
Dalam kesendirian nya Kimmy mulai terbangun dari setiap tidur panjang nya di Rumah Sakit, sudah hampir seminggu Kimmy berada di Rumah Sakit tersebut dan itu sangat membuatnya jenuh
Kesehatan Kimmy yang sudah semakin membaik membuat dirinya ingin keluar dari kamar untuk sekedar berjalan - jalan di taman di Rumah Sakit tersebut.
Kimmy membuka kamar dan betapa terkejut nya dia ketika dia melihat banyak sekali pengawal berdiri di samping kanan dan pintu utama tempat Kimmy di rawat.
Untuk apa orang sebanyak ini berada disini? astaga aku seperti seorang tawanan yang hendak melarikan diri.
"Selamat malam nona muda, kami ditugaskan oleh tuan Edward untuk memantau setiap aktivitas nona muda di dalam Rumah Sakit ini.
"Apa yang hendak nona muda lakukan? "
Kimmy berbalik arah dan memandang mereka semua
Apa mereka menyebutku dengan sebutan nona muda? Lalu tuan Edward siapa tuan Edward ahh mungkin dia adalah suamiku, astaga berapa uang yang sudah dia habiskan untuk para pengawal ini?
"Tuan aku hanya ingin berjalan - jalan di sekeliling Rumah Sakit ini karena aku merasa bosan dapatkah tuan mengizinkan aku untuk berjalan-jalan di taman? "
Para pengawal saling berpandangan dan dari pandangan tersebut terdapat sebuah hasil bahwa Kimmy tidak diizinkan keluar kamar.
" Maafkan kami nona namun atas perintah tuan Edward, nona Kimmy dilarang untuk pergi kemanapun tanpa seizin tuan Edward "
Kimmy yang mengetahui permintaan nya di tolak membalikan badan dan membanting pintu ruangan tersebut dengan sangat kencang.
" Kenapa orang-orang di luar sana begitu aneh, kenapa suamiku menempatkan mereka begitu banyak, aku bukan tawanan huh"
Kimmy membaringkan badannya kembali dan memeluk bantal nya dengan sangat erat hatinya sangat kesal karena tidak seorang pun mengizinkan dirinya keluar dari dalam ruangan tersebut.
Sementara dirumah putih Edward yang sedang berbicara dengan Doni untuk setiap rencana melenyapkan masa lalu nya Kimmy, mendadak Edward melihat ke arah CCTV yang di pasang didalam kamar Kimmy, Edward melihat bahwa istri yang dicintainya sedang dalam keadaan kesal, Edward tersenyum dan ingin segera pergi ke Rumah Sakit itu kembali
"Don, kau urus saja apa yang harus kau lakukan, aku akan kembali ke Rumah Sakit untuk menemani istriku"
Tanpa banyak berkata - kata Edward segera berlari meninggalkan Doni yang masih berada di dalam ruang kerja Edward.
Edward segera melajukan kendaraan ke arah Rumah Sakit untuk menjumpai istrinya yang sedang kesal.
Sesampainya Edward ke Rumah Sakit, Edward masuk ke dalam kamar Kimmy dan melihat Kimmy menangis sambil memunggungi dirinya.
Edward yang tau istrinya menangis segera mendekat ke arah nya.
"Sayang ada apa denganmu? kenapa engkau menangis?"
Kimmy membalikan badannya dan melihat Edward sudah duduk di samping tempat tidur Kimmy.
"Aku sedang kesal padamu, kau memperlakukan aku seperti tawanan"
"Apa maksudnya aku memperlakukan kau sebagai tawanan"
Edward mulai kebingungan karena perkataan Kimmy.
"Hiks, hiks kau menempatkan banyak pengawal di luar dan mereka semua melarang ku untuk berjalan-jalan meskipun hanya di taman Rumah Sakit ini saja hiks, hiks, hiks"
"Mereka bilang semua itu atas perintah mu hiks, hiks, hiks, aku bosan berada di dalam ruangan ini, aku ingin keluar kenapa kau begitu jahat padaku ha? hiks, hiks"
Setelah Kimmy mengucapkan segala sesuatu yang terpendam di dalam hatinya, Edward hanya tersenyum ke arah Kimmy, Edward sadar Kimmy mengalami banyak perubahan setelah ingatan hilang, Kimmy menjadi lebih bergantung pada dirinya.
"Jadi masalah utama kau menangis hanya karena kau merasa bosan berada di dalam kamar ini dan kau ingin jalan-jalan?, kau marah padaku karena aku tidak mengizinkan mu keluar kamar?"
Kimmy memandang wajah Edward dan mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menangis.
Tiba-tiba Edward menarik Kimmy ke dalam pelukannya, Edward mengendong Kimmy di dalam ruangan dan bersiap membawa Kimmy keluar dari ruangan tersebut.
"Ttturunkan aku, kumohon turunkan aku"
Kimmy mencoba meronta-ronta di dalam gendongan Edward, namun tenaga nya terlalu kecil untuk melakukan hal itu, Edward mendekap Kimmy sehingga Kimmy semakin masuk ke dalam dada bidang milik Edward, Kimmy mencium aroma khas dari pemilik tubuh tersebut, dan dia tiba-tiba bisa merasakan perasaan rindu yang begitu mendalam, Kimmy memeluk Edward dan membiarkan Edward membawa dia keluar kamar"
"Sayang kau boleh keluar dari ruangan ini jika kau bersama denganku, selain itu aku tidak akan mengizinkan siapapun mendekati kamar ini sekarang kau mau ke taman kan ayo kita kesana"
Edward berjalan ke luar ruangan dengan mengendong Kimmy sementara Kimmy menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang Edward.
Kimmy tak banyak berbicara saat Edward mengendong dirinya, Kimmy sibuk dengan perasaan nya sendiri dia begitu menikmati aroma khas dari pemilik badan yang sedang mengendong dirinya saat ini.
"Sayang kau masih mau aku gendong apa aku turunkan kau sekarang?
Lamunan Kimmy terbuyarkan oleh suara Edward.
"Emm turunkan aku dibangku taman ini saja"
Edward mendudukkan Kimmy di bangku taman tersebut tak lupa dia melepaskan jas nya dan mengenakan kepada Kimmy.
"Sayang di luar dingin, kau harus memakai ini"
"Terima kasih, malam ini indah sekali, lihatlah banyak bintang"
Kimmy memeluk erat lengan Edward dan menunjuk ke arah langit-langit.
Edward segera memeluk tubuh Kimmy dengan sangat erat seakan tidak mau untuk melepaskan nya.
"Iya malam ini indah, dan aku berharap dapat menikmati malam ini dan Malam-malam seterusnya dengan istri yang aku cintai"
Kimmy memandang Edward sambil tersenyum dan Edward mengusap rambut Kimmy.
"Katakan pada ku apakah dulu aku istri yang manja seperti ini? "
Edward yang mendengar pertanyaan Kimmy kembali harus berbohong di hadapan nya.
" Ya kau adalah istri yang sangat manja, dan menjengkelkan"
"Hmm lalu kenapa kau masih mau menikah denganku? Katakan bagaimana awal kita bertemu, bagaimana awal kita pacaran sampai pada akhirnya kita menikah?
Deg
Edward sama sekali tak mengira jika Kimmy bertanya hal seperti ini Edward tidak akan mungkin menjelaskan jika Kimmy menjadi istrinya secara terpaksa akibat ajang pencarian menantu dan awal pernikahan dilalui dengan penderitaan dan tanpa cinta.
Edward menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai menceritakan kebohongan yang dikarang nya dengan penuh romantis.
"Sayang aku sudah menceritakan semuanya kepada dirimu, dapatkan aku meminta mu memberikan hadiah untuk ku? "
" Hah hadiah? aku tidak memiliki uang untuk membelinya"
"Hahaha kemarilah aku hanya menginginkan ini, sekarang pejamkan kedua matamu"
Tanpa merasa curiga Kimmy mendekatkan dirinya ke Edward, Edward memandangi bibir sensual yang sudah lama tidak di cium nya
Tanpa butuh banyak cerita Edward mendarat kan ciuman ke dalam bibir Kimmy.
Mata Kimmy terbuka sangat kaget ketika Edward mencium dirinya nya, Kimmy mencoba untuk berontak dalam ciuman tersebut, namun nampaknya kali ini Edward adalah pemenang nya dia masih mengetahui titik sensitif dari pemilik bibir sensual tersebut dan pada malam hari itu Kimmy dibuat tidak berdaya untuk melawan dalam setiap ciuman yang Edward berikan kepada nya.