I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
SUASANA HATI EDWARD



Richard memberikan sebuah alat kecil berwarna merah dan alat itu mengeluarkan suara dan ada satu titik menyala merah dengan nama Kimmy Valerie.


"Ayo Richard "


Edward yang melihat sebuah alarm tanda bahaya kini wajahnya menjadi merah padam, rasa marah karena berani menyentuh istri dari Edward Chandradinata bercampur menjadi satu dengan perasaan khawatir.


"Tunggu Edward,kau harus tenang ingat kita saat ini masih di Negara H dan kejadian ini berada di Negara W"


Richard mencoba menenangkan Edward yang pada akhirnya memukul -mukulkan ke dua tangan nya di tembok.


"Mana bisa aku tenang jika istriku dalam bahaya!!!"


Edward membentak Richard dengan suara yang lantang,amarah dan perasaan khawatir membuat Edward hilang kendali pada hari itu.


"Aku harus tau dimana saat ini keberadaan nona Kim,duduklah disini aku akan membawa Jian Lee juga untuk ikut bersama dengan kita"


Dan tepat di saat yang sama Jian Lee sudah ikut keluar ruangan dengan Doni dan menghampiri Edward yang masih bersama dengan Richard .


"Richard"


"Kalian sudah tau"


"Ya,tuan Adrian menghubungi Doni,dan kejadian ini berada di taman kota,saat ini semua pengawal Chandradinata meninggal dalam tragedi berdarah ini dan nona Maya terkena luka tembak di bagian perutnya dan sudah di larikan ke Rumah Sakit"


"Luar biasa mereka berani dengan terang -terangan menyerang di depan puluhan warga sipil"


"Ayo Richard kita kembali ke Negara W"


Edward Kembali berteriak kepada Richard dan Richard yang memahami kondisi Edward berusaha tetap tenang.


"Jian Lee selesaikan dulu semua penawar racun ini pastikan semuanya aman,Don kau siapkan pesawat jet untuk kepulangan kita ke Negara W hari ini,kau juga harus tenang percaya Maya akan baik -baik saja"


Richard yang kondisinya masih tenang mencoba mengambil alih semuanya, Richard meminta Jian Lee untuk menyelesaikan semuanya sebelum kembali ke Negara W, sementara Doni mencoba untuk tetap tenang saat menyiapkan semua keperluan untuk kembali ke Negara W meskipun saat ini di dalam hatinya Doni begitu khawatir dengan keberadaan Maya.


"Kau ikut aku Edward,ingat kuasai dirimu,saat ini kehancuran mu itu yang musuh inginkan,jika kau terlihat seperti ini didepan mereka,maka semua musuh Chandradinata akan tertawa bahagia"


Richard kembali mengingatkan hal tersebut kepada Edward dan setelah Richard mengatakan hal tersebut Edward pada akhirnya bisa menguasai dirinya.


"Jian Lee bukankan kami ruang eksklusif di Rumah Sakit ini"


"Baiklah,ayo ikut aku"


Jian Lee mengiring Edward, Richard dan juga Doni untuk masuk ke ruang eksklusif di dalam Rumah Sakit tersebut.


Sementara itu kini masih terjadi kepanikan di taman kota, semua korban -korban penembakan perlahan -lahan sudah di evakuasi ke Rumah Sakit,tuan Adrian dan juga tuan Jaya kini berada di lokasi tempat kejadian perkara.


"Sungguh tak bisa aku bayangkan jika Jason nekad melakukan penyerangan dengan terbuka didepan semua orang"


"Papa benar,saat ini Jason sudah mendapatkan apa yang dia mau yaitu menantu kita oleh sebab itu kita harus bertindak dengan sangat hati -hati agar menantu kita tetap dalam keadaan baik -baik saja"


Dan pada akhirnya tuan Adrian dan juga tuan Jaya mengamati tempat kejadian perkara tersebut,banyak aparat yang juga berjaga di sekitar lokasi kejadian,saat ini tuan Jason bukan hanya saja melawan keluarga Chandradinata namun tuan Jason juga sedang berurusan dengan pemerintah Negara W karena dengan beranit tuan Jason menyerang para warga sipil di tengah kota.


Sementara itu kini di Negara H, Richard mencoba melacak keberadaan Kimmy dengan komputer canggih nya, sedangkan Edward memilih untuk meletakan kepalanya di atas kursi dan mencoba memejamkan matanya agar lebih tenang.


"Richard bagaimana apa kau sudah berhasil melacak keberadaan nona Kim?"


Jian Lee berusaha untuk kembali bertanya kepada Richard karena sudah hampir dari satu jam Richard asyik berkutat dengan komputer canggihnya untuk mencoba melacak keberadaan dari Kimmy.


"Ketemu"


"Dimana istriku saat ini Richard ?"


"Kau lihat panah ini?panah ini mengarah pada salah satu bendera Negara dan kau pasti tau Negara apa ini"


"Jepang"


"Ya Jepang, mereka membawa nona Kim ke Negara tersebut"


"Apa kau tau alasannya mengapa nona Kim di di bawa ke Jepang?"


"Papa Adrian yang akan menjelaskan kepada kita"


"Edward aku rasa kau harus tahan emosimu, percaya bahwa saat ini mereka malah akan menjaga nona Kim dengan baik,karena menurut mereka, nona Kim adalah mangsa besar untuk mereka"


"Edward,apa yang dikatakan oleh Jian Lee itu benar,saat ini nona Kim pasti akan kuat dan satu hal lagi kau juga harus ingat bahwa Negara kita masih memiliki Joseph putra tuan Jason, selama putra tuan Jason tersebut masih bersama dengan kita maka semuanya akan tetap baik -baik saja"


Richard dan Jian Lee Kembali berusaha menenangkan Edward,karena saat ini musuh menginginkan Edward hancur,dan melenyapkan penawar racun,itu sebabnya mereka mengambil mangsa terbesar mereka.


"Permisi para tuan muda untuk pesawat jet akan siap dalam waktu satu jam lagi"


"Apa tidak bisa lebih cepat ha!!!"


Edward kembali berteriak kepada Doni yang mencoba memberikan kabar itu.


"Sssttt tenangkan dirimu,Don kau tolong jaga Edward disini,aku dan Jian Lee akan membereskan urusan kami terlebih dahulu sebelum kami kembali ke Negara W"


Edward mencoba kembali menyandarkan kepalanya di kursi dan mencoba untuk kembali tetap tenang, sementara itu kini Jian Lee dan juga Richard telah kelua dari dalam ruangan eksklusif milik keluarga Lee.


"Richard apa pendapatmu mengenai penculikan ini,apa mereka betul - betul akan melenyapkan nona Kim"


"Kemungkinan buruk itu selalu ada Jian Lee,tapi untuk saat ini kita tidak perlu berkonsentrasi pada hal - hal tersebut yang saat ini kita harus lakukan adalah membuat Edward tenang dan menyusun strategi agar nona Kim bisa kembali dengan selamat bersama dengan kita,aku yakin bahwa mereka tidak akan pernah mencelakai nona Kim dalam waktu dekat,karena tuan Jason harus ingat bahwa putra kesayangannya masih di tahan di Negara W"


"Kau benar Richard,baiklah ada baiknya kita untuk berpamitan kepada para wanita kita sebelum kita kembali ke Negara W, menjelaskan kepada mereka dengan perlahan apa yang saat ini sedang terjadi"


"Ya kau benar Jian Lee,aku harus memberitahu kan kepada Clarissa tentang apa yang dialami oleh nona Kim,aku rasa para wanita kita akan tidak keberatan jika kita langsung kembali ke Negara W karena mereka juga sangat dekat nona Kim"


"Ya,aku malah takut mereka histeris mendengarkan kabar ini"