
Edward mengatakan hal tersebut sambil menciumi puncak kepala Kimmy dan kini Kimmy masih menangis karena hanya sebuah rasa kehilangan,bukan menangis karena sebuah rasa bersalah.
Edward ayo kita ikuti pemakaman Ibu"
Setelah Kimmy puas menangis di dalam pelukan Edward,kini Kimmy kembali mengendurkan pelukan tersebut dan kembali menatap wajah suaminya.
"Kau yakin kau sudah kuat untuk hal ini?"
"Ya Edward aku pasti kuat,aku ingin mengantarkan Ibu ke tempat peristirahatan nya untuk yang terakhir kalinya"
"Baiklah jika kau memang sudah kuat,ayo"
Kimmy dan Edward beranjak dari tempat tidur mereka dan segera kembali ke ruang keluarga untuk menemui anggota keluarga Chandradinata yang lainnya, sesampainya Kimmy dan Edward,di sana sudah banyak orang yang hadir,dan pemakaman akan segera berlangsung.
"Natan kemarilah sayang"
Kimmy memanggil adiknya dan memeluk erat adiknya yang masih sembab dengan deraian air mata.
"Kak,Ibu dan Ayah kini sudah tiada, sekarang aku hanya memiliki kak Kim seorang"
Suara parau terdengar dari laki -laki kecil yang kini erat memeluk Kimmy.
"Sayang,kau masih punya Kak Kim,kau masih punya kak Edward dan kau masih memiliki orang -orang yang saat ini berada bersama denganmu,semua orang sayang padamu Natan"
"Iya kak"
Kimmy menciumi puncak kepala adiknya sedangkan Edward sama sekali tidak pernah beranjak dari samping Kimmy sedikit pun,hari itu pemakaman diiringi isak tangis dari kakak beradik yang kini sudah kehilangan ke dua orag tua mereka di masa muda,pemakaman hari itu disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional karena kekuasaan yang dimiliki oleh keluarga Chandradinata di Negara W.
Keluarga Chandradinata yang kini sudah kembali ke kediaman utama setelah selesai acara pemakaman segera masuk ke dalam kamarnya masing -masing begitu pun dengan Edward dan juga Kimmy.
"Edward keadaan ku baik -baik saja,namun ada yang masih menganggu pikiran ku"
"Ceritakan apa itu?"
"Tentang masa depan Natan, sekarang tanggung jawab Natan berada di pundak ku dan aku sama sekali belum berpikir tentang Natan akan seperti apa pada nantinya"
Edward terdiam dengan semua ungkapan dari istrinya itu.
"Sayang tanggung jawab itu bukan ada di tanganmu saja,tapi di tangan kita berdua"
"Aku memiliki pemikiran untuk mengikut sertakan Natan ke Paris bersama dengan Clarissa dan juga Richard ,di sana Natan bisa belajar banyak hal tentang seni, tentang kuliner dan hal - hal yang Natan sukai,aku sangat percaya jika Richard dan juga Clarissa akan setuju dengan pemikiran kita ini dan aku juga percaya jika mereka bisa menyayangi Natan dengan baik"
Ucapan demi ucapan dari Edward mulai masuk dalam pemikiran dari Kimmy, selama ini adiknya ingin sekali bisa menjadi seorang pelukis terkenal dan Paris adalah tempat yang pas untuk mengembangkan bakatnya itu.
"Edward aku terima usulmu ini,adikku sangat menyukai lukisan dan Paris adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan ide nya"
"Baiklah jika kau sudah setuju maka aku akan memberitahukan Richard dan juga Clarissa tentang rencana ini,kau tunggu saja disini,biar aku yang berbicara kepada mereka"
Edward mencium kening Kimmy dan segera keluar dari kamar untuk bertemu dengan Richard dan seperti tebakan dari Edward Richard sama sekali tidaklah keberatan dengan rencananya itu.
"Baiklah Richard,akan aku sampaikan berita ini kepada istriku"