
Dean membanting tubuhnya ke atas kursi di samping tempat tidurnya yang kini sudah dipenuhi sebagian oleh tubuh Liyana.
"Sayang,kau sungguh menggoda,aku hampir-hampir tidak kuat untuk tidak memakan mu malam ini"
Dean menatap wajah Liyana dari dekat dan kemudian Dean langsung berpindah ke sisi Liyana.
"Tidurlah dengan tenang,kau akan aman bersama denganku,aku akan menjagamu dengan apapun yang aku miliki,aku tidak akan pernah menyentuh mu,aku tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan tentang mu,aku juga tidak pernah akan peduli bagaimana masa lalumu,karena yang sekarang aku akan melihat hanya masa depan bersama dengan dirimu Liyana"
Dean mengatakan hal tersebut sambil memeluk Liyana dan pada akhirnya ikut tertidur di samping Lilyana.
Sementara itu malam ini Fanny memilih pulang larut malam dari Rumah Sakit,Fanny ingin menghabiskan waktunya untuk berlama-lama di kantor merenungi setiap hal yang sudah terjadi di dalam setiap hidup nya beberapa waktu ini.
"Begitu banyak yang sudah terjadi beberapa waktu ini,dan hal itu semua terjadi secara bersamaan,aku lelah dan sangat lelah dengan semuanya"
Fanny menyandarkan kepalanya di kursi dan perlahan mulai tertidur.
Sementara itu Jian Lee yang kini juga masih berada di Rumah Sakit untuk menunggu hasil pemeriksaan Clarissa pada akhirnya tergoda untuk mendatangi ruang kerja Fanny.
"Ah lampunya masih menyala, berarti sang pemilik ruangan belum pulang"
Dari jauh Jian Lee, melihat lampu ruangan kerja Fanny masih menyala dan dengan senyum yang mengandung penuh arti Jian Lee segera berjalan mendekati ruangan tersebut.
Jian Lee membuka pintu dan kini dia mendapatkan sang pemilik ruangan sedang tertidur di kursi dengan air liurnya yang mulai terlihat.
"Ihhh,baru kali ini aku melihat gadis yang tertidur sampai seperti ini"
Dengan perlahan Jian Lee mengambil sapu tangan miliknya dan membersihkan air liur Fanny yang terlihat oleh matanya itu.
"Kau menarik,kau wanita luar biasa"
Jian Lee memegang bibir Fanny dengan kedua tangan nya dan sesekali tersenyum memandang sang pemilik bibir tersebut.
"Baiklah karena kau lelah,aku akan membawa mu untuk kembali ke rumah"
Tanpa butuh peringatan Jian Lee segera menggendong Fanny dalam dekapannya,membuka pintu kantor dan keluar dari ruangan itu,namun tiba -tiba.
Fanny tersadar dari tidurnya dan begitu dia tersadar dia sudah berada di dalam gendongan dari Jian Lee.
"Tidak mau!!"
"Lepaskan,jika tidak"
"Jika tidak kenapa ha?"
"Aku akan berteriak"
"Teriak saja jika itu yang kau mau"
"Baiklah"
"Tolong!!!!!"
Fanny mulai berteriak dengan kencang,dan beberapa bagian keamanan langsung datang mendengar suara teriakan Fanny.
"Dokter Fanny ada apa?"
"Tolong aku untuk aku bisa diturunkan oleh laki -laki ini"
Para keamanan kini beradu mata dengan Jian Lee dan para keamanan pada akhirnya tidak berani untuk melawan Jian Lee,karena Jian Lee memiliki kuasa di sana.
"Maaf nona kami tidak bisa menolong anda"
Setelah mengatakan hal tersebut para keamanan langsung pergi dari hadapan Fanny.
"Hei,kenapa kalian pergi,kenapa kalian begitu takut kepada laki -laki gila ini hei,pfffmmf"
Jian Lee langsung membungkam mulut Fanny dengan ciuman singkat darinya dan hal tersebut dilihat oleh beberapa staf Rumah Sakit yang berjaga pada malam hari.
"Sudah kubilang diam dan ikuti semuanya jika tidak aku akan menghukum mu seperti tadi"