
Maafkan aku sayang, maafkan aku, buanglah semua ingatanmu dan jangan pernah mengingat nya lagi, kumohon tetaplah seperti ini sampai masa tua kita nanti.
Dalam dekapan malam mereka pada akhirnya tertidur, Edward begitu menikmati tubuh istrinya dengan sempurna
Rasa lapar yang Edward rasakan pada akhirnya terpenuhi dengan sempurna pada hari itu.
Dan Edward sangat mengucapkan terima kasih kepada dokter Hendra salah satu dokter Psikiater yang juga merupakan rekan sejawat dari Kimmy, Edward menemukan nama dokter Hendra di dalam buku harian Kimmy, di sana Kimmy menuliskan jika ada satu dokter yang hebat yang selalu membantu dalam permasalahan hubungan suami istri antara dirinya dan Edward, dan lewat alamat yang tertera di buku harian Kimmy Edward pada akhirnya bisa menghubungi dan konsultasi dengan dokter Hendra
Malam yang telah larut berganti menjadi pagi, Kimmy bangun di dalam pelukan suaminya, dia tersenyum dan mencium kening Edward.
Segera Kimmy bangun dan mencari semua baju yang sudah di lemparkan Edward di bawah tempat tidur mereka.
Cukup lama Kimmy mencari baju tidurnya, karena Edward melempar baju-baju Kimmy ke sembarang arah.
"akhirnya aku mendapat kan baju-baju ku kembali, sayang entah bagaimana caramu melempar baju-baju ini sehingga begitu berserakan"
Setelah Kimmy memakai baju tidurnya, dia kembali ke sisi tempat tidur Kimmy masih melihat Edward tidur seperti bayi
Ingin rasanya Kimmy mencium suami nya tersebut, namun sepertinya dia sadar jika dia melakukan hal itu maka dia sama saja membangunkan macan tidur yang akan siap menerkamnya kembali
Pada akhirnya Kimmy memilih untuk duduk di bangku meja rasanya, Kimmy memandang berderet parfum yang berada di atas meja tersebut.
"Parfum, banyak sekali parfum ada di meja rias ini, apa dulu aku begitu menyukai parfum?"
Kimmy mencoba salah satu parfum dan menggunakan, saat itu Kimmy langsung merasakan pusing dan menjauhkan parfum tersebut.
"Akh bau ini parfum aku seperti mengenalinya namun aku tidak mengingat nya"
Kimmy mulai meletakan kembali parfum tersebut dan kembali melihat - lihat meja rias yang belum pernah di sentuh sejak dia kembali ke rumah putih.
Kimmy membuka laci demi laci meja rias tersebut, sampai pada akhirnya Kimmy menemukan satu dompet kecil di dalam laci tersebut.
"Dompet kecil ini isinya apa yah? kenapa aku seperti merasa tidak asing dengan bentuk dompet kecil ini"
Perlahan - lahan Kimmy hendak membuka dompet tersebut, namun Kimmy menggurungkan niatnya karena melihat suami yang di cintai nya sudah membuka mata
Segera Kimmy menyisipkan kembali dompet kecil tersebut ke dalam laci agar tidak terlihat oleh Edward, bagaimana pun juga sebenarnya didalam hatinya Kimmy masih belum yakin jika Edward sudah berkata jujur pada dirinya.
"Selamat pagi sayang"
Kimmy memberikan ucapan selamat pagi nya kepada Edward dan tersenyum semakin mungkin agar Edward tidak curiga pada dirinya.
Edward yang melihat istri yang dicintainya sedang duduk manis di kursi membuat Edward segera beranjak dari tempat tidurnya
Edward mendekati Kimmy dan mencium Kimmy dari segala arah, sedangkan Kimmy menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Hei kenapa kau menutup semua wajahmu seperti itu"
"Sayang kenapa kau masih belum menggunakan pakaian, kumohon jangan berdiri di hadapan diriku dengan keadaan mu yang masih seperti itu "
Edward yang mendengarkan perkataan Kimmy langsung tertawa dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kimmy.
" Hahaha jadi sekarang kau takut dengan ku hanya karena aku tidak memakai pakaian?"
"BBbbukan begitu, namun aku belum terbiasa untuk melihat nya "
" Sayang bolehkah jika aku memintanya lagi? "
" Meminta apa? "
Edward hanya tersenyum melihat wajah Kimmy yang mendadak kebingungan.
"Aku ingin kau yang hari melayani ku, aku ingin kau membalas semua pelayanan ku padamu semalam"
" Hah? "
Tanpa butuh persetujuan Kimmy dia segera menggendong Kimmy dan mengajak nya masuk kedalam kamar mandi.
Dengan penuh gairah Edward kembali melepaskan semua pakaian yang di kenakan oleh Kimmy.
Kimmy hanya diam dan berusaha mengimbangi permainan Edward, namun kembali Edward membuatnya tenggelam di atas awan
Edward berhasil membuka semua pakaian Kimmy dan kini dirinya mengguyur tubuh Kimmy dengan air dingin dengan shower yang mengalir membasahi mereka berdua
Dan di dalam guyuran air dingin itulah mereka kembali melakukan, merasakan kenikmatan yang tiada tara, dalam hati Kimmy sangat mengakui jika suaminya bisa betul - betul memperlakukan dirinya dengan baik, dan betul - betul tau setiap titik sensitif dirinya.
Edward selalu bisa membuat Kimmy menjadi tak berdaya dalam setiap aksinya
Di dalam kamar mandi itulah kembali terukir sebuah gairah, gairah atas dasar cinta, gairah yang di lakukan atas persetujuan Tuhan di bawah ikatan pernikahan yang sah
"Terima kasih "
Edward membisikan hal tersebut ke telinga Kimmy begitu mereka selesai melakukannya di dalam kamar mandi, Edward mengambil handuk dan mengeringkan tubuh istrinya mereka berdua keluar dari kamar mandi dan Edward segera bersiap - siap untuk berangkat ke kantor.
"Sayang hari ini aku ada meeting penting jadi tolong bawakan saja makan pagi ku, minta untuk para pelayan membawakan nya ke dalam mobil"
"Baiklah "
Kimmy segera menghubungi para pelayan untuk menyiapkan makan siang yang akan langsung di makan Edward di dalam mobil nya.
" Aku pergi dulu dan istirahat lah, jika perlu sesuatu semua pelayan yang ada di rumah ini siap melayani mu"
Edward mendaratkan ciuman kasih sayang kepada Kimmy dan segera berlalu dari dalam kamar mereka.
Sedari tadi pikiran Kimmy melayang pada dompet kecil yang dia taruh kembali di dalam laci pada meja riasnya
Dan setelah Edward pergi dengan segera Kimmy kembali duduk di meja rias tersebut dan membuka isi dompet kecil itu
Mata Kimmy sungguh tidak percaya dengan beberapa benda yang berada di dalam dompet kecil tersebut.
Kimmy melihat ada tanda pengenal yang bertuliskan dr. Kimmy Valerie Chandradinata, hati Kimmy lebih tersentak saat dirinya melihat pil kontrasepsi yang berada di dalam dompet tersebut.
"Aku seorang dokter?, aku betul - betul dokter? lalu kenapa Edward menyembunyikan identitas pekerjaan ku?, apa hak dia melakukan itu? Lalu ini pil kontrasepsi? untuk apa aku meminum pil kontrasepsi ini, untuk apa aku harus menunda kehamilan?, lalu apa ini bukti transfer kepada rekening Liyana, siapa Liyana? kenapa aku bisa mengirimkan banyak sekali yang kepada dirinya? "
Kimmy membongkar semua isi yang berada di dalam dompet kecil tersebut, hatinya begitu kecewa ketika mengetahui bahwa Edward menyembunyikan identitas asli pekerjaannya, hatinya begitu kecewa ketika Edward malah mengurung dirinya di dalam rumah ini
Rasa sesak yang begitu menyeruak di dalam hati Kimmy karena sesaat mereka sudah berjanji untuk saling jujur dan setia namun pada kenyataannya saat ini dia hidup dalam sebuah cerita yang sedang Edward cerita kan