I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
PIKIRAN NYONYA TIARA



"Richard pergilah semua akan baik-baik saja aku menitipkan Michelle kepadamu,aku masih ingin tetap sembuh itu sebabnya aku mau melakukan hal ini sayang"


"Jaga dirimu Rissa"


Richard memberikan ciuman singkat di bibir Clarissa dan setelah itu segera berlalu dari ruang rawat Clarissa.


Perlahan tetapi pasti Clarissa kembali meneteskan air matanya,di dalam hatinya yang paling terdalam dia tidak mau ditinggalkan di Negara ini tanpa Richard, Karena saat ini hanya Richard dan Michelle keluarga yang dia miliki.


"Sebenarnya aku pun tidak mau dan tidak kuasa untuk ingin kau tinggalkan Richard,namun aku harus melakukan hal ini agar aku kembali sehat dan bisa tetap bersama dengan mu dan juga Michelle"


Tangisan Clarissa kini hanya di dengar oleh tembok ruang rawat tersebut,hati Clarissa yang tetap sedih karena ditinggalkan oleh orang yang dicintainya hanya bisa dia ungkapkan lewat derai air matanya yang mengalir.


Pesawat Jet yang dimana Edward dan juga tuan Adrian yang berada di dalamnya kini sudah mendarat dengan selamat kembali ke Negara W dan Edward yang sangat merindukan istri dan anaknya segera saja langsung kembali ke rumah utama.


"Pa,Kek aku akan kembali kekantor esok,hari ini aku akan ikut Mama kembali ke rumah utama untuk menemani istri dan anak ku"


"Pergilah Edward,Papa dan Kakek pernah ada diposisimu dimana rasa kerinduan yang masih terdalam untuk seorang anak dan seorang istri yang baru saja melahirkan"


"Itu betul Pa, baiklah aku dan Edward undur diri terlebih dahulu"


Nyonya Tiara dan juga Edward pada akhirnya masuk ke dalam mobil yang berbeda dengan tuan Adrian dan juga tuan Jaya.


"Pa, semalam Tiara bercerita kepadaku jika dia melihat Jason berada di Negara W dan Edward kemarin sebelum berangkat ke Negara W juga menghubungiku bahwa saat ini Rena berada di Negara B dan sudah menikah dengan seorang putra mahkota, bagaimana menurut pendapat Papa tentang hal ini?"


Tuan Jaya mencoba mendengarkan apa yang sedang diceritakan oleh anaknya.


"Adrian,kau harus tau cerita ini seperti benang merah yang akan saling berhubungan,saat ini kita tidak pernah tau apa rencana mereka selanjutnya,kita juga tidak bisa terlalu menyelidiki tentang nona Rena karena dia sudah berada di Negara B,kau tau sendiri seperti apa Negara B tersebut,saat ini yang perlu kita lakukan adalah waspada,karena ketika nona Rena sudah memiliki kuasa di Negara B bisa saja mereka akan bergabung dan kembali menyerang kita"


"Atau mereka tetap menyerang kita namun dengan pergerakan nya masing -masing, sehingga kita harus bekerja lebih ekstra jika hal itu terjadi"


"Tepat sekali Adrian,kau harus mengingatkan agar setiap laki -laki di keluarga Chandradinata bisa menjaga wanitanya masing -masing,aku yang khawatir jika mereka menggunakan trik kotor untuk menyerang kita dengan cara mencelakakan wanitanya seperti yang pernah dialami aku dan Charlotte"


"Adrian mengerti Pa"


Dan percakapan tentang tuan Adrian dan tuan Jaya berhenti sampai di sana,karena mobil sudah sampai pada Chandradinata Corp.


Sementara itu kini Edward dan juga nyonya Tiara sudah sampai di rumah utama, sepanjang perjalanan nyonya Tiara mendengarkan tentang cerita Edward yang mendampingi Kimmy saat melahirkan,pikiran nyonya Tiara sedang tidak berpusat pada Edward namun pikiran nyonya Tiara sedang berpusat pada tuan Jason, sehingga hanya sekilas nyonya Tiara mendengarkan Edward bercerita.


"Ma,kita sudah sampai,Ma"


Edward mengguncang tubuh nyonya Tiara untuk memberitahukan jika mobil sudah terparkir di halaman rumah utama.


"Ah kau betul Edward,ayo kita keluar"


Edward melihat nyonya Tiara seperti nya mengalami banyak pikiran,namun kini Edward masih belum bertanya sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh Ibunya tersebut.


"Sayang"


Begitu Edward masuk ada Kimmy yang segera memeluk erat dirinya.


"Kau merindukan ku?"


Kimmy mengangguk pelan di dalam pelukan dari Edward.


"Bagus,aku suka sekali sikapmu yang seperti ini nyonya Edward"


"Ayo kita kekamar,kau tidak rindu dengan anak kita?"


"Tentu saja aku rindu pada baby boy itu haha,tapi kau harus ingat jangan menggodaku dengan pakaian seksi,jika tidak jangan salahkan aku jika tidak kuat dan langsung menerkam dirimu"


Edward membisikan hal tersebut ke dalam telinga Kimmy dan Kimmy langsung memukul dada bidang Edward dengan ke dua tangannya.


Sesampainya di kamar Edward melihat Alexander kecil masih berada di dalam gendongan dari Maya.


"Berikan dia padaku May"


"Tidak boleh?"


"Ya,kau harus membersihkan dirimu terlebih dahulu baru kau bisa menyentuh anak kita"


Kimmy menunjukan kamar mandi kepada Edward.


"Baiklah,baiklah jika soal anak maka suami akan patuh kepada sang istri"


Edward langsung bergerak menuju kamar mandi dan segera masuk ke dalam kamar mandi tersebut.


"May berikan Alexander padaku"


"Baik nona"


"Pergilah May,sudah ada Edward disini"


"Baik nona,saya mohon untuk undur diri terlebih dahulu"


Maya segera memberikan Alexander yang masih tertidur ke dalam gendongan Kimmy dan segera pergi dari kamar mereka.


"Sayang,Papa sudah pulang nanti jangan menangis yah jika Papa menggoda mu kembali"


Kimmy seakan tau apa yang akan dilakukan oleh Edward jika dia sedang bersama dengan Alexander dan juga Kimmy,dan tak beberapa lama Edward keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.


"Sayang,apa betul kau tidak mau aku goda?"


"Issshh,hentikan pikiran mesum mu"


"Hahaha kau adalah istriku, berpikir hal seperti itu dan membayangkan tubuh istrinya sendiri adalah hal wajar,yang salah adalah ketika aku membayangkan hal tersebut dengan perempuan lain"


Kimmy tersenyum dan segera meletakkan Alexander ke dalam box bayinya.


"Jadi sekarang kau juga mau aku ganti kan pakaian mu seperti aku mengantikan pakaian Alexander?"


"Ya,jika kau tidak keberatan"


"Baiklah kemarilah"


Edward begitu senang ketika dia diberikan pelayanan yang terbaik oleh Kimmy,Kimmy mengantikan semua pakaian Edward dengan baju tidur dan terakhir kimmy mencium kening Edward.


"Duduklah,aku akan mengeringkan rambut mu yang masih basah"


Edward dengan patuh segera duduk di kursi dan Kimmy segera mengeringkan rambut Edward yang masih basah tersebut.


"Sayang"


"Ya Edward"


"Hari ini aku merasakan keanehan dari Mama Tiara?"


"Maksudnya?"


"Entahlah,aku seperti merasa bahwa Mama Tiara sedang mengalami banyak pikiran dan aku tidak tau apa yang Mama Tiara sedang pikiran kan"


"Kau tidak bertanya langsung pada Mama?"


"Aku belum sempat menanyakan hal itu karena saat aku ingin bertanya mobil sudah sampai di halaman depan rumah utama"


"Lain kali mungkin kau bisa menanyakan hal ini untuk ku"


"Aku Edward?"