I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
PERASAAN CLARISSA



Dan sebelum mereka sampai di sana tiba - tiba mereka kembali di hadang oleh para pengawal.


"Astaga kenapa kita harus bertemu dengan mereka lagi, ayo Richard cepat kita bereskan mereka "


Dan pada akhirnya Richard dan Jian Lee kembali adu tembak dengan para pengawal Rei, sebelum mereka sampai pada ruangan Rei dan Edward bertarung.


Sementara itu Clarissa yang kini berada di ruangan lain segera mencari Richard dan juga Jian Lee, karena saat ini Clarissa menyadari bahwa dia tinggal sendiri di ruangan itu.


Dimana mereka? kita terpencar semua, dan kau hebat sekali Kakek Lauren, kejam sekali apa yang telah kau lakukan kepada kami dan sekarang seperti nya Kakek hanya menyelamatkan Rena, Kakek Lauren pasti menuju ke ruang rahasia, aku harus mencari ruangan itu sekarang.


Dan tak beberapa lama Clarissa pun mulai menyusuri hampir setiap sudut ruangan di markas Keluarga Lauren.


Sementara itu Dokter Rena dan tuan Lauren masih memperhatikan semua kejadian yang saat ini masih berlangsung.


"Kek apa yang Clarissa cari? "


Dokter Rena memperhatikan salah satu layar monitor dan melihat seperti Clarissa sedang mencari sesuatu.


" Rena, dia pasti sedang mencari ruangan ini"


"Jadi Kakek tidak pernah memberitahukan ruangan ini kepada cucu kandung Kakek sendiri? "


" Ya, karena Kakek tau dia adalah wanita yang sangat lemah dengan perasaan nya, Rena bagaimana dengan pengawal yang saat ini membawa racun tersebut? "


" Pengawal itu sedang menuju ke ruang Rei dan Edward Kek, atas perintah ku maka dia baru boleh menembak kan racun tersebut "


" Baiklah, mari kita nikmati lebih lagi pertunjukan ini"


Dan pada akhirnya Dokter Rena dan tuan Lauren kembali memperhatikan layar monitor raksasa yang berada di dalam ruangan itu.


Sementara itu Clarissa yang sedang mencari ruangan tuan Lauren pada akhirnya tidak menemukan apapun di ruangan tersebut, sampai pada akhirnya dia malah bertemu dengan Richard dan Jian Lee sedang baku tembak dengan para pengawal yang saat ini bersama dengan mereka.


Dan pada akhirnya Clarissa bergabung dengan Jian Lee dan Richard dalam baku tembak tersebut, keahlian Clarissa dalam menembak sangat membantu Richard dan Jian Lee memenangkan nya.


"Dimana Edward? "


"Dia pasti ada di lantai tiga"


"Ayo kita kesana"


Dan pada akhirnya mereka bertiga segera menyusul Edward menuju ke lantai tiga,dan setelah mereka sampai di lantai tiga, mereka melihat Edward dan Rei masih baku hantam dan itu belum selesai.


"Hei apa yang mereka lakukan, jika ada senjata untuk apa mereka melakukan hal ini, ayo kita bantu Edward jika tidak dengan senjata aku pun bisa melakukan itu"


Jian Lee sudah bersiap untuk membantu Edward, namun tiba - tiba di halangi oleh Clarissa.


"Tunggu, jangan langsung maju ke area itu"


"Kenapa? "


" Mungkin ini salah satu trik dari Kakek dan Rena, aneh bukan? kenapa mereka sampai seperti ini? "


Kini baik Jian Lee dan Richard ke dua laki-laki tersebut sama - sama menatap Clarissa, mereka berdua di buat tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Clarissa.


" Coba kau jelaskan ulang pada ku"


"Sudah lah perasaanku yang mengatakan begitu, sekarang ada baiknya kita mengawasi sekeliling ruangan ini, aku percaya Edward mampu mengalahkan nya"


"Clarissa jangan kau memakai perasaan mu terlalu banyak dalam hal ini"


"Jian Lee ada baiknya kita mengikuti apa yang Clarissa mau"