
" Ya aku akan tetap datang, esok hari adalah waktunya penawar racun tahap awal masuk ke dalam tubuh dari nona Clarissa sebagai pemimpin tim aku harus tetap hadir"
"Kau yakin akan tetap hadir? "
" Ya aku yakin,sangat yakin"
Jian Lee menatap wajah Fanny dalam - dalam ingin sekali dia mencium wajah manis gadis tersebut, namun hal tersebut tidak akan mungkin bisa di lakukan oleh Jian Lee.
"Ah, sudahlah terserah kau saja, malam ini aku akan tidur di tempat mu"
"Tidak boleh!!! "
" Aku tidak suka di bantah"
"Kau mau tidur dimana tuan? apakah tempat mu kurang besar untuk kau kembali kesana ha? katakan apa alasannya kenapa kau harus tetap disini? "
" Aku, aku"
Jian Lee terpaksa kembali harus mencari alasan agar tetap bisa di sana, Jian Lee ingin memastikan keadaan psikis dari Fanny baik - baik saja.
"Seperti yang sudah aku bilang kepada nona Liu Yen aku akan tetap disini karena tidak ingin terlambat sampai Rumah Sakit esok hari "
" Terserah kau saja, tapi kau tidak boleh tidur di kasur ku, tidur di lantai saja"
Fanny melempar bantal dan selimut kepada Jian Lee dan meminta Jian Lee untuk tidur di lantai dan Jian Lee menerima semua barang tersebut sambil tersenyum dengan sebuah rencana.
Malam nanti aku akan naik ke tempat tidur dan akan memeluk mu seperti tadi.
Malam pun datang, Fanny merasa gelisah, pikiran dan hatinya mulai bertolak belakang, ada rasa belas kasihan menyergap dirinya saat dia meminta Jian Lee untuk tidur di lantai, namun di satu sisi Fanny sangat tidak mau jika sampai Jian Lee kembali memeluk nya dalam tidur.
Apa laki - laki itu sudah tidur?
Dengan perlahan Fanny melihat ke bawah dan dia mendapati Jian Lee sudah tertidur.
Ah aman, baiklah kini saatnya aku beristirahat peristiwa - peristiwa yang menimpa ku akhir - akhir ini sungguh membuat kepala ku terasa sakit, malam yang indah cepatlah berganti dengan pagi, hari esok harus lebih baik daripada hari ini.
Dan setelah mengucapkan hal itu perlahan Fanny pada akhirnya memejamkan matanya dan terlelap dalam tidur nya yang panjang.
Tengah malam pun tiba, Jian Lee membuka matanya kembali, dia berdiri dan mendapatkan Fanny sudah tertidur segera saja Jian Lee memindahkan semua perlengkapan tidur nya ke atas agar dirinya bisa tidur di samping Fanny
"Gadis bodoh, ternyata kau gampang sekali untuk dibohongi pantas saja kekasih mu itu bisa melakukan hal itu kepada mu, tapi sekarang jangan harap dia bisa menyentuh mu kembali, karena aku yang akan melindungi mu "
Jian Lee mencium kening Fanny yang sedang tertidur dan kini membawa Fanny ke dalam pelukan nya.
Di alam mimpi Fanny bermimpi ada seorang laki-laki yang wajahnya tidak terlihat namun memberikan pelukan yang begitu nyaman kepada nya sehingga pada akhirnya membuat Fanny tidak ingin melepaskan pelukan tersebut.
Hei, dia merespon sentuhan ku.
Mimpi Fanny pada akhirnya membuat dia merespon pelukan dari Jian Lee.
Baiklah jangan salahkan aku jika kau ingin berlaku lebih terhadap mu.
Perlahan Jian Lee mendaratkan ciuman selamat malam di bibir Fanny dan Fanny yang masih di alam mimpi merasakan laki - laki tersebut memberikan ciuman hangat nya, perasan Fanny begitu tenang sehingga pada akhirnya Fanny menerima semua ciuman tersebut.