi lagi, namun di satu sisi Kimmy rindu akan setiap ciuman menggelora yang selalu Edward berikan padanya.


Perasaan Edward pun sudah mulai tidak karuan ketika dia menatap mata istrinya menghirup aroma tubuhnya, dan melihat setiap lekuk tubuh yang begitu indah di dalam pelukannya.


"Sayang kenapa kau menatap diriku seperti itu? jika kau menginginkan nya lakukanlah aku akan coba melayani mu kembali dengan baik"


Kimmy sadar bahwa dia hanya manusia biasa yang tetap memiliki rasa takut ketika dia harus berhadapan kembali dengan hasrat yang mungkin dapat membunuh dirinya, namun Kimmy sudah menyerahkan segala sesuatu yang akan terjadi jika suatu saat dia harus mati karena perbuatan Edward, dia sudah sadar akan segala konsekuensi tersebut


Kimmy hanya ingin melayani suami nya dengan baik, karena itu adalah salah satu kebutuhan seorang pria dewasa apalagi yang sudah menikah.


Edward mulai meletakkan Kimmy di atas tempat tidur dia mencium Kimmy dari segala arah, mencumbu Kimmy dengan penuh gairah hasrat yang membara dan mulai bergejolak tajam di dalam tubuh Edward, membuat dirinya kembali melepaskan ikatan pinggang yang dikenakan untuk mulai mencambuk Kimmy


Kimmy tau yang akan terjadi dan Kimmy mulai memejamkan matanya untuk bersiap menerima cambukan-cambukan dari Edward.


"Arrrrrrrrrrhh berhenti aku tidak akan menyentuh mu, aku tidak mau kau terluka kembali arrrrrrrrrhhh"


Edward melempar ikat pinggang yang akan digunakan untuk mencambuk istrinya, Edward menjauhkan diri dari tubuh Kimmy, nafasnya masih tersenggal menahan setiap hasrat yang tidak dapat di salurkan


Edward lari meninggalkan kamar tersebut, Edward masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya dengan sangat kencang ke arah jalan raya


"Arrrrrrrrrrhh kenapa aku masih belum bisa sembuh sial Arrrrrrrrrrhh"


Ditengah frustrasi nya Edward mengambil ponsel dan segera menghubungi Doni


"Halo Don, sepuluh menit lagi segera sediakan aku tiga nona malam, bayar mereka dengan bayaran paling mahal dan bawa mereka ke hotel dimana biasa aku memesan mereka"


Setelah melakukan panggilan tersebut Edward melempar ponsel nya dan terus mengutuki diri nya sendiri


Sementara Kimmy yang ditinggalkan begitu saja oleh Edward hanya menangis dia tau apa yang sedang terjadi dengan suaminya, namun saat ini dia tidak tau kemana suaminya pergi Kimmy menghabiskan malam itu dengan sebuah tangisan dan kesedihan yang sangat dalam.


"Sayang dimana kamu sekarang? pulanglah kita hadapi semua permasalahan ini bersama-sama hiks, hiks, hiks