
Edward menutup panggilan nya dengan Richard setelah semuanya diyakini beres Edward juga pada akhirnya bersiap-siap untuk pergi ke apartemen Richard untuk menindak lanjuti penyelidikan mereka.
Di dalam perjalanan tak henti - henti nya Kimmy berdoa agar pada saat dia bertemu dan berbicara dengan Maya, Tuhan memberikan kelembutan hati untuk Maya dan Maya pada akhirnya mau melakukan visum.
Hati Kimmy sebenarnya begitu sedih saat dia mengetahui bahwa Maya adalah yang dijadikan sebagai alat dimana para penjahat tersebut bisa merusak perasaan dirinya dan apa yang dilakukan para pembunuh bayaran itu berhasil, karena saat ini pikiran Kimmy hanya dipenuhi oleh Maya, namun Kimmy tidak menceritakan semuanya itu kepada Edward, karena Kimmy tau bahwa suami nya tersebut juga sedang berpikir banyak hal.
Tak beberapa lama mobil Kimmy memasuki halaman Rumah Sakit dan Kimmy pun segera turun dari mobil, Kimmy berjalan masuk ke dalam Rumah Sakit di kawal beberapa pengawal hingga ke dalam ruang rawat Maya.
Sesaat sebelum Kimmy masuk ke ruang rawat Kimmy menemui para Dokter dan berbicara menggunakan bahasa yang biasanya di gunakan di kota Paris, kepintaran Kimmy membuat dia bisa berkomunikasi dengan beberapa bahasa asing.
Sesampainya di ruang rawat Kimmy masih melihat Doni tertidur di samping Maya dan Kimmy melihat Maya duduk di tempat tidur dengan tatapan matanya yang kosong.
"Nona muda"
Doni yang mendengar Kimmy membuka pintu ruang rawat segera bangun dari tidur dan menyambut kedatangannya.
"Hai Don, bagaimana keadaan Maya? "
" Nona, sampai saat ini Maya masih belum mau untuk berbicara satu patah kata Maya hanya bisa menangis, diam dan menangis lagi, saya tidak tau lagi apa yang harus saya lakukan nona"
Hati Kimmy sedih melihat keadaan Maya,dan Kimmy semakin ingin membantu Maya untuk segera pulih dari setiap kejadian yang sudah di alami nya.
"Don, kau istirahat lah terlebih dahulu sampai sore, biar aku yang akan menjaga Maya"
"Tapi nona"
" Baiklah nona, terima kasih untuk segala kebaikan nona dan tuan, saya undur diri dulu nona"
Kimmy tersenyum kepada Doni dan melihat Doni keluar dari dalam ruang perawatan Maya untuk beristirahat di hotel.
Kini tinggal Maya dan Kimmy berdua di dalam ruangan, Kimmy mulai mendekati Maya dan duduk di samping tempat tidurnya,Kimmy memegang tangan Maya dan menggenggam tangan tersebut.
"May, kau ingat aku, jika kau ingat suara ku palingkan wajahmu dan tatap lah aku"
Kimmy mencoba lebih erat lagi menggenggam tangan Maya di dalam hati Kimmy berdoa dengan sangat kencang dan minta kepada Tuhan agar Maya mau memalingkan wajah kepada Kimmy.
Saat ini tatapan Maya masih kosong dan Maya hanya menatap ke jendela sesekali menangis dan terus terdiam.
"May, kau ingat kita pernah berjanji untuk menjadi sahabat dan itu berlaku untuk selamanya, apakah kau juga ingat kita berjanji untuk saling percaya satu sama yang lainnya, apa kau juga ingat saat pertama aku datang menjadi finalis ajang pencarian menantu?waktu itu ada sebuah kejadian dimana aku begitu malas untuk bertemu dengan tuan Edward, dan ingin lari dari rumah karantina dan di saat itu kau yang menyakinkan aku untuk tetap maju sampai final? "
" Apa kau juga ingat, waktu itu kau pernah memberikan kekuatan kepadaku pada saat tuan Edward masih memberikan siksaan fisik dan hampir setiap hari aku menerima siksaan fisik tersebut "
" May jika kau mengingat semuanya itu, berpaling lah kemari dan tatap aku sebagai Kimmy sahabat baik mu"
Maya masih belum mau menatap Kimmy namun perlahan air mata Maya mulai jatuh dan semakin lama air mata itu mengalir dengan deras.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.