
Dan pada akhirnya kini Dean bertanya kepada Liyana apa yang harus dia lakukan.
Liyana membalikkan badan nya dan kini menatap Dean dalam - dalam.
"Dokter bertanya kepada ku? "
" Iya aku bertanya kepadamu, lantas kepada siapa lagi tadi aku berbicara ha? "
Dean agar sedikit kesal dengan pernyataan dari Liyana.
"Dokter, jika boleh aku berkata sampai saat ini aku tidak tau rasanya mencintai dan dicintai, aku tidak pernah tau rasanya apa itu cinta"
"Maksudmu ? "
" Ya Dokter, dari aku remaja aku sudah menjual diri semua itu aku lakukan untuk Ayah yang saat itu membutuhkan banyak biaya, niat awal aku tidak pernah ingin menjual diri, namun ada satu wanita yang diam - diam menipu ku, dia mengatakan bahwa aku akan bekerja di tempat nya sebagai asisten rumah tangga, namun setelah sampai aku malah di minta nya untuk melayani para tamu "
Dean yang sedari tadi sibuk dengan perasaan nya dengan Kimmy perlahan-lahan mulai bersimpati kepada satu orang gadis yang saat ini duduk di samping dirinya.
" Jadi kau sudah melakukan semuanya itu dari remaja? "
" Ya Dok, aku tidak pernah merasakan rasanya dicintai dan rasanya mencintai, pikiran ku waktu itu hanya uang dan uang bertahun - tahun aku hidup seperti itu, hati ku menjadi mati rasa akan yang namanya cinta, sampai suatu saat aku bertemu dengan tuan Edward yang memiliki kelainan seksual dan aku dipaksa untuk melayani nya hingga pada akhirnya aku mengalami luka - luka"
"Namun tuan Edward memiliki istri yang hatinya seperti malaikat dan singkat cerita, pada akhirnya nona Kim yang membebaskan aku dari tempat prostitusi dan pada akhirnya singkat cerita aku bertemu dengan tuan Adrian tanpa sepengatahuan tuan Edward, tuan Adrian melihat kerinduan ku menjadi seorang perawat dan pada akhirnya aku bisa berada di samping Dokter saat ini"
"Bukan melupakan, tapi merelakan, manusia sejak lahir sudah diberikan ingatan, jadi di dalam hidupnya manusia tidak akan benar - benar lupa semua peristiwa ya termasuk yang aku ceritakan kepada Dokter tadi"
"Jadi jika kita memaksa diri kita untuk melupakan orang lain, mungkin sejenak kita akan lupa dengan setiap kesibukan kita, namun di saat kita bertemu kembali dengan orang tersebut maka semua ingatan itu akan kembali lagi"
"Merelakan, ya aku belum pernah mencoba cara itu"
"Dokter harus mencoba nya, jika Dokter sudah merelakan nona Kim, maka ketika Dokter kembali bertemu dengannya Dokter tidak akan seperti ini lagi"
"Bagaimana caranya agar aku bisa merelakan dia? "
Kini Dean kembali menatap tajam ke arah Liyana.
" Jaga hati dan pikiran Dokter, Dokter harus mulai bisa mengerti tentang arti dari sebuah sakral nya pernikahan, dimana jika hal itu sudah terjadi maka tidak ada yang bisa memisahkan nya lagi, cinta nona Kim begitu kuat dengan tuan Edward dan karena kekuatan cinta itulah yang membuat nona Kim begitu bertahan dengan semua yang tuan Edward lakukan padanya"
"Dokter harus melihat bagaimana nona Kim berkorban banyak untuk tuan Edward hingga tuan Edward seperti ini, merelakan nona Kim sama saja melepaskan semua yang berhubungan dengan nona Kim, karena nona Kim sudah menikah semua yang dia miliki kini sudah menjadi milik suami nya separuh dari jiwa nona Kim adalah tuan Edward, jadi di dalam hati atau hal apapun hanya akan terpaku nama tuan Edward saja Dokter "
" Ya, aku mengerti terima kasih Liyana hari ini kau bersedia mendengarkan semua Curahan hati ku, sekarang aku harus kembali bekerja dengan hati yang baru"
Dean membelai kepala Liyana, tersenyum pada nya dan segera berdiri dan perlahan mulai berlalu dari hadapan Liyana.
Kini tinggal Liyana yang masih di dalam taman, Liyana mulai mengatur nafas nya, Liyana mulai mengatur irama detak jantung nya yang semakin tidak beraturan.
"Perasaan apa ini, kenapa rasanya aneh sekali, rasa yang belum pernah aku rasakan ketika bersentuhan dengan laki-laki manapun, ah aku tidak boleh jatuh cinta pada Dokter Dean, dia terlalu tinggi untuk aku bisa miliki"
Dan Liyana mulai memukul kepala nya perlahan agar dia segera sadar bahwa tidak akan mungkin jika dia sampai mencintai Dean.
Liyana bangkit berdiri dan kembali pada rutinitasnya hari ini.
Sore harinya Richard dan juga Jian Lee datang ke Rumah sakit untuk melihat keadaan Clarissa.
"Ya, ya aku memang pintar Richard dan itu sudah dari lama"
"Ya pintar dalam banyak hal, tapi agak kurang dalam urusan wanita "
" Apa kau bilang "
" Hahahaha, sudahlah ayo kita turun"
Dan pada akhirnya mobil yang di Kendarai mereka tiba di Rumah Sakit dan mereka turun untuk segera menuju ke ruangan Fanny.
"Selamat sore Dokter Fanny "
Fanny yang sedang istirahat setelah melihat keadaan Clarissa di kagetkan dengan kehadiran dua tuan muda yang kini sudah berdiri dihadapan nya.
" Duduklah tuan Richard dan tuan Jian Lee, ada apakah anda sore ini kemari? "
" Nona kami hanya akan memberikan kabar bahwa penawar racun teratai putih tahap pertama sudah selesai dan kami hanya ingin memastikan bahwa kondisi Clarissa harus stabil sebelum kita memasukan penawar tersebut ke dalam tubuhnya "
" Baiklah tuan Richard sejauh ini kondisi nona Clarissa stabil, namun jika tuan Richard ingin melihat nona Clarissa, kami akan mempersilahkan tuan Richard "
" Terima kasih nona Fanny, aku akan ke ruangan Clarissa sebentar "
Richard berdiri dari ruangan tersebut diikuti oleh Jian Lee.
" Hei untuk apa kau ikut berdiri, aku ingin menemui kekasih ku dan memandang nya dekat - dekat, kau tak perlu ikut tetaplah di ruangan nona Fanny sampai aku selesai dari tempat Clarissa "
Dan setelah Richard mengatakan hal tersebut Jian Lee kembali duduk dengan wajah yang tidak enak dipandang.
Sementara itu Fanny tersenyum melihat keadaan Jian Lee saat ini.
" Kenapa anda tertawa nona tidak ada yan lucu dengan kejadian ini"
"Tua aku tidak tertawa, aku hanya tersenyum "
"Itu sama saja"
"Ya, ya baiklah semua terserah anda, ada baiknya anda menjaga ruangan ini dengan baik"
"Hei kau mau kemana nona?"
"Ya aku akan pergi untuk menemui kekasih ku, hari ini dia sudah tiba di Negara W"
Fanny mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari tempat duduk nya.
"Tunggu nona, kau dilarang meninggalkan pekerjaan sebelum jam kerja selesai "
Jian Lee menghalangi Fanny yang hendak melangkah ke pintu.
" Tuan Jian Lee ada baiknya anda memeriksakan ingatan anda ke Dokter Psikiater, tuan lihat sekarang pukul berapa? waktu sudah menunjukkan jam kerja telah selesai, jadi jangan bertindak bodoh"
"Minggir!!