
Edward mulai keluar dari kamar mereka, dan begitu Edward keluar dia menyalakan semua CCTV yang berada di dalam rumah tersebut, Edward meminta semua pengawal lebih mengawasi istrinya dengan ketat, tidak boleh ada satupun pelayan yang masuk ke dalam kamar tanpa pendampingan dari Maya dan masih banyak lagi peraturan - peraturan ketat yang dibuat oleh Edward untuk Kimmy.
Pada hari itu entah kenapa Edward merasa tidak tenang ketika dia akan meninggalkan Kimmy di rumah mereka sendiri
Perasaan Edward yang sangat takut kehilangan Kimmy membuat dirinya menjadi sangat posesif terhadap istrinya.
"Don apakah kau betul - betul sudah memastikan keadaan rumah aman? "
" Tuan tidak perlu khawatir semuanya aman"
"Baiklah kalau begitu mungkin saat makan siang aku akan kembali ke rumah untuk memastikan sendiri keadaan istriku, jalan Don"
"Baik tuan"
Dan pada akhirnya Edward tetap pergi ke kantor untuk mengerjakan tanggung jawabnya.
Sedangkan Kimmy mulai merasa bosan berada di dalam kamar sendirian, sudah banyak aktivitas yang dia lakukan dari mulai membaca buku, sampai mendengarkan musik namun entah kenapa Kimmy merasakan ada yang kurang.
"Tok, tok"
"Selamat pagi nona saya Maya, bolehkah saya masuk ke dalam kamar? "
Kimmy yang mendengarkan suara orang langsung bangkit dari tempat tidurnya dan senang sekali karena pada akhirnya dia menemukan kehidupan.
" Masuklah, pintu tidak dikunci"
Maya masuk ke dalam kamar, Maya melihat keadaan nona mudanya sudah kembali membaik secara fisik, namun tidak dengan ingatan nya.
"Nona perkenalkan nama saya adalah Maya, saya adalah kepala pelayan di rumah ini, nona maafkan saya pada saat nona di rawat saya belum bisa untuk datang ke Rumah Sakit menjaga nona Kimmy"
Kimmy tersenyum kepada Maya, entah kenapa dia merasakan bahwa Maya adalah sahabat lama yang sudah tidak bertemu
"Hai May kemarilah"
Maya mendekat ke arah tempat tidur Kimmy, dan tiba-tiba Kimmy langsung memeluk Maya,Maya tidak dapat menghindar dari pelukan nona mudanya, Maya tersenyum dan membalas pelukan tersebut.
Nona anda sama sekali tidak berubah, meskipun saat ini ingatan anda belum kembali, namun hati anda tetaplah hati seorang nona Kimmy yang selalu saya kenal dengan kebaikan hatinya.
Kimmy melepas pelukan nya kepada Maya dan kembali tersenyum.
"May maafkan aku, entah kenapa aku seperti menemukan sahabat ku dan entah kenapa aku ingin memeluk mu"
"Nona tidak apa-apa jika nona tidak berkeberatan dan jika nona mau bisa mengganggap saya teman nona"
"Wah apakah betul? terima kasih May, May aku ingin keluar berjalan - jalan di taman rumah ini apakah kau mau menemani ku? "
" Tentu nona dengan senang hati saya akan menemani nona"
"Baiklah ayo kita berangkat "
Kimmy dan Maya segera keluar dari dalam kamar dan menuju ke taman, Kimmy melihat ada dua orang pengawal ikut serta mereka menuju ke taman.
" May aku kan hanya ingin ke taman, kenapa pengawal ini terus mengikuti kita, aku merasa seperti seorang tawanan di dalam rumahku sendiri May"
Kimmy mulai duduk di bangku taman dengan wajah cemberut, Maya perlahan mendekati Kimmy dan Maya dapat melihat perubahan yang besar dari seorang Kimmy Valerie yang di kenalnya
"Nona ini adalah perintah dari tuan Edward tuan Edward hanya ingin memastikan bahwa nona baik-baik saja"
Wajah Kimmy bersemu merah ketika dia mengetahui bahwa suaminya begitu sayang padanya.
"Benarkah seperti itu May? apakah dia begitu mengkhawatirkan aku?, coba katakan pada ku sebenarnya seperti apa tuan Edward itu bagimu?"
Maya kembali memandang nona muda nya dia seakan tidak percaya jika nona mudanya itu akan banyak pertanyaan.
"En anu, nona tuan Edward adalah suami yang sangat mencintai nona, dan dia bisa melakukan hal apapun selama nona bahagia"
Maya harus ikut membohongi Kimmy, hatinya begitu menyesal mengatakan hal itu ingin dia mengatakan hal yang sebenarnya namun semua tertahan oleh lidah nya.
"Tapi May sampai saat ini aku masih merasakan bahwa dia masih menutupi banyak hal terhadap ku, aku mencoba bertanya pada dokter Rena namun apa yang kuterima sama seperti yang kau ucapkan.
Deg
Dari dalam hati, Maya ingin mengucapkan perkataan maaf yang luar biasa kepada nona Kimmy,namun sekali lagi Maya tidak dapat mengatakan banyak hal kepada Kimmy.
"Nona apa nona suka dengan bunga mawar merah?, coba lihatlah ke arah sana banyak sekali bunga mawar merah, jika nona mau mari kita petik dan kita taruh di kamar"
Maya mencoba untuk mengalihkan pembicaraan yang terjadi karena dirinya terlalu takut dengan banyak pertanyaan yang akan dihadapi nya jika tak segera melakukan hal tersebut.
"Wah bunga mawar merah, aku sangat menyukai nya, ayo kita kesana"
Kimmy segera menarik tangan Maya untuk berjalan ke area kebun tersebut, dengan hati yang penuh bahagia, Kimmy memetik bunga - bunga mawar merah yang ada disana
Di satu sisi Edward hari ini sama sekali tidak bisa konsentrasi terhadap semua pekerjaan yang sudah ada di meja nya, matanya terus tertuju kepada CCTV yang berada di Ponsel nya, Edward melihat senyum Kimmy dan melihat Kimmy begitu bahagia dengan beberapa tangkai bunga mawar merah yang sudah berada di tangan nya.
Hati Edward yang sudah tidak tahan ingin segera menjumpai istrinya segera memanggil Doni untuk menggantikan semua pekerjaan nya karena dia akan kembali ke rumah menemui Kimmy.
Di rumah Kimmy yang sudah selesai memetik banyak bunga segera masuk kembali ke dalam kamar dan menata bunga tersebut di salah satu vas, hatinya yang agak sedikit gundah bisa ditenangkan oleh bunga mawar merah yang saat ini berada di tangannya.
Saat Kimmy sedang asyik menata bunga tersebut Edward masuk ke dalam kamar dan segera mencium dan memeluk Kimmy dari arah belakang.
"Sayang apa yang kau lakukan pada hari ini ketahuilah aku begitu merindukan mu"
Edward dengan rakus mulai terus memeluk dan mencium Kimmy.
Kimmy membalikan badannya dan melihat Edward dengan penuh senyuman
"Hei bukankah kita baru berpisah beberapa jam saja kenapa kau begitu merindukan aku? "
" Kau adalah candu bagi kehidupan ku itu sebabnya setiap jam aku akan selalu merindukan mu, sayang apa permintaan mu saat ini?"
Kimmy menatap wajah Edward,ada rona malu di dalam wajahnya namun dia sedang menginginkan hai ini.
"Bolehkah aku meminta mu untuk menyentuhku seperti waktu malam hari itu?, namun kali ini lakukanlah dengan maksimal karena aku ini istrimu"
Permintaan Kimmy yang di bisikan ke telinga Edward membuat hati Edward berdetak kencang, dia tidak menyangka bahwa istrinya dapat mengatakan hal tersebut dengan lantang.
Sebenarnya Edward takut untuk memulai hal tersebut, namun saat ini dia sudah berobat ke seorang dokter psikiater dan hasil dari pemeriksaan nya sudah cukup bagus.
"Baiklah sayang mari kita mulai"