
"Sayang, kau adalah penyemangat ku, aku akan berjuang untuk kembali, semua demi kau dan anak kita "
Malam pun tiba, dan pada akhirnya semua anggota Chandradinata yang akan menuju ke markas keluarga Louis sudah bersiap, mereka mengikuti arahan dari Jian Lee, masing - masing mereka berada pada tempatnya.
Edward dan Jian Lee dan para pengawal naik ke helikopter mereka masing-masing dan setelah itu mereka segera lepas landas menuju ke markas keluarga Louis.
Sementara itu Clarissa, tuan Adrian dan beberapa pengawal juga sudah masuk ke dalam mobil pengamanan tingkat tinggi milik Chandradinata.
"Tunggu"
"Ada apa lagi nona? "
" Aku akan membawa kak Jean bersama dengan kita siapa tau nanti dia akan berguna "
" Bawalah jika memang menurut mu itu baik"
Dan pada akhirnya Jean di keluarkan dari tahanan Chandradinata dan ikut masuk ke dalam mobil bersama dengan beberapa pengawal yang saat ini ikut bersama dengan mereka.
Sepanjang perjalanan Clarissa memilih untuk terdiam, hati dan pikirannya bercampur menjadi satu karena malam ini dia harus melawan keluarga kandung nya sendiri.
Ayo Rissa bukan saatnya kau membesarkan perasaan mu, gunakan logika mu, ayo Rissa.
Sepanjang jalan di dalam hatinya Clarissa terus mengatakan hal itu, semua ingatan - ingatan masa lalu nya dengan Kakek Lauren perlahan dia singkirkan
"Nona Clarissa apakah anda baik - baik saja? "
Tuan Adrian rupanya menyadari raut wajah Clarissa yang berubah - ubah karena hati itu.
" Tuan aku baik-baik saja"
" Aku yakin tuan"
"Baiklah jika anda sudah yakin dengan semua pilihan anda dan segala konsekuensi yang akan terjadi, karena ketika anda sudah berpihak kepada kami anda sudah menyerahkan keluarga anda kepada Chandradinata "
" Ya, aku mengerti dengan semua konsekuensi yang akan terjadi jika aku memilih memihak kepada Chandradinata "
" Bagus"
Dan pada akhirnya percakapan itu segera berakhir karena kini mobil tersebut sudah berhenti beberapa meter dari markas keluarga Louis.
Suasana bangunan tua tersebut sunyi seperti tidak ada tanda - tanda kehidupan, namun semua lampu yang berada di dalam bangunan tua itu menyala.
"Tuan aku akan turun terlebih dahulu, dan aku akan melewati semua rumput dan tanaman yang berada di halaman mereka, setelah aku berhasil menekan tombol agar racun tersebut tidak aktif baru aku akan menyalakan tombol merah yang berada di jari manis ku ini, semua racun yang tersebar di dalam markas mereka memiliki pusat kendali masing - masing"
"Baiklah nona, anda pasti berhasil "
Clarissa pada akhirnya keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu gerbang markas keluarga Louis, Clarissa mengeluarkan tanda pengenal miliknya, dan membiarkan wajahnya terdeteksi dengan camera canggih yang berada di pintu gerbang tersebut.
Dan tak beberapa lama pada akhirnya pintu gerbang keluarga Louis pun terbuka Clarissa segera masuk ke dalam markas tersebut.
Selamat datang rumah masa lalu ku.
Clarissa melihat sebuah bangunan tua yang megah di depan matanya, tanpa ragu Clarissa terus maju untuk masuk ke dalam halaman rumah keluarga tersebut.
Sementara itu tuan Adrian segera memberitahukan kepada seluruh pengawal untuk segera bersiap, karena tuan Adrian sudah melihat jika Clarissa berhasil membuka pintu gerbang tersebut.