
" Kau pasti bisa Jian "
Richard menepuk pundak Jian Lee memberikan kekuatan.
" Orang yang aku cintai kini hidup dan matinya tergantung dari usaha mu"
Richard tersenyum kepada Jian Lee dan segera berdiri dari tempat duduk nya itu.
"Baiklah, kurasa sudah cukup tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, Jian Lee sebaiknya kau segera beristirahat esok hari pesawat jet yang akan di gunakan akan berangkat lebih pagi"
Richard mengatakan hal tersebut sambil berlalu dari hadapan Edward dan Jian Lee.
"Dan aku juga harus segera kembali ke kamar karena istri ku juga sudah menunggu, saran dari ku, ada baiknya kau tidak terlalu dingin kepada wanita, karena biasanya laki-laki yang dingin suatu saat akan menjadi laki-laki yang gila akan cinta, contohnya seperti aku aku "
Edward tersenyum kepada Jian sambil mengatakan hal tersebut dan kini berlalu dari hadapan Jian Lee.
"Arrrrrrrrrrrrrh, baiklah yang akan kuhadapi kali ini adalah seseorang yang berbeda, tanpa pistol, tanpa kekerasan, namun lebih menakutkan jika aku sampai salah bicara atau melukai hatinya, maka dia tidak akan pernah mau kembali lagi kesini, Jian Lee kau pasti bisa "
Sementara itu di dalam kamar nampak tuan Adrian dan nyonya Tiara sedang bercakap - cakap.
" Adrian kenapa kau memilih Jian Lee untuk membujuk nona Clarissa? "
" Sayang, kau tau karakter nona Fanny hampir sama dengan karakter dari menantu kita dan aku berharap mereka pada akhirnya dapat berteman dengan baik, karena keberhasilan dari penawar tersebut sangat tergantung dari kerja sama yang baik dari satu tim tersebut"
"Ah jadi jika ada seseorang yang berhati seperti Kimmy maka dia dapat menjadi penenang yang baik di dalam tim itu? "
" Ya kurang lebih begitu, Tiara aku ingin tidur aku sudah sangat lelah"
"Tidur lah Adrian"
"Boleh aku memeluk mu? "
" Lakukanlah"
Malam bergantikan dengan pagi semua anggota Chandradinata turun untuk sarapan bersama.
"Pah dimana Jian Lee apa dia sudah berangkat? "
Richard Jian Lee sudah berangkat sebelum matahari terbit, Papa meminta Jian Lee untuk segera tiba di Negara H, karena perjalanan menuju ke tempat nona Fanny masih beberapa jam dari Ibu Kota Negara tersebut.
" Semoga Jian Lee berhasil"
"Pasti dia akan berhasil Richard, kau harus optimis "
Pada akhirnya semua anggota tersebut tersenyum dengan kata - kata dari Edward dan pada akhirnya mereka melakukan aktivitas hari ini dengan penuh semangat.
Sementara itu kini Jian Lee sudah tiba di Negara H, Jian Lee di temani oleh Doni dalam perjalanan nya ke Negara H.
"Tuan Jian Lee, kita akan pindah ke mobil untuk menuju desa"
"Berapa lama aku harus menempuh perjalanan ini Don? "
" Kurang lebih enam jam dari Ibu Kota"
"Apa enam jam? "
" Ya tuan, desa letak nona Fanny berada adalah desa terpencil yang berada di Negara H"
"Ya, ya kau atur saja yang terbaik"
Jian Lee yang sudah tiba di Bandara segera berpindah ke dalam mobil milik Chandradinata untuk menuju ke desa terpencil itu.
Sepanjang jalan Jian Lee mengucapkan sumpah serapah kenapa desa itu jauh sekali, memang Jian Lee berasal dari Negara H, namun Jian Lee tinggal di Ibu Kota dengan keluarga yang berkecukupan dan meskipun Jian Lee berasal dari Negara H dia tidak pernah sama sekali berkunjung ke desa - desa seperti ini.
Nona Fanny, jika sampai kau masih tidak mau ikut dengan ku ke Negara W, akan aku seret kau dengan paksa.