I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
PERLAKUAN MANIS EDWARD



Edward memandang tajam ke arah Kimmy, pesona tuan muda dan laki-laki yang arogan kembali terpancar dari sisi seorang Edward Chandradinata.


Edward ingin sekali untuk perkataan nya kali ini tidak mengalami bantahan, Edward sangat mengkhawatirkan kondisi Kimmy jika dia terus dibiarkan sendiri, sementara itu Kimmy hanya diam dan terus menangis, kimmy ingin sekali kembali pulang namun begitu banyak kejadian yang menimpa dirinya membuat dia mengalami banyak ketakutan.


Edward yang melihat Kimmy terus menangis dan tidak banyak bicara perlahan dan pasti membuat dirinya tidak bisa memasang tampang memaksa dihadapan Kimmy.


Edward mendekat ke arah Kimmy dan duduk di sisi tempat tidurnya.


"Sayang maafkan aku jika membuat mu takut, maafkan aku jika aku harus memaksa mu untuk kembali pulang, kumohon mengerti lah keadaan mu"


Edward memeluk Kimmy dan mencium kening nya.


"Baiklah ayo kita pulang "


Dan tanpa butuh persetujuan dari Kimmy, Edward menggendong Kimmy keluar dari ruang Unit Gawat Darurat entah sudah yang ke beberapa kali Edward menggendong istri nya itu dari Rumah Sakit, menggendong dengan berbagai macam kejadian yang sudah terjadi diantara mereka.


"Tenang dan tetaplah diam dalam pelukanku"


Edward membisikan kata - kata tersebut ke dalam telinga Kimmy yang masih berada di dalam gendongan nya.


Hari ini dengan semua kekuatan dan kekuasaan yang di miliki oleh seorang Edward Chandradinata mampu membuat satu orang wanita tunduk pada setiap perkataan nya, tunduk pada setiap ucapan yang diberikan kepada dirinya.


Sepanjang perjalanan menuju pintu utama Edward mencium puncak kepala Kimmy berkali-kali, betapa dia begitu mencintai istri nya dan Kimmy yang berada di bawah penguasaan nya hanya bisa terdiam dan tetap terdiam, hatinya masih sangat bimbang ketika Edward memaksa dirinya untuk pulang.


Sesampainya di parkiran mobil, Edward segera meletakkan Kimmy dan ikut masuk ke dalam nya.


"Jalan Don, kita harus segera keluar dari Rumah Sakit ini sebelum para awak media melihat keberadaan kita"


"Baiklah tuan"


Doni segera melajukan mobil nya dengan kecepatan perlahan, Doni tau jika nona Kimmy sedang hamil itu sebabnya Doni sangat perlahan membawa kendaraan tersebut.


Edward melihat Kimmy di dalam mobil masih dalam keadaan pucat mual yang Kimmy masih rasakan membuat dirinya sedang tidak ingin untuk berbicara banyak.


"Sayang kemari lah biar aku memeluk mu"


Di dalam mobil dalam perjalanan pulang segera Edward mendekatkan dirinya dan memeluk Kimmy dalam dekapan nya dan ajaib nya Kimmy sama sekali tidak merasakan mual saat Edward memeluk dirinya.


Kimmy langsung menenggelamkan dirinya lebih lagi dalam pelukan Edward hingga tanpa sadar dirinya terlelap dalam setiap sentuhan suaminya tersebut,Edward tersenyum melihat istrinya yang begitu manja saat ini.


Sayang maafkan aku yang belum bisa memberikan kebahagiaan yang sepenuhnya terhadap dirimu, maafkan aku yang selalu membuat mu meneteskan air mata, kau adalah istriku yang sangat kuat, dan aku adalah laki-laki yang beruntung dapat memiliki dirimu.


Edward kembali mencium Kimmy dan membiarkan Kimmy untuk terus berada di dalam pelukan nya.


Tak beberapa lama mobil Edward telah sampai di rumah putih dan Edward melihat Kimmy masih tertidur dengan sangat nyenyak dalam dekapan dirinya.


"Sayang bangun kita sudah sampai di rumah, bangun sayang"


Edward membangunkan Kimmy dengan sangat lembut dan Kimmy yang mulai membuka mata sangat bahagia ketika dia kembali ke rumah putih, rumah dimana ada sebuah cinta yang tumbuh di sana.


"Jangan banyak bergerak aku akan menggendong mu ke kamar"


"Aku bukan orang sakit jangan perlakukan aku seperti itu, biarkan aku turun dari mobil dan berjalan sendiri ke dalam rumah"


" Heh aku dokter aku tau batasan - batasan wanita hamil Edward"


"No, tetap tidak boleh!! "


Tatapan mata Edward kembali tajam ke arah Kimmy, nampaknya untuk saat ini Edward sedang tidak ingin banyak dibantah oleh istrinya.


" Diam dan ikuti semua perintah dari ku!! "


Kimmy yang sudah mengetahui tabiat suami nya tersebut pada akhirnya memilih untuk diam dan mengikuti semua yang diperintahkan oleh Edward.


Edward menggendong Kimmy untuk masuk ke dalam rumah, Edward memperlakukan Kimmy dengan sangat hati-hati mirip seperti bareng antik agar tidak pecah.


Kimmy berusaha menikmati setiap perhatian Edward kepada dirinya dan berusaha untuk memaafkan apa yang sudah dilakukan oleh Edward dan Cassandra Winata.


"Katakan kau mau tidur dengan ku atau kau pisah kamar? "


Edward yang masih menggendong Kimmy di dalam rumah mencoba untuk menanyakan hal tersebut terakhir kali, Edward berharap Kimmy merubah pendirian untuk mau tidur satu kamar dengan dirinya.


"Biarkan aku tidur di kamar tamu, untuk sementara aku akan berada di sana sampai semua kondisi membaik"


"Apakah kau sudah yakin dengan segala keputusan mu itu? "


" Iya aku yakin"


"Tidak mau merubah nya? bagaimana jika malam-malam kau nanti membutuhkan diriku? "


" Tidak akan, aku bisa menjaga diriku sendiri"


"Kau yakin? "


" Iya Edward cepat letakan tubuh ku ini dikamar tersebut aku ingin segera beristirahat "


Edward berjalan ke arah kamar tamu di lantai satu, sebenarnya hatinya sangat tidak rela jika dia harus tidur terpisah dengan Kimmy, namun apa boleh buat demi untuk istri nya mau kembali ke rumah, Edward harus mau untuk melakukan hal tersebut.


Edward masuk ke dalam kamar dan meletakkan tubuh Kimmy di atas tempat tidur.


"Istirahat lah, semua kebutuhan mu akan dilayani oleh Maya dan semua pelayan ditempat ini, ingat kau harus menuruti semua perintah ku"


Kimmy mengangguk dan Edward mengecup kening Kimmy berkali-kali lalu pergi meninggalkan Kimmy menuju ruang kerja nya, di sana sudah ada Doni yang menunggu.


Kimmy yang sedari tadi hanya terdiam kini mulai meraih nafasnya dalam - dalam.


"Sayang, itu tadi adalah Ayah mu, dia laki-laki egois yang Ibu temui dalam kehidupan, namun dia juga laki-laki yang begitu mencintai Ibu mu, kelak ketika kau lahir kau harus Betul-betul menghormati dan mengasihi nya"


Kimmy membelai perutnya yang masih rata, Kimmy mencoba ber komunikasi kepada calon anaknya tersebut.


Sementara itu Edward yang sudah berada di ruang kerja segera mendiskusikan rencana dengan Doni, sebuah rencana untuk membuat Cassandra Winata membayar semua perbuatan nya, rencana untuk menjatuhkan Winata Corp, sama seperti ketika Winata Corp yang mencoba menjatuhkan Chandradinata Corp.


"Tuan Edward ini adalah hasil test DNA nona Cassandra "


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.