
Edward menoleh ke arah Kimmy dan disaat itu Edward begitu takjub dengan pemandangan tubuh dari istri nya,Kimmy sudah berdiri dihadapan Edward dengan gaun tidur yang sangat seksi yang memperlihatkan semua bentuk tubuh Kimmy,dan langsung saja Edward menerkam sang pemilik dari tubuh indah tersebut.
Cukup lama Edward tidak melepaskan tubuh indah Kimmy hingga pada akhirnya Edward mencapai klimaks dan pada akhirnya bisa melepaskan tubuh istrinya tersebut.
"Terima kasih istriku,kini rasa laparku yang menahan ini empat puluh hari sudah bisa kenyang"
"Iya Edward,aku mengerti apa yang kau butuhkan,aku berharap aku tetap bisa memberikan hal itu kepadamu"
Kimmy mencium mesra kening Edward dan pada akhirnya Edward memeluk erat tubuh Kimmy, mereka saling berpelukan di balik selimut putih tebal yang saat ini membungkus tubuh mereka berdua.
"Tidurlah,jika Alexander bangun aku yang akan menidurkannya kembali"
Edward kembali mencium Kimmy dan memeluknya tanpa butuh waktu yang lama pada akhirnya Kimmy tertidur,permainan yang indah malam hari ini membuat Kimmy sudah tidak kuasa untuk menahan lagi rasa kantuknya dan sebagai akibatnya Edward yang kini berjaga jika Alexander menangis.
Malam yang panjang bergantikan dengan pagi,hari ini Kimmy bangun terlebih dahulu dan seperti biasa Kimmy selalu sibuk dengan Alexander,Kimmy memang tidak ingin anaknya dipegang selain anggota keluarga nya sendiri, ataupun orang yang sudah Kimmy percaya.
Pagi ini Kimmy sudah memandikan Alexander,menyusuinya dan Kimmypun sudah berdandan cantik untuk suaminya.
"Selamat pagi sayang"
Kimmy membangunkan Edward dengan kecupan mesra dikening Edward.
"Jam berapa ini sayang?"
Edward yang kini sudah membuka mata sungguh sangat tergoda dengan wajah cantik dan rambut istrinya yang masih basah.
"Sekitar pukul tujuh pagi Edward"
"Baiklah,aku harus segera pergi ke Negara H"
"Bukankah lusa kau baru berangkat?"
"Tidak sayang,lusa adalah waktunya formula itu dimasukan ke dalam tubuh Clarissa"
"Ah aku mengerti"
Kimmy mulai terdiam dan tetap duduk di samping Edward sambil mengendong Alexander dan Edward seperti nya mengetahui jika Kimmy ingin mengungkapkan sesuatu hal.
"Sayang ada apa"
Edward kini memegang dagu istrinya dan memadang wanita tangguh tersebut.
"Edward,boleh aku meminta satu permintaan?"
"Katakan lah"
"Aku bosan"
"Bosan?apa yang membuat mu bosan?"
"Aku ingin jalan -jalan"
"Jalan-jalan?cepat katakan kemana kau ingin jalan -jalan,ke Eropa? Asia atau kemana?"
Kimmy langsung menggeleng -gelengkan kepala dengan semua tawaran dari Edward.
"Aku hanya ingin ke taman kota Edward"
Edward yang mendengar permintaan Kimmy hanya bisa terdiam.
"Edward kau mendengarkan aku kan?"
"Ya,aku mendengarkan mu"
"Terus kenapa kau tidak memberikan keputusan?"
"Haruskah kau pergi ke taman? apa yang bisa kau lihat di taman kota? tidak ada yang menarik sama sekali disana"
"Ada Edward,ada banyak bunga dan udara di taman kota itu sangat sejuk"
Edward hanya bisa memandang keinginan aneh istrinya tersebut dan pada akhirnya Edward hanya bisa menarik nafasnya dalam -dalam.
"Baiklah,aku akan menuruti kemauanmu,kapan kau akan berangkat ke sana?"
"Hari ini"
"Hari ini?lalu apa kau akan mengajak serta Alexander?"
"Hmm seperti nya tidak,aku akan menitipkan Alexander tersebut kepada Ibu saja"
"Jadi kau akan pergi seperti seorang gadis?"
Kimmy tersenyum nakal kepada Edward"
"Hei sejak kapan tingkah mu jadi seperti ini?"
"Sejak aku jatuh cinta padamu Edward,aku ingin tetap menjadi seorang gadis yang cantik yang selalu membuatmu bahagia"
"Kau ingin menggodaku pagi -pagi ini?"
Kimmy sadar perkataannya membuat gairah Edward naik dan pada akhirnya untuk kesekian kalinya di pagi itu terjadi kembali pergulatan yang panjang antara Kimmy dan Edward dan mereka melakukan hal tersebut dengan penuh cinta serta sebuah firasat jika setelah ini akan ada sesuatu hal yang akan terjadi.
"Edward kau harus bertanggung jawab,semua riasanku kembali berantakan.
Edward yang membantu Kimmy menggunakan pakaiannya kembali kini hanya tersenyum dengan semua yang Kimmy ucapkan.
"Salah siapa istriku yang cantik ini menggoda ku lagi -pagi buta"
"Issssh,ayo cepat bersiap -siap"
"Sayang"
"Ya"
"Pergilah,jika taman kota membuat mu bahagia pergilah kesana,namun maaf aku tidak bisa menemanimu untuk pergi ke sana"
"Tidak masalah Edward,aku bisa pergi dengan Maya"
"Jangan lupa bawalah pengawal"
"Pasti"
Edward pada akhirnya bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, sepanjang dia membersihkan diri,ada sebuah perasaan tidak enak yang menyeruak di dalam dadanya,namun sampai saat ini Edward masih belum mengetahui ada apa dengan semuanya itu.
Tak beberapa lama Edward pun keluar dari dalam kamar mandi,Kimmy segera menyambut suaminya itu dan membantu Edward untuk mengenakan semua pakaiannya,hati Edward semakin kacau saat dia kembali memandang istrinya itu.
"Edward ada apa?"
"Entahlah,perasaan ku tidak enak"
"Sudah,jangan kau pelihara perasaan yang seperti itu,kita harus berpikir positif"
"Ya kau betul tapi kita juga perlu untuk berjaga -jaga bukan?"
"Ya kau benar,sudah selesai,jadi kau tidak kembali ke rumah tapi akan langsung ke Negara H?"
"Ya sayang aku akan segera kembali ke Negara H,agar urusan ini segera beres"
"Baik,jika begitu berhati -hatilah"
Kimmy kembali mengecup kening suaminya.
"Kapan kau akan ke taman kota?"
"Sore hari nanti saja"
"Baiklah,jaga dirimu baik -baik selama aku tidak ada"
"Pasti sayang"
Dan pada akhirnya masih dengan perasaan nya yang tidak enak Edward keluar dari dalam kamar menuju ke parkiran mobil,masuk ke dalam mobil pribadinya dan memerintah kan supir pribadi untuk mengarahkan mobil tersebut ke arah kantor.
Sementara itu kini Kimmy kembali meneruskan aktivitas nya sebelum dia akan pergi ke taman kota.
"Aku harus membereskan semua pekerjaan ini dan merapikannya,agar jika nanti kepulangan ku lama ke rumah ini, Edward tidak akan bingung untuk memakai semua perlengkapan nya"
Kimmy menyiapkan segala sesuatunya seperti dia hendak pergi jauh dan Kimmy begitu bersemangat untuk melakukan persiapan itu di pagi hari ini.
Sementara itu kini di Chandradinata Corp,nampak Edward dan juga Doni sedang berdiskusi mengenai keberangkatan mereka ke Negara H.
"Bagaimana menurutmu Don?apa mungkin ini hanya perasaanku saja"
Edward mencoba untuk menceritakan hal ini kepada Doni.
"Tuan jangan terlalu dipikirkan semua ini hanya pikiran tuan Edward saja"
"Ya mungkin seperti itu Don"
Dan pada akhirnya Edward memilih untuk melanjutkan pekerjaannya nya lagi
Sementara itu di Negara H dan dilaboratorium milik keluarga Lee,Jian Lee sedang begitu serius menuang semua penawar racun ke dalam botol yang padan nantinya akan dimasukkan ke dalam tubuh Clarissa.