
Sementara itu Edward yang sudah berada di ruang kerja segera mendiskusikan rencana dengan Doni, sebuah rencana untuk membuat Cassandra Winata membayar semua perbuatan nya, rencana untuk menjatuhkan Winata Corp, sama seperti ketika Winata Corp yang mencoba menjatuhkan Chandradinata Corp.
"Tuan Edward ini adalah hasil test DNA nona Cassandra "
Edward segera mengambil kertas tersebut dari tangan Doni, Edward membaca semua hasil dari test DNA itu, dan mata Edward merah, tangan nya mulai mengepal, ada sebuah kemarahan yang di gambarkan dari apa yang di dilakukan Edward saat ini.
" Don seperti perkiraan ku sebelumnya Cassandra dan Clarissa adalah orang yang sama, sungguh keterlaluan, dan sungguh luar biasa aku bisa terperdaya oleh satu orang wanita seperti dia selama bertahun-tahun"
"Benar tuan nona Cassandra dan nona Clarissa adalah orang yang sama, menurut sumber dari detektif eksklusif yang kita miliki, nona Clarissa merubah jati dirinya di Negara A, nona Clarissa hampir melakukan operasi plastik pada seluruh bagian tubuhnya dan itu dilakukan nona Clarissa selama beberapa tahun di Negara tersebut "
" Aku mengerti Don, Clarissa meninggalkan aku beberapa saat sebelum pemberkatan di mulai, Clarissa melakukan semuanya itu dengan maksud dan tujuan tertentu, salah satunya untuk membuatku hancur, membuatku terluka"
"Betul tuan, dan dana yang digunakan untuk operasi plastik serta mengubah semua jati dirinya adalah dana yang selama ini tuan Edward berikan kepada nona Clarissa"
"Hahaha aku yakin dia pasti menggunakan semua uangku untuk melakukan itu Don, Clarissa gadis lugu dan polos yang aku pernah temukan di sebuah acara seni, dia yang dulu sangat cantik dan sangat terkenal akan keindahan nya dalam menari, gadis yang dulu sangat membuat aku jatuh cinta dan sekaligus buta, gadis tersebut lah yang memberikan kehancuran di dalam hidup ku, Clarissa aku rela memberikan segala apapun yang aku miliki untuk dirinya"
"Tuan ini adalah riwayat usaha yang telah anda rintis dengan nona Clarissa sebelum dia pergi"
Edward membuka sebuah buku laporan keuangan yang diberikan kepada Doni, Edward terus membaca nya secara Perlahan-lahan dan setelah itu dengan keras Edward menutup buku tersebut.
"Don, Winata Corp yang ada saat ini kemungkinan adalah E&C Corp yang pernah aku rintis bersama dengan dirinya, ternyata dia sangat licik, pantas saja dulu dia sangat mati - matian dengan perusahaan ini"
"Betul tuan Edward, nona Clarissa telah merubah E&C Corp menjadi Winata Corp, saat itu tuan Edward sudah mengalihkan semua saham atas nama nona Clarissa dan itu sebabnya nona Clarissa bisa merubah nama perusahaan,dan mengembangkan nya sendiri, dengan kepintaran nona Clarissa bukan tidak mungkin jika perusahaan bisa berkembang pesat seperti sekarang"
"Itu benar Don, bodoh nya aku yang dulu dibutakan oleh cinta, bodohnya aku yang dulu sangat percaya terhadap Clarissa, sehingga karena hal tersebut aku memberikan seluruh saham E&C Corp kepada dirinya, aku kira dia wanita yang lembut dan penuh pengertian namun sekarang aku baru sadar ternyata dulu dia sedang bersandiwara"
"Betul tuan, cinta nona Clarissa kepada tuan Edward sudah direncanakan dengan sangat matang, besar kemungkinan bahwa sebenarnya dari dulu nona Clarissa tidak pernah Betul-betul mencintai tuan Edward "
" Kau benar Don, dan sekarang aku Betul-betul bersyukur telah terlepas dari wanita dengan karakter seperti itu, Don aku sangat yakin Clarissa melakukan ini tidak sendirian, kau terus selidiki latar belakang keluarga dari Clarissa aku sangat perlu banyak informasi tentang dirinya"
"Baik tuan"
"Buat kan janji dengan dirinya, besok aku akan bertemu dan membongkar semua kedoknya, hubungi semua awak media dan minta mereka menuju ke Winata Corp, lakukan itu setelah beberapa saat aku sudah berada di dalam gedung bersama dengan Clarissa, aku akan melakukan sebuah pertunjukan kecil kepada dirinya"
"Baik tuan"
"Malam ini aku ingin menemani istriku, dia sedang hamil muda, Don tempatkan pengawal bayangan lebih banyak untuk melindungi istriku, bilang kepada Maya untuk mempekerjakan lebih banyak pelayan untuk melayani istriku, karena biasanya wanita yang sedang hamil itu banyak mau nya"
Doni tersenyum mendengarkan semua perintah - perintah yang telah diberikan Edward kepada dirinya, setelah Edward menegaskan beberapa hal kepada Doni, Edward segera keluar dari ruang rapat dan menuju ke kamar tamu tempat Kimmy berada.
Di dalam kamar, Kimmy yang terus merasakan mual hanya bisa berbaring di tempat tidur, suasana hati Kimmy sedang tidak menentu di tambah dengan kondisi kehamilan pertama nya yang sering merasakan mual yang begitu hebat membuat Kimmy lebih banyak berbaring di tempat tidur.
"Sayang bagaimana keadaan mu? apakah kau masih merasakan mual? "
Kimmy yang melihat suaminya itu masuk entah mengapa dia sangat ingin suami nya tersebut saat ini memeluk dirinya, namun itu hanyalah keinginan hati yang tidak bisa atau belum bisa disampaikan langsung kepada Edward.
"Pergilah aku tidak apa-apa"
Edward tersenyum mendekati Kimmy dan duduk di sisi tempat tidurnya,Edward mulai mendekati Kimmy dan perlahan mulai menyentuh perut Kimmy.
"Anak ku sayang, Papa mohon jangan membuat Mama terlalu mual yah, jadilah anak yang pintar dan lembut seperti Mama, jangan arogan seperti Papa mu ini"
Kimmy tersentak dengan sentuhan tangan Edward pada perutnya, ingin dia menepis sentuhan tersebut, namun di satu sisi hatinya sangat terasa hangat ketika Edward mengatakan hal tersebut.
Sayang Papa sedang berbicara kepadamu, dengarkan yah sayang, ini tangan Papa, saat ini Papa sedang ada diruangan bersama dengan kita.
"Baiklah sayang, jika kau merasa kau yakin baik-baik saja aku akan meninggalkan dirimu selamat malam dan selamat beristirahat "
Edward menciumi kening Kimmy dan perlahan Edward mulai menjauh dari tubuh Kimmy.
" Jangan pergi, tetaplah disini"
Tanpa sadar tangan Kimmy meraih ujung baju dari Edward, entah Kimmy mendapatkan kekuatan darimana sehingga Kimmy bisa mengatakan semua nya itu.
Edward segera membalikan badannya dan kini dia melihat bahwa istrinya begitu membutuhkan dirinya, tanpa banyak berkata-kata Edward segera kembali kepada Kimmy.
Perlahan Edward naik ke tempat tidur Kimmy dan mendekap Kimmy ke dalam pelukannya.
Kimmy tidak melawan, Kimmy hanya terdiam dan menikmati nya.
"Tidurlah aku akan berada di samping mu hingga kau kembali membuka mata"
Edward mencium Kimmy dan memeluk nya dengan penuh kasih sayang.
Kimmy sangat nyaman berada di dalam pelukan Edward, dan seketika itu juga Kimmy merasakan badannya menjadi sehat.
Sayang, kau harus tau aku mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kehadiran mu dan terlebih lagi akan kehadiran anak kita nanti.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.