I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
LEPASKAN AKU JOSEPH



Kali ini kau tidak akan pernah lolos dari ku, semua aktivitas mu,dengan siapa kau akan pergi dan di manapun keberadaan mu aku akan dapat mengetahui nya, sungguh menyenangkan bermain - main dengan gadis seperti mu, gadis yang dengan berani melawan ku akan mendapatkan akibatnya, aku akan memantau setiap detik aktivitas mu.


Jian Lee mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil terus menatap wajah Fanny yang manis.


"Tuan Jian Lee apakah anda sudah mendengarkan semua penjelasan ku? "


Dan pada akhirnya Fanny selesai menjelaskan semuanya, namun kini Jian Lee masih termenung dengan memandang wajah Fanny.


" Tuan, tuan apakah anda mendengarkan aku"


"Ah, ya aku mendengarkan semuanya, baiklah nona aku mengerti dan aku akan segera mengurus untuk tim dari ahli Farmasi lusa datang ke Rumah Sakit ini bersama dengan Richard "


" Baiklah tuan, ada lagi? jika tidak aku akan melanjutkan pekerjaan ku"


Fanny tersenyum kepada Jian Lee, Fanny mengusir Jian Lee secara halus dari dalam ruangan nya.


"Tidak ada nona Fanny, baiklah aku akan undur diri dari hadapan anda "


Dan tak beberapa lama kemudian Jian Lee pergi dari ruangan Fanny dengan senyuman penuh kemenangan, Jian Lee segera mengambil ponselnya dan menghubungi Richard untuk memberitahukan alat pelacak tersebut sudah menempel pada telapak tangan Fanny, alat pelacak tersebut bentuknya sangat kecil mirip seperti tahi lalat sehingga membuat orang yang diberikan tidak akan menaruh rasa curiga.


"Baiklah Richard, jika ada sesuatu dengan nona Fanny tolong hubungi aku"


Dan setelah mengatakan hal tersebut Jian Lee menutup panggilan terhadap Richard, hari ini Jian Lee rencana akan ke pantai, Jian Lee sangat menyukai laut, jika dia sedang ingin sendiri dia akan pergi ke pantai memandangi laut selama satu hari penuh.


"Baiklah kini waktunya aku untuk melepaskan semua penat ku, aku akan pergi ke pantai Kudengar pesisir pantai Negara W sangat indah "


Dan pada akhirnya Jian Lee masuk ke dalam mobil nya dan pergi menembus siangnya hari itu untuk pergi ke pesisir pantai Negara W.


Sementara itu kini Edward di kantor masih sibuk dengan urusan nya semenjak Richard dan juga Clarissa tidak memegang posisi sebagai CEO, hampir semua pekerjaan berada di tangan Edward.


"Tuan Edward, apakah anda akan kembali pulang larut malam hari ini? "


" Mungkin Don, katakan kepada Maya untuk memberitahukan istriku untuk segera beristirahat dan jangan menunggu ku, Don seperti biasa kirimkan bunga mawar merah untuk istriku "


" Baiklah tuan Edward "


Doni pun segera mencatat semua pesanan dari Edward, bunga mawar merah adalah menjadi sesuatu yang wajib bagi Edward karena Kimmy begitu menyukai bunga tersebut, setiap hari Edward mengirimkan bunga tersebut untuk istri nya.


" Aku mencintaimu Kimmy Valerie "


Edward menuliskan hal tersebut di kartu ucapan untuk bunga mawar merah siang ini.


Siang pun pada akhirnya berganti dengan malam, Dean sudah memesan tempat yang sangat romantis di dekat pesisir pantai Negara W, malam ini setelah semua pekerjaan selesai Dean dan Liyana akan pergi makan malam di tempat tersebut.


"Liyana ayo"


"Ayo? "


" Ya, malam ini aku kan mengajak mu makan malam, dan karena pekerjaan di Rumah Sakit ini sudah selesai ayo kita berangkat "


" En Dokter, aku belum mandi "


" Hahahaha sudahlah tidak apa - apa kau tetap tidak ada bedanya, ayo "


Dan pada akhirnya Dean dan Liyana membereskan semua pekerjaan nya dan keluar dari dalam ruangan tersebut.


" Dean, Liyana kalian akan kemana? "


Setelah mereka keluar Dean dan Liyana bertemu dengan Fanny di ujung jalan menuju ke halaman parkir mobil.


" Kami akan makan malam bersama Fan"


"Oh, baiklah nikmati malam yang indah ini"


"Kau sendiri langsung pulang Fan? "


" Ah tidak, malam ini aku ada janji dengan kekasih ku juga"


"Wah luar biasa nikmati juga malam mu Fan "


Mobil melaju meninggalkan Rumah Sakit tempat mereka bekerja.


" Tuan, nanti tolong turunkan aku di restoran yang kemarin, dan tuan tidak perlu menjemput ku lagi"


"Maaf nona sesuai perintah dari tuan Adrian saya harus memastikan keselamatan anda "


Supir pribadi sekaligus pengawal Fanny sepertinya agak enggan meninggalkan Fanny sendirian di tempat tersebut.


" Tuan, semua akan baik - baik saja, malam ini aku akan kembali bersama dengan kekasih ku, tuan Adrian tidak akan mungkin juga mencampuri segala urusan ku"


Dan setelah terjadi pembicaraan panjang pada akhirnya pengawal tersebut mengantarkan Fanny ke restoran tersebut dan meninggalkan nya.


Di depan restoran sudah ada Joseph yang menunggu dirinya.


"Ratu ku selamat datang "


Joseph memberikan pelukan nya kepada Fanny dan Fanny pun membalas pelukan Joseph.


" Sayang, apa kau lapar?jika kau tidak lapar aku akan mengajak mu ke tempat yang indah pada malam hari ini"


"Jo sebenarnya tadi aku sudah makan, jadi tidak akan ada masalah jika kita pergi sekarang, kau akan mengajak aku kemana? "


" Aku akan mengajak mu ke pesisir pantai Negara ini, kabarnya tempat di sana sangat indah, aku juga sudah memesan satu penginapan romantis yang bisa membuatmu nyaman untuk melakukan hal tersebut dengan ku"


Joseph membisikan hal tersebut ke telinga Fanny dan Fanny hanya bisa menundukkan wajahnya yang kini memerah.


"Ayo kita pergi"


"Baiklah ratu"


Dan pada akhirnya Fanny dan Joseph masuk ke dalam mobil dan Joseph melajukan mobil tersebut ke pesisir pantai Negara W.


Dan tanpa sepengetahuan Fanny beberapa pengawal tuan Adrian tetap mengikuti Fanny, namun pada akhirnya mereka harus terpisah karena Joseph bisa mengelabui mereka.


"Tidurlah sayang, aku akan membangunkan mu jika sudah sampai "


Dan pada akhirnya Fanny pun memilih untuk beristirahat sepanjang perjalanan.


Sementara itu kini Jian Lee sudah tiba di penginapan, malam ini Jian Lee memesan satu penginapan yang letaknya langsung menghadap ke laut lepas ,penginapan tersebut penginapan romantis.


"Ah sepertinya aku salah memesan tempat ini, penginapan ini terlalu romantis untuk aku yang sendiri "


Jian Lee tersenyum dan pada akhirnya hanya bisa memandangi lautan lepas pada malam hari ini sendirian.


Sementara itu kini Fanny dan Joseph juga sudah tiba di penginapan.


" Sayang sudah sampai ayo kita turun"


Joseph mencium mesra kening Fanny dan pada akhirnya mengajak Fanny turun dari dalam mobil menuju penginapan.


Fanny begitu kagum dengan penginapan yang romantis ini, penginapan yang langsung menghadap ke lautan.


"Bagaimana apa kau suka tempat ini"


Tiba - tiba saja Joseph sudah memeluk Fanny dari belakang, saat Fanny memandang lautan lepas dari sisi balkon tempatnya menginap.


"Ya, aku suka sekali Joseph "


" Aku juga menyukai nya"


Joseph pada akhirnya memulai banyak serangan nya terhadap Fanny, Joseph mencium semua tubuh Fanny dari berbagai arah, Fanny menikmati semuanya itu sampai pada akhirnya.


"Lepaskan aku Joseph "


Fanny mendorong Joseph ketika dia hendak melepaskan baju atas Fanny.


Dan karena ada sebuah perlawanan maka alarm alat pelacak Fanny yang berada di apartemen Richard berbunyi.