
" Janji? "
" Iya janji, janji untuk aku dapat melanjutkan permainan sudah tertunda"
"Hahahaha baiklah Edward lakukanlah, malam ini kembali lah tidur di kamar ini, masa hukuman mu sudah selesai"
"Baiklah"
Tanpa butuh waktu yang lama, Edward membuka semua pakaian Kimmy.
"Tunggu, lakukan itu dengan perlahan ingat ada anak mu di dalam perut ini"
Edward tersenyum dan segera mencium perut Kimmy.
"Sayang, Papa sangat mencintai kamu dan juga Ibu mu, jadi malam ini Papa meminta izin kepada mu"
"Hahahaha kau Edward bisa saja membuat ku tertawa, mungkin di dalam anak kita juga akan tertawa melihat tingkah Ayah nya"
"Aku mencintaimu Kimmy Valerie"
Edward mencium istri nya dari segala arah, semua bagian tubuh istrinya tak luput dari sentuhan seorang tuan muda Edward Chandradinata.
Malam itu Edward dan Kimmy begitu bahagia karena mereka pada akhirnya bisa menerima satu dengan yang lain nya, pada akhirnya Kimmy juga bisa menerima semua masa lalu dari Edward.
Kimmy membiarkan Edward memanjakan tubuhnya hingga dia terbang ke awan-awan, Kimmy membiarkan Edward memberikan banyak tanda cinta pada sekujur tubuhnya, Kimmy begitu mencintai suami nya, Kimmy mencintai Edward dan menerima setiap masa lalu nya.
"Terima kasih sayang, kau selalu memberi apa yang aku butuhkan dan tidak pernah menolak nya"
Edward mendaratkan ciuman mesra nya kepada Kimmy, Kimmy seorang istri yang selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami nya dan itu dia lakukan apapun yang terjadi pada keadaan suami nya.
"Sama - sama Edward, sudah tugas seorang istri memberikan ini kepada suami yang dicintai nya"
"Dan sudah tugas ku mencintai, memberikan kasih sayang, memberikan perlindungan, mencukupi setiap kebutuhan dari istri yang aku juga cintai"
"Tidurlah, esok hari kita harus bertemu dengan semua keluarga dan aku sendiri yang akan menjelaskan semua masa lalu ku kepada mereka "
" Aku yakin Papa dan Kakek sudah mengetahui akan hal ini,namun mungkin mereka masih segan untuk berbicara pada ku, karena pada saat dulu Clarissa meninggalkan aku, aku hampir gila dan harus berhadapan dengan beberapa Psikolog untuk memulihkan keadaan ku"
Edward kembali memeluk tubuh Kimmy yang hanya berbalut sebuah selimut putih.
"Jika aku yang meninggalkan dirimu seperti itu apakah kau juga akan jadi gila"
Deg
Pertanyaan yang terlontar dari mulut Kimmy seakan membuat jantung Edward berhenti berdetak.
"Hei apa yang kau bicarakan? tentu saja bukan menjadi gila lagi, namun aku akan mencari mu ke ujung dunia dan tidak akan pernah kembali sebelum aku menemukan mu"
"Lalu bagaimana jika kau tidak menemukan ku? "
"Tidak akan, aku pasti akan menemukan mu"
"Kenapa kau begitu yakin Edward "
" Karena ada cinta yang begitu besar dari ku untuk mu, karena kau adalah separuh dari jiwa ku, karena aku akan bisa merasakan keberadaan mu dengan deteksi cinta yang aku miliki terhadap mu, karena... "
"Cukup, kata - kata mu membuat aku pusing, aku yakin kau akan menemukan ku, itu sebabnya aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu kecuali..."
" Kecuali maut yang memisahkan kita, Tuhan ada di tengah - tengah cinta kita, Tuhan yang turut andil dalam setiap pertemuan dari kita berdua, meskipun dulu ketika aku mengikuti ajang pencarian menantu itu adalah keputusan ku, namun tetap Tuhan yang selalu memberikan aku kekuatan saat aku berada di samping dirimu seperti sekarang"
Kimmy membelai kepala Edward dalam sebuah cinta, Edward membalas sentuhan Kimmy dengan mencium tangan nya.
"Sayang berjanji lah pada ku, bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan ku apapun keadaan mu"
"Edward sudah berapa kali aku mengatakan akan hal itu kepada mu, apa kau tidak percaya? "
" Aku ingin engkau mengatakan hal tersebut lebih dari seribu kali"
"Hei kenapa jadi kau yang merajuk"
"Dengarkan, aku Kimmy Valerie Chandradinata tidak akan pernah meninggalkan suami ku yang bernama Edward Chandradinata apapun keadaan nya kecuali maut yang memisahkan kami"
"Sayang jika maut itu datang aku juga akan mengikuti dirimu"
"Astaga aku yang akan terluka jika itu benar - benar terjadi Edward"
"Tidur lah esok hari setelah kita bertemu dengan keluarga, kita pergi ke Winata Corp untuk berbicara dengan Clarissa soal Michelle "
" Edward harus kah aku ikut menemui nona Cassandra esok hari"
"Tentu saja kau harus ikut, kau adalah istri sah, kau adalah orang yang aku cintai, dan kau adalah... "
" Sudah - sudah simpan perkataan manis mu itu, baiklah esok aku kan menemui nona Cassandra bersama dengan mu, tapi.. "
" Tapi apa lagi? "
" Kumohon pada saat kita bertiga berdiskusi nanti, jangan kau mengeluarkan perkataan kasar kepadanya "
" Maksudnya? jika dia berani menyakiti mu maka aku tak segan - segan akan melakukan hal tersebut"
"Suami ku tuan Edward, kumohon agar kau bisa mengerti perasaan nya, dia sudah membesarkan Michelle seorang diri, mengandung dan melahirkan sendiri tanpa didampingi suami itu sangat lah berat, apalagi pada saat itu dia melakukan semuanya untuk keluarga dan aku sangat yakin di hati dia yang paling terdalam dia tidak ingin melakukan itu, sesama wanita pasti akan lebih mengerti apa yang dirasakan oleh nona Cassandra "
" Heh.. baiklah, baiklah aku patuh kepada nyonya Edward, namun tetap tidak ada pengecualian jika suatu saat dia ataupun keluarga nya berani menyentuh nyonya Edward aku tak segan-segan akan membuat perhitungan sampai ke akar-akar dari seorang Clarissa "
" Sudah lah jangan hati mu dikuasai oleh dendam, lagi pula mana ada orang yang bisa menyentuh aku, jika di setiap sisi kau menempatkan banyak sekali pengawal bayangan untuk melindungi diriku"
"Jadi selama ini kau mengetahui jika aku sering mengintai mu?"
"Hahahaha tentu saja aku mengetahui nya Edward Chandradinata, sepintar - pintar engkau melakukan hal tersebut, semua akan kalah jika perasaan wanita sudah bermain"
"Lalu kenapa kau tidak marah, atau tidak mengatakan jika kau tau aku menempatkan banyak pengawal bayangan untuk mu? "
" Aku sangat mengerti kenapa engkau melakukan itu pada ku Edward, dan aku menghormati keputusan suami ku, dan aku menyetujui nya selama mereka tidak mengganggu setiap aktivitas ku"
"Baiklah nyonya Edward, karena aku sudah mendapat izin dari mu, jangan salahkan aku jika esok hari aku akan menempatkan lebih banyak sekali pengawal untuk mu"
"Baiklah, namun ada satu yang aku minta darimu"
"Katakan"
"Jumlah pengawal yang kau tempatkan untuk ku harus sebanding dengan jumlah pengawal yang bersama mu juga, aku tidak ingin hanya aku yang merasa terlindungi, namun aku juga ingin suami ku ini juga merasakan hal yang Sama, jika syarat itu tidak dipenuhi maka aku akan dengan segera menolak semua pengawal itu"
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.