I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
OTORITAS KIMMY



Kimmy menggenggam tangan Clarissa dengan erat dan memberikan kekuatan untuk dirinya.


"Nona Clarissa coba katakan dengan perlahan, nona aman bersama dengan dengan ku di rumah ini, siapa saja yang membantu Jean melakukan hal ini? "


Clarissa semakin menundukkan wajahnya dan semakin menangis dengan sangat kencang.


" Nona Kim maafkan aku yang baru bisa mengatakan nya sekarang, orang yang membantu semua rencana kak Jean adalah tuan Rei, tuan Rei berkhianat nona Kim"


Tangan Kimmy bergetar hebat mendengarkan semua ungkapan dari Clarissa, sedangkan Clarissa yang pada akhirnya berhasil mengatakan semuanya kini terasa lebih lega.


"Jadi pelaku di balik semua ini adalah tuan Rei? "


Clarissa yang sudah tidak mampu berkata - kata menganggukkan kepalanya.


" Astaga, ya Tuhan "


Kimmy pun pada akhirnya ikut menangis.


" Saat ini tuan Rei menjaga keamanan Chandradinata Corp dan dia adalah pelaku kejahatan yang selama ini kita cari "


Clarissa dan Kimmy menangis dan saling berpelukan, dan itu pada akhirnya menguatkan kedua nya.


" Maya, Maya"


Terdengar Kimmy berteriak memanggil Maya.


"Ada apa nona"


"Katakan padaku May, apakah aku mempunyai otoritas yang sama dengan Edward di saat - saat mendesak dalam hal apapun? "


" Tentu saja nona"


"Baiklah kalau begitu "


Kimmy menarik nafas nya dan mulai bersiap mengatakan banyak hal.


" May kerahkan beberapa pengawal untuk menjaga nona Michelle dan semua perawat yang saat ini bersama dengan nya, kerahkan juga pengawal untuk menjaga Dokter Rena, minta beberapa pengawal handal yang bertugas di rumah utama untuk segera menuju ke Rumah Sakit "


Maya sangat terkejut dengan semua yang diperintahkan oleh Kimmy.


" Sudah May cepat lakukan aku akan menceritakan kepada mu nanti!!"


"Bbbbaik nona Kim"


Maya segera berlari menghubungi beberapa kepala pengawal yang bertugas di rumah utama untuk menyediakan pengawalan yang diperintahkan oleh Kimmy.


"Nona Clarissa untuk sementara tetaplah berada disini sampai semuanya aman, aku mohon untuk tidak pergi dari rumah putih"


Clarissa hanya kembali menganggukkan kepala nya,setelah Kimmy berkata demikian Kimmy segera menghubungi Edward namun ponselnya Edward hari ini begitu sibuk karena sepanjang perjalanan Edward menghubungi para detektif yang berada di Paris untuk siap siaga, Edward juga banyak menghubungi para rekan bisnis nya untuk menunda banyak rapat yang seharusnya dilakukan minggu ini.


"Astaga Edward kenapa ponsel mu hari ini begitu sibuk"


"Nona Kim semua perintah sudah dilaksanakan dengan baik"


"May coba kau hubungi Doni, aku tidak bisa menghubungi Edward, cepat May!! "


Maya bingung dengan apa yang diperintahkan oleh Kimmy.


" Baiklah May singkat cerita pelaku semua kejahatan itu Rei dan saat ini Edward belum mengetahui semua nya, ayo cepat May"


"Baiklah nona"


Maya yang mengerti akan situasi yang sedang terjadi kini mencoba menghubungi Doni, namun sama ponsel Doni pun sangat sibuk.


"Nona,Doni juga tidak diangkat "


" Astaga siapa lagi yang bisa aku hubungi? "


" Nona bagaimana jika tuan Adrian "


" Ah kau benar May"


Pada akhirnya Kimmy mencoba untuk menghubungi tuan Adrian.


"Halo, Papa Adrian, Papa ada dimana Kimmy ingin menceritakan sesuatu "


Dan pada akhirnya Kimmy menceritakan semuanya kepada tuan Adrian.


Sementara itu kini Edward dan Doni sudah sampai di pintu apartemen Richard.


" Tuan, apartemen ini menggunakan kata sandi dan saya tidak mengetahui nya"


"Sial!!!"


Edward memukul tangan nya di tembok dan mencoba untuk tetap tenang, tiba - tiba Edward teringat kata - kata nya bersama dengan Richard ketika mereka masih kecil dulu.


"Don coba buka dengan kata ini :bunga teratai di musim gugur"


"Baiklah tuan Edward"


Dan Doni menggunakan kata tersebut untuk membuka apartemen dan pintu pada akhirnya bisa di buka.


Saat pintu di buka Edward dan Doni langsung masuk ke ruang kerja Richard yang menggunakan kata sandi juga.


"Buka dengan aku mencintai penari itu"


Doni menuruti semua yang diperintahkan oleh Edward dan pada akhirnya pintu ruang kerja Richard terbuka dan mereka mendengarkan alarm bahaya berbunyi dengan keras di monitor raksasa, deteksi alat pelacak Richard menyala.


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.