I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
IBU MERTUA DAN ADIK IPAR



Kimmy masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Edward.


Rasa cinta yang dimiliki oleh Kimmy untuk suaminya tetap tidak berubah meskipun sampai saat ini Kimmy merasakan bahwa Edward belum pernah mengungkapkan hal tersebut kepada dirinya.


"Selamat pagi nona Kimmy, bagaimana kabar anda pagi ini? "


"Hai May kabar ku pagi ini luar biasa baik, hari ini aku dan Edward akan pergi ke rumah ibu kami akan mengunjungi nya"


"Iya nona, tuan Edward sudah menceritakan hal tersebut kepada kami, dan tuan Edward sudah meminta kami menyiapkan segala sesuatu nya dengan baik"


"Hah maksudnya May? kita kan hanya akan pergi ke rumah Ibu saja tidak ada yang lebih dari itu"


"Betul nona, namun tuan Edward sudah menyiapkan banyak sekali hadiah untuk Ibu dan adik nona, nona nanti bisa melihat hadiah itu di dalam mobil hadiah tersebut sudah tuan Edward persiapkan untuk keluarga nona Kimmy, hari ini tuan Edward sendiri yang akan mengendarai mobil menuju tempat keluarga nona Kimmy, dan tuan Edward sudah mempersiapkan semuanya dengan baik"


Kimmy yang mendengarkan penjelasan Maya hanya bisa terdiam, ada rasa sakit yang entah datangnya darimana saat Maya menceritakan hal tersebut, mungkin maksudnya Edward itu baik, tapi disini Kimmy kecewa karena Edward tidak memberitahukan hal tersebut kepada dirinya, namun lebih mempercayai orang lain terlebih dahulu selain percaya kepada istrinya


Kimmy mencoba untuk tetap sabar dan tetap terdiam dalam setiap pikiran - pikirannya.


"Nona apakah ada sesuatu yang nona sedang pikirkan? apakah nona sakit kenapa nona mendadak murung?"


"Tidak ada apa-apa May mungkin aku sedang PMS jadi mood yanga gampang berubah - ubah"


"Baiklah nona saya mengerti, saya izin mohon pamit dulu nona, hari ini tuan Edward membebas tugaskan saya dan tuan Edward menyuruh saya untuk mengambil cuti selama dua hari, selama tuan Edward di rumah tuan Edward sendiri yang akan menjaga nona Kimmy"


"Terima kasih May selamat berlibur "


Maya mulai perlahan menghilang dari hadapan Kimmy, nasi goreng yang Kimmy buatkan pun sudah jadi dan Kimmy bersiap untuk mengantarkan nya ke kamar namun belum sempat Kimmy akan pergi tiba-tiba ada seseorang yang memeluk tubuhnya dari belakang dan sudah tau siapa orang tersebut.


"Sayang sejak kapan kau sudah turun dari kamar? aku hampir saja membawa makanan ini ke dalam kamar"


"Kau tidak menyadari kehadiran suami mu sendiri ha?"


"Bukan begitu tadi aku berbicara dengan Maya, dia bilang bahwa kau menyiapkan banyak kado untuk untuk Ibu dan Natal pembicaraan kami mungkin yang tidak menyadari kehadiranmu"


"Apa kau suka dengan apa yang kulakukan?"


Ingin sekali Kimmy menjawab bahwa dia sedikit kecewa karena Edward tidak mengajak dirinya berdiskusi tentang hadiah - hadiah tersebut, namun Kimmy enggan untuk mengungkapkan rasa kekecewaan nya itu.


"Sayang lepaskan pelukan mu ini dan ayo kita duduk di meja makan untuk sarapan"


Dengan enggan Edward melepaskan setiap pelukan kepada istri nya tersebut, pagi itu mereka menyantap makan pagi mereka dengan tidak banyak melakukan komunikasi apapun


Setelah mereka selesai makan Edward langsung mengajak Kimmy untuk masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil itu dengan pelan, didalam mobil berkali-kali Edward mencium dan memegang tangan Kimmy dengan posisi dia mengendalikan mobilnya.


"Nyonya Edward kita sudah sampai, ayo kita turun"


Kimmy begitu gembira saat dia kembali ke rumah masa kecilnya, rumah yang sederhana tapi begitu asri, segera Kimmy turun dari mobil dan mengandeng tangan Edward dengan sangat erat.


Mereka masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba Kimmy mendengar suara yang sudah lama sangat dia rindukan


"Natan adik ku, Natan adik ku kakak kangen Natan"


Kimmy berlari menghampiri sang adik yang datang dengan bersusah payah akibat kakinya yang cacat


"Kakak aku kira aku tidak akan pernah melihat kakak lagi hiks, hiks, hiks"


"Hei sayang jangan berkata seperti itu kakak masih ada bersama mu sekarang "


Dua bersaudara ini saling melepas rindu, Edward melihat mereka dengan penuh haru ada rasa bersalah yang teramat dalam ketika dia tidak memperhatikan keluarga dari orang yang saat ini mulai dicintainya


" Natan sayang ini suami kakak"


Kimmy secara resmi memperkenalkan Edward dihadapan adiknya dan Natan yang selama ini hanya melihat sepak terjang Edward Chandradinata di televisi hanya bisa menundukan kepalanya


"Selamat datang tuan Edward dirumah kami ini yang sangat sederhana"


Edward hanya menganggukan kepalanya tanpa banyak berkata - kata dihadapan Natan, Natan melihat Edward seperti orang asing dan Natan melihat bahwa kakak kandung nya sudah menikah dengan tuan muda angkuh.


Edward tidak peduli akan tatapan Natan terhadap dirinya, saat ini dia hanya berpikir dokter terbaik di Negara mana yang bisa dia hubungi untuk memberikan pengobatan kaki Natan tersebut


"Natan sayang dimana ibu? kakak belum melihat nya hari ini"


"Kakak, hiks, hiks hiks, ibu saat ini sedang sakit, sejak kakak menikah dan jarang memberikan kabarnya ibu sering merasa khawatir dan pada akhirnya jatuh sakit"


"Sudah Natan sayang jangan menangis, mari kita lihat ibu di dalam kamar"


Setelah berbicara mereka masuk kedalam kamar ibu dari seorang Kimmy Valerie begitu Kimmy masuk dia melihat bahwa ibunya mengalami stroke separuh badannya sudah mulai lumpuh sehingga susah untuk di gerak kan. Kimmy yang melihat keadaan sang ibu langsung menangis dan menghampiri ibunya


"Ibu ini Kimmy, ibu apa yang terjadi dengan ibu hingga ibu seperti ini hiks, hiks, hiks, hiks"


Kimmy memeluk erat tubuh ibu nya sambil menangis dan sang ibu yang menyadari kehadiran Kimmy hanya bisa terdiam dan mengeluarkan banyak air mata


"Ibu maafkan Kimmy yang tidak merawat ibu, Ibu kenapa ibu tidak memberitahukan keadaan Kimmy kenapa ibu hiks, hiks, hiks sayang bolehkah kita bawa ibu ke rumah putih untuk sementara waktu aku ingin merawat nya"


Dengan penuh air mata Kimmy meminta izin kepada Edward untuk membawa sang ibu ke rumah putih sementara waktu, Kimmy sangat menyayangi Ibu nya karena buat Kimmy Ibu nya adalah seseorang yang Betul-betul dia miliki dan hanya tinggal sang Ibu orang tua nya yang tersisa


"Sayang tolong kabulkan permintaan ku, aku ingin membawa Natan dan Ibu ke rumah putih hanya mereka keluarga yang aku miliki saat ini aku ingin merawat mereka hiks, hiks, hiks, hiks"


Kimmy menangis sambil memohon kepada sang suami hatinya begitu sakit melihat keadaan orang tua dan adiknya tersebut.


Tanpa perlu banyak bicara Edward menganggukan kepalanya tanda bahwa dia setuju akan permintaan Kimmy dan setelah itu Edward menelepon Doni untuk menyiapkan segala sesuatu nya termasuk meminta Doni untuk menyiapkan dokter terbaik untuk ibu dan adiknya Natan.


"Ibu hari ini ikut Kimmy pulang kerumah putih yah,Natan sayang kamu juga ikut kakak yah"


Baik kak, Natan akan segera siap - siap"


Natan berlalu dari hadapan Kimmy dan saat ini Kimmy mulai membantu sang ibu untuk bersiap - siap menuju ke rumah putih.