
Para pengawal segera kembali ke luar kamar hotel dan mereka menghubungi Doni, tak berapa lama kemudian Doni datang ke hotel dan segera masuk ke dalam kamar Edward.
"Tuan ada apa tuan memanggil saya?"
"Don kau selidiki sebenarnya sedekat apakah nona Liyana mengenal istriku? "
"Hari ini dia datang ke hotel dan telah menamparku, baru kali ini aku mendapatkan tamparan dari seorang wanita, namun entah kenapa aku tidak dapat membalas saat aku menatap wajahnya"
Doni hanya tersenyum memandang tuan Edward, dalam hati kecilnya dia tau kenapa Edward tidak dapat membalas tamparan yang dilakukan Kimmy terhadap nya"
"Baiklah tuan akan segera kabarkan info terkait tentang nona muda"
Tak berapa lama Doni sudah mendapatkan segala informasi tentang hubungan Kimmy dan Liyana lewat detektif pribadi yang ditugaskan Edward untuk mengawal istri nya.
"Tuan dari informasi yang saya peroleh nona muda bertemu dengan nona Liyana di Rumah Sakit saat nona Liyana memeriksakan keadaan nya, setelah itu terjadi hubungan yang baik antar nona muda dengan nona Liyana
Dan saya menemukan ini tuan"
Doni memberikan laporan keuangan semua pengeluaran uang yang dilakukan oleh Kimmy
"Ada pengiriman uang dengan jumlah yang sangat besar yang dilakukan oleh nona muda ke rekening nona Liyana, jumlah uang tersebut sama dengan nominal penebusan seorang nona malam dari tempat lokalisasi "
" Jadi istriku lah yang telah menebus gadis tersebut dari tempat lokalisasi? "
" Besar kemungkinan seperti itu tuan, dan ada pengiriman jumlah uang yang fantastis ke dua oleh nona Kimmy terhadap nona Liyana, mungkin setelah nona muda menebus nona Liyana, nona muda memberikan modal untuk nona Liyana membuka usaha barunya, karena pada saat nona Liyana di culik, para pengawal menemukan dia membuka sebuah butik dipinggir kota ini"
Edward dengan teliti mendengarkan semua penjelasan Doni, dalam hati dia begitu kagum dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, namun di satu sisi di lubuk hati nya yang paling dalam Edward merasa sedikit khawatir jika apa yang di ucapkan Kimmy itu benar adanya, bahwa jika sekali lagi dia menyentuh Liyana dan membuat nya terluka maka Kimmy akan bunuh diri
Hati kecil Edward yang mulai khawatir akan ucapan Kimmy tersebut membuat dia berjanji akan memperlakukan Liyana dengan baik dan tidak akan menyentuh gadis itu lagi.
"Baiklah Don, kau boleh pergi, dan satu hal karena gadis itu adalah teman istri ku, berikan perlindungan yang ekstra kepada dirinya dan berikan juga satu detektif pribadi untuk nona Liyana.
"Baik tuan Edward "
Doni segera undur diri dari hadapan Edward, kini tinggal Edward sendiri di dalam kamar nya, hari ini Edward memutuskan untuk tidak pergi kekantor dan beristirahat di hotel, pikirannya di penuhi dengan wajah Kimmy, hatinya yang begitu hancur dan begitu cemburu
Cemburu yang membuat dirinya melakukan hal-hal sadis terhadap istrinya, hati kecil nya mengakui semua kesalahan yang dia lakukan terhadap Kimmy, matanya mulai terpejam dan memohon maaf kepada Tuhan, sesuatu yang sama sekali Edward sudah tidak pernah lakukan.
Maafkan aku Tuhan, maafkan aku istri ku, maafkan semua perbuatan ku.
Lama Edward merenungi segala kesalahan yang sudah di perbuatnya.
Sementara itu Kimmy mengemudikan mobil nya dengan sangat kencang, tangisan dan rasa sesak kembali menghantui perasaannya.
"Arrrrrrhh kenapa aku harus mencintai laki-laki yang kejam seperti Edward Chandradinata, apakah aku yang salah, apakah aku yang buta akan perasaan ku sendiri? aku membenci perbuatan nya namun aku mencintai nya juga kenapa dan kenapa ini semua bisa menjadi satu seperti ini? hiks, hiks, hiks, hiks"
Kimmy terus mengemudikan mobil nya dengan sangat kencang, Kimmy memakai akses VVIP nya dijalan raya dia menghidupkan simbol keluarga Chandradinata di dalam kaca mobil dan semua orang yang melihat bahwa itu adalah kendaraan milik keluarga Chandradinata mulai mempersilahkan kendaraan tersebut untuk berjalan.
Rasa sesak yang berada di dalam hati Kimmy membuat dia mengemudikan mobil tanpa arah tujuan yang pasti, dia hanya ingin lari, lari dari semua masalah dan lari dari kekecewaan yang mulai melanda nya, perasan itu begitu hebat menyelimuti hati Kimmy saat ini
Tanpa sadar Kimmy melajukan kendaraan tanpa melihat adanya sebuah tikungan yang tajam di depan nya, Kimmy tidak siap untuk menghindari tikungan tersebut Kimmy membanting kemudi ke arah yang berlawanan namun semuanya terlambat mobil yang dikendari Kimmy menabrak pembatasan jalan dan mobil tersebut jatuh ke jurang.
Semua orang yang berada disekitar tempat kejadian segera mencoba untuk menolong, mereka segera mengeluarkan Kimmy yang sudah tidak sadarkan diri keluar dari dalam mobil tersebut.
Tepat saat orang - orang mengeluarkan Kimmy dari dalam mobil, mobil itu meledak, ledakan yang sangat keras terjadi di dalam kawasan tersebut.
Kimmy mengalami banyak pendarahan pada bagian tubuhnya terlebih pada kepalanya,
Semua orang yang mengetahui lewat mobil yang dia kendarai adalah mobil salah satu anggota keluarga Chandradinata segera membawa Kimmy ke Rumah Sakit terdekat, tujuan orang - orang tersebut cuma satu ingin mendapatkan imbalan dari keluarga konglomerat tersebut karena mereka sudah berhasil menyelamatkan Kimmy.
Sementara di dalam hotel
"Arrrrh kenapa dadaku terasa sakit seperti ini, arrrh kenapa perasaaan ku sangat tidak enak"
Pyar, tiba-tiba foto pernikahan Edward dan Kimmy jatuh ke lantai dan berserakan, hati Edward semakin tidak enak, perasaan nya mengatakan bahwa sudah terjadi sesuatu hal dengan istrinya
Edward mulai panik dan mulai mengambil ponsel untuk menghubungi Kimmy, namun ponsel Kimmy tiba - tiba tidak aktif, Edward terus mencoba menghubungi Kimmy namun tetap tidak aktif,perasaannya semakin tidak karuan mengetahui nomor istrinya tersebut tidak dapat dihubungi
Tiba-tiba Doni masuk ke dalam ruangan dengan wajahnya yang panik
"Tttuan, ada kabar buruk, nona muda kecelakaan dan saat ini kondisi nya kritis"
Deg
Jantung Edward berdegup sangat kencang tanpa banyak berbicara Edward lari keluar dari dalam kamar dan langsung mengendarai mobil nya menuju Rumah Sakit
Hatinya begitu terasa sesak ketika mendengar kan kabar yang dibawakan oleh Doni
Didalam mobil Edward merasakan ketakutan yang luar biasa, ketakutan akan kehilangan istri yang diam-diam sangat dia cintai,rasa bersalah yang begitu dalam atas setiap penyiksaan yang telah dilakukan pada istrinya dan rasa penyesalan karena pertemuan dia yang terakhir meninggalkan kesan yang tidak baik
Di dalam mobil Edward menangis dia kembali mengingat setiap kebaikan istrinya, setiap pengorbanan istrinya dan hal-hal bodoh yang sudah di lakukan oleh nya
**Happy Reading kakak, Vote, like dan rate 5 yah. Terima kasih sudah menjadi pembaca setia I Love my Ceo karya Author yang masih banyak belajar ini.
Aku sayang kalian Para reader ku**..