I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
CIUMAN JIAN LEE



"Liu ada laki -laki gila disini"


Fanny menunjuk wajah Jian Lee yang wajahnya kini sudah basah akibat semburan air putih dari Fanny.


"Siapa yang gila?namaku Jian Lee,bukan laki -laki gila"


Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil mengambil sapu tangan untuk membersihkan wajahnya yang sudah basah akibat semburan air dari Fanny.


"Kau laki -laki gila tersebut,apa kau pikir menikah itu seperti memilih kucing dalam karung ha?"


"Tidak ada kucing di sini untuk apa kau menyalahkan kucing juga "


"Akh entahlah, kepala ku menjadi sakit ketika terus menerus berhadapan dengan mu tuan Jian Lee"


Fanny memijit -mijit pelipisnya dan mulai memejamkan matanya.


"Perkataan ku tadi serius nona Fanny"


"Dengar tuan Jian Lee, pernikahan itu tidak segampang itu semua butuh proses,aku saja baru mengenal mu , bagaimana dengan gampang tiba -tiba kau mengajak ku untuk menikah ha?"


"Nona,untuk apa membuat segala sesuatunya menjadi rumit jika sesuatu tersebut bisa kita buat menjadi lebih gampang"


"Dan aku belum begitu mengenal mu,dan kau juga baru bertemu dengan ku"


"Mengenal itu bisa kita lakukan setelah menikah,aku sudah cukup mengenalmu dengan beberapa hari ini terus mengikuti mu"


"Ah sudahlah percuma aku menjelaskan segala sesuatunya kepada mu tuan Jian Lee"


"Kau terlalu memandang masalah menjadi sangat rumit nona"


Jian Lee langsung menatap tajam ke arah Fanny,pelan -pelan dia berdiri dan mendekatkan wajahnya ke arah Fanny,Jian Lee memegang ke dua tangan Fanny dan menatapnya dengan tajam.


"Mmmau apa kau?aku bisa berteriak sekarang agar keamanan datang"


"Berteriak lah jika kau ingin membuat seisi Rumah Sakit ini mengetahui posisi kita sekarang seperti apa"


Jian Lee menarik tubuh Fanny dan menyudutkan tubuh Fanny di sudut ruangan ,saat ini hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan tersebut,Liu Yen memilih untuk keluar ketika Jian Lee sudah mulai mendekatkan wajahnya ke arah Fanny.


"Lepaskan aku Jian Lee!!!"


Jian Lee yang sudah berhasil menyudutkan tubuh Fanny kini mengunci tubuh tersebut dengan kedua tangan nya .


"Lepaskan!!!"


Bukannya melepaskan,namun Jian Lee semakin mendekat ke arah wajah Fanny,menatap matanya dengan tajam,Fanny berusaha untuk melawan tatapan mata tersebut,namun tatapan Fanny tak setajam tatapan Jian Lee.


"Sekarang katakan padaku bahwa kau tidak memiliki perasaan apapun terhadap ku!!"


Jian Lee semakin mendekatkan wajahnya ke arah Fanny dan pada akhirnya menyentuh bibir Fanny dengan kecupan hangatnya.


Fanny ingin berontak,namun dia seakan tak bisa dibuat melawan dengan setiap cengkraman dari Jian Lee,Fanny seperti merasakan bahwa hal ini pernah dia lakukan,dan Fanny langsung teringat akan laki -laki yang pernah di jumpai nya di alam mimpi.


Pada akhirnya Fanny melepaskan pertahanan nya,dengan kecupan lembut dari Jian Lee Fanny di buat tenggelam dalam sebuah kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan,cukup lama mereka berciuman sampai pada akhirnya Jian Lee melepaskan ciuman tersebut karena gairahnya mulai semakin naik,dia takut jika dia terus melanjutkan permainan ini maka dia akan membuat Fanny ternoda.


"Menikah lah dengan ku,aku mencintaimu"


Dan setelah berkata demikian Jian Lee mengecup mesra kening Fanny,dan langsung pergi meninggalkan ruangan Fanny.