I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
TAMPARAN UNTUK EDWARD



Pagi itu Kimmy bangun agak terlambat, malam yang penuh dengan tangisan membuat dirinya tidak dapat tidur dengan nyenyak.


Mata terpenjam, namun pikiran tetap jalan perasaan yang begitu kuat mengatakan telah terjadi masalah dengan Edward suaminya


Saat Kimmy bangun, Kimmy melihat di sebelah tempat tidurnya masih kosong, itu artinya memang Edward tidak kembali ke rumah putih setelah kepergian dengan kemarahan nya.


Kimmy membelai samping tempat tidurnya seakan - akan dia ingin merasakan bahwa kehadiran Edward masih ada, namun sepertinya percuma karena memang Edward betul-betul tidak berada disamping dan memeluk dirinya disaat dia tertidur.


"Sayang kamu ada dimana sekarang?"


Lama Kimmy membelai bantal yang ada di sampingnya tersebut, tatapan matanya mengarah ke langit-langit kamar seakan mencari jawaban di mana keberadaan Edward saat ini.


Tok, tok, tok"Nona ini Maya bolehkah Maya masuk ke dalam kamar?"


Suara Maya menyadarkan lamunan Kimmy yang sedari tadi menatap langit-langit kamarnya.


"May masuklah pintu kamar tidak di kunci"


Kimmy memang tidak pernah mengunci pintu kamar tersebut dia berharap Edward tiba-tiba pulang dan memeluk dirinya dalam tidur, sehingga ketika dia bangun dia dapat mencium aroma khas tubuh suaminya itu sedang memeluk dirinya.


Namun semua itu hanya harapan dan Khayalan Kimmy semata, karena sampai saat ini dan hingga detik ini Edward belum kembali ke rumah putih.


"Nona apakah nona betul akan kembali ke Rumah Sakit? "


Kimmy kembali tersenyum dengan pertanyaan Maya, entah sudah berapa kali Maya menanyakan akan hal itu, Kimmy tau bahwa Maya mengkhawatirkan dirinya, namun tak dapat dipungkiri bahwa saat ini Kimmy juga mementingkan pasien nya.


" May jangan khawatir kan aku hari ini aku akan tetap berangkat ke Rumah Sakit, percayalah padaku May"


"Baiklah nona jika memang keadaan nya seperti itu". Kimmy mulai beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"May tolong bantu aku untuk membersihkan badanku"


"Baik nona Kimmy "


Sepanjang pagi itu Maya membantu Kimmy untuk menyiapkan keperluan untuk Kimmy berangkat ke Rumah Sakit, keadaan Kimmy yang belum sembuh betul membuat dia harus dibantu orang lain dalam melakukan setiap aktivitas nya.


Pagi itu setelah Kimmy bersiap - siap, Kimmy berangkat ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan para pasien nya.


"May izinkan aku untuk mengemudikan mobil sendiri hari ini, aku ingin belajar mandiri kau tidak perlu khawatir aku sudah mulai belajar untuk mengendarainya"


"Tapi nona tuan Edward meminta ku untuk mengantarkan kemanapun nona akan pergi"


"Kau tidak perlu khawatir May, kalau soal Edward biar aku yang mengurusnya"


"Baiklah nona"


Dan pada hari itu Kimmy berangkat ke Rumah Sakit tanpa didampingi oleh Maya, sebenarnya Kimmy memiliki tujuan kenapa dia melakukan hal tersebut, setelah dia selesai praktek dia berniat untuk mengunjungi Liyana, entah kenapa Kimmy merasa ada yang sedang terjadi dengan gadis tersebut.


Beberapa waktu yang lalu Kimmy mengirim uang dalam jumlah yang sangat fantastis ke dalam rekening Liyana, uang tersebut Kimmy berikan secara cuma-cuma untuk menebus Liyana dari tempat lokalisasi dimana dia berada saat ini, setelah Liyana bebas Kimmy meminta Liyana memulai hidup yang baru dengan usaha kecil - kecilan, Kimmy memberikan modal untuk Liyana membuat usaha butik dan Kimmy meminta untuk Liyana pergi sangat jauh agar Edward tidak memaksa nya lagi, namun tak di sangka Liyana tidak mengikuti saran Kimmy, dia hanya pindah ke pinggiran kota dimana letak tempat tersebut justru tak jauh dari rumah putih tempat dimana Kimmy saat ini tinggal


Awalnya Kimmy kurang setuju dengan keputusan Liyana, namun Kimmy mencoba untuk menghormati Liyana.


Sementara di pinggiran kota di sebuah Rumah Sakit nampak seorang gadis muda terbaring lemah seorang diri, gadis tersebut sudah sadar dari pingsan nya.


"Dimana aku? apa yang terjadi denganku? arrrrh sakit sekali kaki ku ini hiks"


Gadis tersebut adalah Liyana, Liyana tersadar dari tidur panjang nya, ketika dia sadar dia menatap langit - langit kamar dan mulai mengingat peristiwa yang menimpanya di waktu malam itu.


"Hiks, hiks, hiks kenapa aku harus kembali berurusan dengan laki-laki kejam itu lagi? aku ingin hidup tenang setelah aku keluar dari tempat terkutuk tersebut, namun kenapa aku harus kembali lagi ke sini dan kembali terluka olehnya, maafkan aku dokter Kimmy,dia berhasil menjamahku kembali"


Liyana terus memandangi langit-langit kamar dan menangis dengan setiap peristiwa yang terjadi pada dirinya tadi malam, tiba-tiba Liyana mengingat perkataan Kimmy, jika suatu saat dia kembali berurusan dengan Edward Chandradinata dia harus secepatnya untuk menghubungi Kimmy.


Liyana mencari - cari tas dan ponsel nya dan dia menemukan barang - barang tersebut di meja dekat tempat tidurnya.


Segera setelah itu dia menghubungi Kimmy dan menceritakan segala sesuatu yang sudah terjadi pada dirinya di malam itu kepada Kimmy, Liyana menceritakan segala sesuatu nya dengan terperinci kepada Kimmy.


"Baik Liyana, kau tenanglah disana, aku akan segera menuju ke Rumah Sakit tersebut, namun sebelum itu kirimkan aku alamat tempat Edward terakhir kali kau bersama dengannya, jangan khawatir aku tidak memberitahukan apa-apa kepada dirinya"


Setelah selesai mengatakan hal tersebut Kimmy segera menutup panggilan telepon nya, Kimmy yang sudah tidak ada pasien dan berada di dalam ruangan seorang diri mulai kembali meneteskan air matanya, namun saat ini kemarahan lebih menguasai hatinya.


Dengan segera mungkin Kimmy mengambil tas dan pergi dari ruangan tersebut, Kimmy berlari ke arah parkiran mobil dan masuk ke dalam nya, Kimmy mengendarai mobil tersebut dalam keadaan marah.


"Kau kejam Edward, kau melukai seorang wanita dengan senjata api kau kejam!!!, lihat lah aku akan ke tempat kau sekarang dan lihatlah apa yang akan aku lakukan untuk mu"


Kimmy memukul-mukul tangan nya di kemudi mobil tersebut, hatinya tak lagi ingin menangis, namun kemarahan yang ada pada diri Kimmy saat ini, dengan kecepatan tinggi dia mengarahkan mobil tersebut ke tempat hotel yang Edward tinggali, Kimmy mendapatkan alamat hotel tersebut dari Liyana.


Sesampainya di hotel Kimmy segera masuk ke dalam, Kimmy menggunakan akses VVIP milik keluarga Chandradinata yang diberikan kepada nya, dan akses tersebut membuat dia segera masuk ke dalam lift VVIP khusus keluarga besar Chandradinata yang akan langsung mengarah ke lantai paling atas, ruangan hotel milik keluarga Chandradinata.


Sesampainya di atas Kimmy hanya melihat satu kamar yang besar dikelilingi oleh para pengawal.


Begitu para pengawal melihat kedatangan Kimmy dan Kimmy menunjukan akses VVIP nya para pengawal langsung tau bahwa Kimmy adalah istri dari Presdir Edward Chandradinata.


"Biarkan aku masuk kedalam kamar ini, aku istrinya dan aku menggunakan akses VVIP ini kepada kalian, maka aku harap kalian tidak membantah perkataan ku"


Nada Kimmy yang pada dasarnya lembut berubah penuh dengan kemarahan ketika dia melihat para pengawal tersebut, dan para pengawal yang sudah tau bahwa Kimmy memegang akses VVIP dimana para pengawal juga wajib melindungi Kimmy pada akhirnya mengizinkan Kimmy untuk masuk.


Kimmy masuk ke dalam kamar dan tercium bau alkohol yang begitu menyengat dari dalam kamar tersebut


Kimmy melihat Edward duduk seorang diri di dalam kamar tersebut.


"Tuan Edward Chandradinata ini aku Kimmy Valerie istrimu"


Edward yang sedari sudah melihat kehadiran Kimmy dari CCTV segera membalikan badan, berdiri dan menuju ke arah Kimmy.


"Apa yang kau inginkan? kau mau memohon kepadaku dan kau mau meminta maaf atas kesalahan mu? "


Kimmy tidak berkata apapun namun tangannya melayang ke arah Edward.


Plak, plak


" Kau kejam Edward Chandradinata, kau telah melukai seorang gadis, kau menembak dirinya, kau tidak memiliki hati nurani!!!


Entah mendapat kekuatan darimana ketika Kimmy berani menampar Edward


Edward yang sama sekali belum pernah di tampar oleh seseorang wanita hanya diam mematung terkaget-kaget.


"Jika kau berani menyentuh Liyana, maka aku akan bunuh diri bersama dengan dirinya ingat itu!!! "


Kimmy langsung meninggalkan Edward dengan penuh kemarahan, para pengawal masuk ke dalam kamar setelah kejadian tersebut


" Tuan apa perlu kami mengejar nona muda"?


"Tidak perlu hubungi Doni aku ingin segera berbicara dengan nya"


"Baik tuan"


Sementara itu selalu Kimmy meninggalkan ruangan Edward,Kimmy masuk ke dalam mobil dan menangis histeris.


"Apa yang baru aku lakukan? aku menampar suami ku hiks, hiks, hiks dia kejam, dia melakukan itu pada Liyana dia kejam"


Kimmy terus menangis di dalam mobil nya.