
"Ah kau benar Edward, aku berdoa semoga hasilnya baik - baik saja"
"Semoga demikian nyonya Kim"
"Baiklah tuan dan nyonya saya undur diri karena akan mengurus hasil visum nona Maya.
Kimmy dan Edward mengangguk pelan dan mempersilahkan Richard untuk pergi dari ruangan di mana Maya di rawat.
"Edward ada apa dengan mu? aku melihat mu sedang berpikir banyak hal, bukankah para penjahat sudah di temukan dan hasil visum itu akan segera keluar "
Edward terdiam dan hanya memandang istrinya hatinya begitu sedih jika dia membayangkan saat ini yang sebenarnya diincar oleh otak dibalik semuanya ini ada seorang wanita hebat yang saat ini berdiri dihadapan dirinya.
Namun Edward tidak dapat mengatakan hal tersebut karena Edward khawatir jika hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi mental sang istri dan dapat berpengaruh pada kondisi janin didalam kandungan nya.
"Sayang, aku hanya tidak ingin kehilangan dirimu, mungkin aku tidak akan sanggup untuk hidup jika sampai hal itu terjadi"
Edward mengusap kepala Kimmy dengan sangat lembut dan mencium kening nya.
"Edward apa yang saat ini harus kau takut kan? kau memiliki banyak orang - orang hebat di sekeliling mu dan aku tidak akan pernah takut menghadapi hal apapun selama kau tetap berada di samping ku"
Edward tersenyum mendengarkan semua perkataan dari Kimmy, dari dalam mulutnya ia ingin mengatakan banyak hal, namun hal tersebut sekali lagi tidak akan pernah bisa di katakan untuk saat ini.
"Kau benar sayang, seharusnya aku tidak perlu khawatir dengan segala pengamanan yang aku miliki"
Edward memeluk Kimmy dan mencium pipinya.
Sayang, musuh yang saat ini kita hadapi adalah musuh yang sangat licik, kita tidak pernah tau apa yang sedang direncanakan oleh mereka, aku hanya takut sebagai seorang suami aku tidak bisa melindungi mu dan pada akhirnya malah membuat mu terluka.
Kimmy membiarkan Edward untuk memeluk dirinya dengan sangat erat, Kimmy sangat mengerti akan keadaan suaminya tersebut.
"Edward sudah cukup lepaskan pelukan mu ini sudah cukup lama aku dalam posisi seperti ini "
" Apa tidak bisa lebih lama lagi aku seperti ini?,"
"Tidak"
Kimmy mengendurkan pelukan nya dan tepat disaat itu Richard kemana masuk ke dalam ruangan mereka.
"Richard bagaimana hasil visum dari Maya?
"Nyonya dan tuan kita harus berbicara mengenai hasil visum ini, tapi aku tidak bisa membicarakan hasilnya di dalam ruangan ini"
"Baiklah Richard ikutlah denganku"
Edward mengajak Kimmy dan Richard keluar menuju sebuah ruangan lain di dalam Rumah Sakit tersebut, ruangan eksklusif yang dimiliki oleh Chandradinata Corp di dalam Rumah Sakit karena Chandradinata memiliki saham di dalam Rumah Sakit tersebut.
"Sekarang kita berada di dalam ruangan yang aman karena ruang ini juga ruang kedap suara"
"Baiklah tuan dan nyonya, dari hasil yang diperoleh disini tidak ada tindakan pemerkosaan yang terjadi, tidak ditemukan cairan ****** di dalam alat vital nona Maya,itu inti dari hasil pemeriksaan"
Wajah Kimmy begitu bahagia mendengar semua yang dikatakan oleh Richard.
"Syukurlah jika memang seperti itu, lalu pada saat ditemukan mengapa Maya mengalami bekas - bekas seperti telah terjadi tindak pemerkosaan?"
"Besar kemungkinan mereka hanya melakukan pelecehan seksual yang tak sampai pada pemerkosaan, bisa jadi melakukan hal itu untuk membuat Maya memiliki trauma "
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.