I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
TANGISAN MICHELLE



" Pegang tangan ku"


"Untuk apa"


"Aku ingin Michelle melihat sosok orang tua yang sempurna ketika kita masuk ke dalam ruangan nya"


Clarissa memandang tajam ke arah Richard, atas setiap ucapan Richard yang ditujukan untuk dirinya.


Tangan Clarissa tetap tidak bergerak dari tempat nya untuk menyentuh tangan Richard dan Clarissa tetap berdiri mematung di depan pintu utama Rumah Sakit.


"Kenapa begitu saja susah sih"


Richard mengucapkan kata - kata tersebut sambil menarik tangan Clarissa ke dalam lengan nya.


"Hei tangan, diam dan jangan sekali - sekali berani untuk melepas lenganku, jika tidak ingin terjadi sesuatu dengan tangan ini"


Richard mengatakan hal tersebut seolah - olah memberikan ancaman kepada Clarissa, agar dirinya tidak melepaskan Richard.


"Rissa ayo jalan, jika temui Michelle "


Entah apa yang ada dipikiran Clarissa, tapi pada saat itu dia mengikuti semua aturan yang ditetapkan Richard kepada dirinya.


Sepanjang menyusuri jalan,tak henti-hentinya Clarissa hanya menundukkan diri, di dalam hati kecilnya yang paling dalam, ada terbersit perasaan aneh yang semakin menjalar ke sekujur tubuhnya.


Dan tak beberapa lama pada akhirnya Clarissa dan Richard sampai pada ruangan Michelle di rawat, namun pada akhirnya Clarissa dengan terpaksa segera melepas tangannya karena telah terjadi sesuatu dengan Michelle.


"Mama, mama, mama hiks, hiks, hiks sakit Mama, mama, mama hiks, hiks, hiks "


Michelle menangis dengan hebat ketika para dokter dan perawat hendak memasukkan jarum ke dalam tangan nya.


" Sayang tenang yah,sakitnya cuma sebentar nanti setelah ini kamu akan sehat, tenang yang sayang"


"Mama, mama dokter dan suster itu jahat pada Michelle mereka mau suntik Michelle, Michelle mau pulang mama"


Hati Clarissa menjadi sedih ketika dia harus menghadapi putrinya yang terus meronta-ronta.


"Nona Clarissa kami harus tetap melakukan ini, kami harap nona Clarissa dapat mendekap nona Michelle agar kami bisa menyuntikan obat kepada nona Michelle "


" Baiklah Dokter lakukan lah "


Dan setelah itu Clarissa mendekap erat Michelle, Dokter menyuntikan obat kepada Michelle dan pada akhirnya Michelle menjerit, menangis dengan sangat histeris karena harus menerima suntikan untuk yang kesekian kalinya


" Maaaaaaamaaaaaa jahaaaaatt!!! hiks, hiks, hiks"


Terdengar teriakan dan tangisan Michelle secara bersamaan dan Michelle terus meronta-ronta di dalam dekapan Clarissa,Clarissa yang mencoba dengan sekuat tenaga menahan Michelle melakukan hal itu dengan derai air mata yang terus mengalir.


"Maafkan mama sayang maafkan hiks, hiks, hiks, hiks, hiks "


Dan pada akhirnya Michelle lelah dengan semua pemberontakan yang dilakukan dan pada akhirnya gadis kecil tersebut perlahan tertidur di dalam dekapan Clarissa, dan kini Clarissa menangis pelan tapi dengan derai air mata yang cukup hebat membasahi pipinya.


Richard cukup di buat tercengang dengan semua adegan yang baru saja dilihat nya, dia tidak menyangka jika Clarissa menghadapi semuanya itu sendiri, hatinya begitu hancur melihat orang yang dicintai nya kini menangis dengan memeluk seorang putri kecilnya.


Langsung saja Richard menghampiri Clarissa dan mencium puncak kepala Clarissa, dirinya memeluk Clarissa di dalam diam seakan - akan Richard ingin memberikan kekuatan kepada Clarissa lewat pelukan nya itu


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.