
Perlahan Jian Lee mendaratkan ciuman selamat malam di bibir Fanny dan Fanny yang masih di alam mimpi merasakan laki - laki tersebut memberikan ciuman hangat nya, perasan Fanny begitu tenang sehingga pada akhirnya Fanny menerima semua ciuman tersebut.
Pada akhirnya Fanny dan Jian Lee terlelap dalam tidur malam mereka yang penuh dengan cerita dan pemikiran nya masing - masing.
Malam yang indah pun bergantikan dengan pagi, hari ini sebelum Fanny bangun Jian Lee sudah kembali ke tempat asalnya yaitu di lantai dan pada akhirnya Jian Lee bangun terlebih dahulu,Fanny bangun dan membuka mata, namun ada satu perasaan yang berbeda yang sudah di alami nya saat ini
"Mimpi apa aku semalam, siapa laki-laki itu, kenapa aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi pelukannya, ciuman nya begitu membuat aku menjadi tenang, Arrrrrrrrrrrrrh Fanny ayo kau tidak boleh memikirkan hal - hal bodoh seperti ini"
Fanny mengatakan hal tersebut sambil terduduk di atas tempat tidurnya,dan ketika dia sedang bergelut dengan pemikiran nya tiba - tiba Jian Lee masuk ke dalam kamar dalam keadaan sudah rapi,tanpa sepengetahuan Fanny satu pengawal sudah mengirimkan baju ganti dan perlengkapan yang lainnya untuk Jian Lee.
"Hei, kenapa baru bangun, ayo cepat bersiap - siap hari ini kita semua akan berkumpul di Rumah Sakit"
"Baiklah, kau tidak usah berteriak seperti itu, aku juga tau kalau hari ini kita akan berkumpul"
Fanny turun dari tempat tidurnya dengan perasaan sedikit kesal kepada Jian Lee karena Jian Lee sudah masuk ke dalam kamar tanpa permisi dan pagi ini berhasil merusak khayalan Fanny tentang sosok laki - laki misterius di dalam mimpi nya yang berhasil membuat nya menjadi tenang.
"Cepat, cepat,ini kenapa aku yang jadinya lebih dulu bangun ha? "
" Mana aku tau, minggir, aku mau siap-siap, tunggu aku di luar saja"
Jian Lee masih kurang mengerti dengan apa yang Fanny maksudkan.
Fanny mengucapkan hal tersebut dengan sangat kesal dan atas ucapan Fanny tersebut pada akhirnya Jian Lee baru mengerti.
"Kenapa kau tidak bisa bilang langsung, mana aku mengerti jika kau tidak mengucapkan langsung, baiklah aku akan keluar "
Jian Lee segera keluar dari dalam kamar Fanny dan Fanny langsung masuk ke dalam kamar mandi.
" Dasar laki-laki gila"
Fanny mengucapkan hal tersebut dan mengumpat berulang - ulang.
Sementara itu di rumah utama nampak juga seluruh keluarga Chandradinata sedang bersiap - siap, pagi ini Richard datang ke rumah utama untuk sarapan pagi bersama dengan para anggota yang lainnya.
"Richard, bagaimana keadaan nona Fanny, apakah dia masih bisa untuk berada didalam tim Dokter atau Papa perlu menganti nona Fanny setelah apa yang sudah dia alami? "
Pagi ini saat suasana hening yang kembali tercipta di meja makan, pada akhirnya tuan Adrian yang membuka sebuah percakapan baru untuk mereka.
" Pa, menurut informasi dari Jian Lee keadaan nona Fanny baik - baik saja, pagi ini dia akan tetap hadir dalam proses masuk nya penawar racun tahap pertama "
" Baiklah jika memang nona Fanny bisa untuk melakukan tugasnya,Papa harap kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali"