I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEBEBASAN RICARD



Ruang bawah tanah yang berada di markas Keluarga Louis adalah satu ruang dengan fasilitas lengkap yang di desain dengan keamanan tingkat tinggi, tidak akan ada yang mengetahui ruangan tersebut ada kecuali orang - orang kepercayaan dari tuan Lauren itu sendiri.


"Nyalakan semua layar monitor ini"


"Baiklah tuan Lauren "


Dan tak beberapa lama semua layar monitor tersebut menyala dan tuan Lauren bisa melihat segala situasi yang berada di dalam markas termasuk posisi Edward dan Jian Lee.


" Tuan Lauren apakah kita akan menyerang mereka"


"Tidak usah, mari kita nikmati pertunjukan ini"


"Jika terjadi sesuatu kau hanya perlu menyelamatkan gadis yang saat ini bersama dengan Rei"


"Lalu bagaimana dengan tuan Rei? "


" Biarkan dia, Rei sudah tidak aku butuhkan lagi,mati atau hidup bagiku dia sudah tidak ada gunanya lagi, selamatkan gadis itu saja, karena aku masih membutuhkan kecerdasan di dalam otak nya "


" Baiklah tuan Lauren "


" Clarissa cucu ku, kuakui kau memang pintar, tapi satu kekurangan mu kau tidak menjadi wanita yang cerdik"


Tuan Lauren melihat Clarissa menggeledah kamarnya karena saat ini Clarissa masih mencari barang yang sangat berharga tersebut.


Sementara itu pada akhirnya Edward dan Jian Lee turun dari dalam langit - langit ke ruang ke dua sebelum ruang tahanan Richard, mereka tidak menyadari jika Rei dan semua pengawal sedang bersembunyi untuk menyerang mereka.


"Edward, keadaan ruangan kosong jadi kita langsung saja menuju ruang tahanan Richard "


Dan pada akhirnya mereka terus berjalan melewati ruang utama ke dua, bentuk ruangan utama tersebut sangatlah luas dengan diisi perabot - perabot kuno yang terletak di setiap sudut ruangan.


" Jian Lee, tahanan ini menggunakan kata sandi"


"Kau tenang saja"


Dan saat itu Jian Lee segera mengeluarkan satu alat canggih nya yang bisa merusak sistem sandi pintu masuk ruang tahanan tersebut.


Edward dan Jian Lee masuk ke dalam ruang tahanan tersebut, kondisi ruangan itu sangat sempit dan tanpa satu penerangan apapun, banyak bau darah yang menyengat di sekitar ruangan itu.


"Jian Lee kuharap kita bisa segera menemukan Richard, sungguh aku tidak tahan dengan bau di dalam ruangan ini "


Jian Lee hanya tersenyum mendengar ucapan dari Edward tersebut.


" Edward nampaknya ucapan mu benar, lihatlah laki - laki itu adalah Richard"


Pada akhirnya mereka menemukan Richard di dalam tahanannya.


"Richard, Richard bagaimana keadaan mu"


Richard yang sudah sangat lemas tiba - tiba mendengar suara yang sangat dia kenal dan segera berdiri dari tempat tersebut untuk menghampiri asal suara itu.


"Jian Lee, Edward kalian sudah sampai disini


"Ayo kita akan mengeluarkan mu"


Dan setelah itu Jian Lee kembali mengeluarkan satu alat canggih nya yang berbentuk seperti kotak kecil, Jian Lee letakan alat tersebut ke dalam sistem analisa digital untuk dapat merusak sistem tersebut sehingga pada akhirnya pintu ruangan tahanan Richard terbuka.


"Richard ayo keluar "


Edward mengatakan hal tersebut dan segera meminta Richard keluar.


"Edward, Jian Lee, bagaimana kalian bisa dengan mudah masuk ke dalam ruang tahanan ini?"


"Richard keadaan di ruangan sangat sepi itu sebabnya kami berhasil masuk ke dalam ruangan ini"


"Edward itu tidak mungkin, jika ini mungkin berarti mereka sedang merencanakan sesuatu, ada baiknya kita harus tetap waspada keluar dari ruangan ini"


"Richard ini senjata untuk mu, apa kau masih kuat? "


" Jian Lee, aku bisa melakukannya "