I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BONCHAPTER 10



Dan Lisa yang mendengarkan keputusan tersebut lompat kegirangan,namun mata Kimmy mulai melihat gelagat yang aneh pada Natan,satu senyuman kebahagiaan terlihat jelas dari wajah sang adiknya itu.


Sepertinya ada yang berbeda pada Natan, semoga tidak seperti apa yang ada di dalam pikiranku saat ini.


Pada akhirnya Kimmy hanya mengucapkan hal itu di dalam hatinya saja.


"Natan ayo kita bersiap -siap"


"Baik paman Richard"


Richard dan Natan yang sudah selesai sarapan pagi pada akhirnya mulai bersiap -siap untuk kepergiannya hari ini ke Paris.


"Sayang,ayo ikut Mama,Mama akan mengantar kan mu ke Paris dan Mama yang akan bersama denganmu sampai akhir bulan ini,Papa apakah Papa keberatan dengan keputusan Mama ini?"


Nyonya Tiara mencoba bertanya hal tersebut kepada suaminya.


"Sama sekali tidak Ma,tapi seperti janjimu hanya sampai akhir bulan kau di sana,biarkan Lisa untuk mandiri Ma"


"Baiklah Pa,ayo sayang"


Nyonya Tiara mengajak Lisa untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk mempersiapkan keberangkatan nya ke Paris.


"Edward mulai hari ini Papa akan menyerahkan semua wewenang Papa di kantor ke dalam tanganmu,sama seperti Richard yang akan bertanggung jawab dengan semua usaha Chandradinata di Paris,begitu juga kau yang akan bertanggung jawab atas semua usaha Chandradinata di Negara W ini, bagaimana?"


"Edward siap Pa"


"Bagus,baiklah,karena kita akan melakukan aktivitas kita masing -masing ada baiknya kita selesaikan sarapan kita"


Tuan Adrian berdiri dari hadapan semua anggota keluarganya dan diikuti oleh tuan Jaya, Edward dan juga Kimmy.


"Sayang,ada apa denganmu?"


Sesampainya di kamar Edward yang merasakan Kimmy sedang gelisah segera memeluk pinggang sang istri sambil mencium tengkuknya secara perlahan.


"Edward,aku memikirkan sesuatu"


"Apa yang sedang menganggu pikiranmu?"


Edward yang memeluk istrinya kini menatap mata istrinya dengan tajam.


"Darimana kau punya pikiran seperti itu?"


"Edward aku melihat wajah Natan,aku melihat wajah Lisa dan ada satu senyuman yang aneh terpancar dari wajah mereka"


Edward mulai terdiam dengan semua perkataan dari istrinya itu.


"Ya,ya mungkin apa yang kau katakan itu benar,dan meskipun aku tidak merasakan hal itu karena jujur aku tidak memperhatikan mereka secara detail,tapi aku percaya pada perkataan mu"


"Lalu apa yang harus kita lakukan jika memang itu kenyataannya ?"


"Apa yang kita lakukan?yang kita lakukan adalah memantau mereka berdua,saat ini hanya itu yang kita lakukan,aku ingin bertanya kepada mu mengapa kau begitu khawatir jika mereka memiliki rasa?apa karena Lisa gadis berkebutuhan khusus?atau ada hal yang lain yang mengganjal di hati mu?"


Kini Edward sudah membalikan badan Kimmy dan menatap wajah istrinya itu dengan tajam.


"Ya aku khawatir Natan tidak bisa menjaga Lisa Edward"


"Darimana kau punya pemikiran seperti itu?"


"Aku tidak berpikir aku hanya khawatir"


Wajah Kimmy mulai kesal dengan setiap pertanyaan yang Edward ajukan kepada dirinya saat ini.


"Sayang,kenapa jadi kau yang cemberut?"


"Kau bertanya kepada ku seperti Polisi yang sedang mengintrogasi tahanannya"


Edward hanya bisa menarik nafasnya dalam -dalam.


"Bukan itu maksudku,aku hanya tidak ingin kau terlalu khawatir pada sesuatu hal yang belum pasti kebenarannya,jika pada nantinya mereka saling jatuh cinta,apa yang bisa kita lakukan?mau memisahkan mereka?tentu itu bukan tindakan yang bijaksana sayang"


"Biarkan mereka dengan dunia nya,bukan karena kita tidak perduli tapi terkadang sebuah permasalahan,sebuah tantangan jika bisa disikapi dengan baik akan membuat orang tersebut pada akhirnya menjadi semakin dewasa dalam menghadapi masalah kehidupan,aku hanya ingin mereka berdua bisa dewasa dalam menyelesaikan segala permasalahan dari mereka"


"Karena pada nantinya kita semua harus bisa berdiri kuat di bawah kaki kita sendiri,karena kita tidak boleh bergantung pada orang lain"