I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KIMMY KHAWATIR



" Baiklah jika memang nona Fanny bisa untuk melakukan tugasnya,Papa harap kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali"


"Baiklah Pa, Richard mengerti "


" Dan satu lagi, mulai sekarang kita harus lebih waspada, tuan Jason tentunya tidak akan tinggal diam dengan peristiwa yang saat ini di alami oleh anaknya,kita tidak pernah tau apa yang akan tuan Jason perbuat setelah kejadian ini, tuan Jason adalah pemasok bahan - bahan racun teratai putih terbesar di dunia, anak nya melakukan hal ini agar rencana kita gagal "


" Kami mengerti Pa, kami akan mencoba untuk meningkatkan keamanan lebih lagi setelah kejadian ini"


"Bagus, lalu bagaimana dengan mu Edward Papa dengar hari ini akan ada banyak media yang akan meliput penawar racun tahap pertama tersebut "


" Ya Pa, para awak media tidak akan bisa kita larang untuk mereka meliput hal ini, karena dari awal kita sudah memberikan informasi tentang penawar racun teratai putih yang saat ini sedang dikerjakan oleh Farmasi Chandradinata, jadi di halaman Rumah Sakit akan disediakan tempat khusus untuk para awak media menunggu hasil dari reaksi penawar racun tersebut"


"Baiklah kau terus awasi segala sesuatunya dengan baik, pagi ini Papa juga akan ke Rumah Sakit untuk melihat proses tersebut, namun sebelum Papa kesana, Papa akan menjemput Kakek Jaya di bandara karena hari ini Kakek Jaya sudah kembali dari Italia"


"Baiklah Pa"


"Menantu ku apakah kau juga akan ikut ke Rumah Sakit pagi ini? "


Kini tuan Adrian memberikan pertanyaan kepada Kimmy dengan pandangan matanya yang tajam, tuan Adrian sama ketat nya dengan Edward ketika itu menyangkut tentang kehamilan dari Kimmy.


" Ya Pa, aku akan ikut Edward ke Rumah Sakit, namun Papa tenang saja aku tidak akan masuk ke ruangan Clarissa, aku akan menunggu Edward di ruangan eksklusif di Rumah Sakit tersebut"


"Baiklah jika begitu, Papa berharap kau bisa mengerti mengapa Papa mengatakan hal ini kepada mu, baiklah jika tidak ada yang perlu kita bicarakan, sebaiknya kita segera melakukan tugas kita masing - masing-masing "


Sementara itu Edward dan Kimmy kini sudah masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut sudah mulai melaju perlahan ke arah Rumah Sakit.


" Edward "


" Ya"


"Apakah kau yakin dengan keberhasilan penawar racun tahap awal ini?"


"Hei, kenapa istriku sekarang jadi pesimis seperti ini? "


" Ah tidak, hanya saja aku khawatir terhadap keadaan nona Clarissa, ketika penawar tahap pertama ini berhasil dan pada akhirnya nona Clarissa sadar, maka akan dilanjutkan pemeriksaan tahap selanjutnya, aku hanya khawatir jika ada cacat anggota tubuh akibat racun yang masuk ke dalam tubuhnya "


Edward sebenarnya merasakan hal yang sama seperti yang saat ini Kimmy sedang ucapkan, namun Edward tidak mau jika sang istri pada akhirnya cemas dan itu bisa berpengaruh terhadap kondisi kehamilan nya.


" Sayang, mari kita berdoa, kemungkinan buruk itu sebenarnya bisa saja terjadi, namun mari kita belajar untuk tidak memikirkan hal itu, pikirkan saja sesuatu hal yang positif, karena jika pikirkan - pikiran negatif yang lebih unggul berada di dalam diri kita, maka pada akhirnya hal itu yang akan terjadi, mari kita berdoa saja"


"Ya sayang, aku hanya tak ingin sampai nona Clarissa pada akhirnya menjadi cacat "


" Amin, semoga hal itu tidak terjadi "