
Dan tanpa menunggu waktu lebih lama Edward segera mendaratkan ciuman mesra nya kepada Kimmy dan benar seperti apa yang dikatakan Edward kepada Kimmy, tanpa butuh waktu lama pada akhirnya Edward hanyut dalam setiap ciuman-ciuman panas yang dia berikan kepada istrinya tersebut,di dalam ruang kerja,Edward dan Kimmy pada akhirnya mengukir sebuah cinta.
Selesai mereka melakukan aktivitas suami istri, tiba-tiba Kimmy memeluk erat tubuh Edward.
"Edward, apakah kau betul - betul mencintaiku? "
Edward yang sudah mulai tau tabiat dari wanita hamil yang sangat sensitif mencoba untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi Kimmy, berkali-kali sudah Edward mengungkapkan cinta kepada istrinya tersebut, namun tetap saja Kimmy selalu bertanya.
" Sayang, aku betul - betul sangat mencintai mu sekarang tidurlah, jangan biarkan anak kita tidur terlalu malam"
"Iya, terus peluk aku saat aku tidur nanti yah"
"Pasti sayang"
Edward mendaratkan ciuman mesra nya di puncak kepala Kimmy dan karena pertempuran mereka malam ini cukup menguras tenaga, membuat Edward pada akhirnya ikut terlelap samping memeluk tubuh istrinya.
Keesokan harinya seperti biasa Edward dan Kimmy bangun dengan ciuman mesra yang menempel dengan penuh gairah pada ke dua bibir mereka berdua.
"Sayang, hari ini aku akan ke Rumah Sakit, hari ini ada jadwal aku harus praktek"
Kimmy kembali merajuk kepada Edward dan Edward hanya tersenyum kepada Kimmy, perasaannya yang sekarang lebih tenang karena Edward sudah menempatkan banyak pengawal bayangan untuk istrinya tersebut membuat Edward sudah tidak terlalu khawatir terhadap keselamatan istrinya.
"Pergilah, lakukan apa yang dapat membuatmu bahagia, asalkan kau memberitahukan nya kepada ku dan jangan biarkan aku tau hal tersebut dari orang lain"
"Pasti Edward aku akan memberikan kabar padamu setiap saat selama aku bisa"
"Aku harus berangkat lebih pagi karena pada hari ini ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan"
Edward berkata hal tersebut sambil memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa, sedangkan Kimmy yang masih terbaring di tempat tidur dengan hanya berbalut selimut putih kini memandang suami nya itu.
Permainan yang mereka lakukan semalam membuat Kimmy betul - betul merasa lelah dan membuatnya terlambat untuk bangun.
"Edward kemari lah "
Kimmy merentangkan ke dua tangannya kepada Edward, dan Edward yang melihat Kimmy hendak memberikan sebuah pelukan kepada dirinya tanpa banyak berbicara segera menyerahkan tubuhnya kepada istrinya.
Kimmy memeluk tubuh Edward dan mencium keningnya.
" Pada hari ini aku berdoa kepada Tuhan agar suami ku ini tetap dalam perlindungan NYA, aku berdoa kepada Tuhan agar suamiku ini memiliki hikmat dalam setiap kepemimpinan nya di dalam perusahaan, aku berdoa agar suamiku ini menjadi suami yang luar biasa dalam hal apapun. Amin"
Kimmy kembali mengecup kening suaminya dengan sangat mesra dan Edward yang diperlakukan begitu oleh istrinya seperti mendapatkan kekuatan berlipat kali ganda pada hari ini.
"Pergilah, Tuhan menyertai engkau sayang"
Kimmy kembali tersenyum dan Edward pun dengan semangat pergi menuju ke kantor,sementara itu Kimmy kembali mengambil ponsel dan menghubungi Dokter Carla untuk masalah Michelle.
Sementara itu Edward yang kini sudah sampai di kantor dan sudah mendapatkan perlakuan yang begitu istimewa pada pagi hari ini membuat dirinya terus tersenyum kepada setiap karyawan nya dampak dari ciuman dan pelukan yang diberikan Kimmy sungguh sangat luar biasa untuk setiap pekerjaan Edward pada hari ini.
Tok, tok, tok
Edward yang mendengar suara Doni sang asisten pribadi segera meminta Doni untuk masuk ke dalam ruangan nya.
" Masuklah Don, pintu tidak di kunci"
Doni pada akhirnya masuk ke dalam ruangan dan dia membawa satu berkas penuh di ke dua tangan nya.
"Katakan Don apa yang harus aku lakukan pada hari ini? "
Doni melihat jika wajah tuan Edward saat ini begitu bersemangat, ingin sekali Doni tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, namun untuk kali ini dia harus tetap memberitahukan hal tersebut kepada Edward.
" Tuan coba lihat beberapa berkas yang saya bawa untuk tuan Edward "
Edward mengambil beberapa berkas tersebut yang berisi tentang laporan keuangan perusahaan dan laporan pribadi dari nona Jean.
" Di berkas pertama tercatat pengeluaran dari Chandradinata Corp untuk kerja sama dengan Winata Corp dan di berkas yang kedua tercatat semu laporan tentang data diri nona Jean"
Edward membuka satu persatu isi dari berkas tersebut, wajah dan mimik mukanya berubah - ubah beberapa kali dan tak lama ada satu kemarahan hinggap di dalam diri Edward setelah Edward melihat beberapa laporan yang sudah dibawakan oleh Doni.
"Don, ada dana yang masuk ke rekening tuan Lauren dari rek nona Jean? "
" Betul tuan, jika tuan perhatikan dari laporan keuangan terjadi defisit dari laporan tersebut, laporan itu adalah gabungan laporan keuangan dari Chandradinata Corp dan Winata Corp dan yang mengerjakan laporan tersebut adalah nona Jean"
"Di dalam laporan tersebut jelas sudah sangat terlihat bahwa ada data keuangan yang di manipulasi oleh nona Jean dan jika lihat pada data rekening pribadi nona Jean jumlah dana yang dikirimkan nona Jean kepada rekening tuan Lauren hampir sama dengan jumlah defisit yang kita alami"
"Kau mendapatkan bukti yang cukup kuat Don untuk kali ini dan dengan ini kita bisa membawa nona Jean ke kantor polisi dengan tuduhan penggelapan dana perusahaan, Karena tetap sumber dana terbesar untuk kerja sama ini berasal dari Chandradinata Corp"
"Tuan apakah tuan tidak ingin menyelidiki siapa sebenarnya tuan Lauren"
Edward terdiam sejenak dan pada akhirnya memberikan sebuah keputusan.
"Tidak perlu Don, pada akhirnya nona Jean akan mengatakan yang sebenarnya jika pada nantinya dia sudah tersudut dan kita hanya tunggu waktu saja"
"Baik tuan"
"Sekarang siapkan kendaraan untuk kita berangkat ke Winata Corp, dengan bukti ini kita akan menyeret nona Jean lebih dalam lagi"
Dan pada akhirnya Edward dan Doni pergi ke Winata Corp dengan membawa semua bukti penggelapan uang yang sudah dilakukan oleh nona Jean.
Rasa marah dan kesal bercampur menjadi satu di dalam diri Edward, dia sangat membenci seseorang yang tidak jujur dalam setiap kerja sama antar perusahaan.
Sesampainya mereka di Winata Corp Edward dan Doni segera naik ke lantai paling atas ke dalam ruangan Cassandra.
Dan Sesampainya di sana, saat Edward menerobos masuk ke dalam ruangan Cassandra Edward melihat Jean dan Cassandra berada di dalam ruangan tersebut.
"Kau!! untuk apa kau kemari lagi? "
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.