I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
MEMBERIKAN CINTA



Saat sore hari Kimmy baru terbangun dari tidurnya, Kimmy melihat jam dan segera turun dari tempat tidurnya.


Namun belum sempat dia membuka pintu kamar, tuan Edward sudah masuk ke dalam kamar tersebut dan menatap Kimmy dengan tatapan sangat tajam.


"Hei gadis bodoh kenapa hari ini kau tidak mengantarkan makan siang untuk ku? kau mau aku mati kelaparan ha?


Kimmy yang ingin sudah melawan dengan kata - kata, tiba-tiba menjadi terdiam karena dia sejenak terlupakan makan siang nya untuk tuan Edward belum diserahkan dan di bawanya kembali ke rumah.


Maafkan aku tuan Edward aku, aku, aku


Aku apa ha? kau berani membantah perkataan ku sekarang!!


Kimmy sudah tidak bisa menahan kemarahan nya, rasa marah yang memuncak membuat dia pada akhirnya berani berkata - kata


Iya aku memang berani melawan tuan Edward, tuan jahat padaku.


Dengar tuan aku Kimmy Valerie ini istri mu bukan boneka hidupmu!!!, aku mendengar semua percakapan mu dengan Doni dan kau jahat Edward Chandradinata hiks, hiks, hiks, hiks"


Kimmy berteriak keras kepada tuan Edward, Kimmy meluapkan setiap kekecewaan nya kali ini dan tuan Edward yang melihat hal itu hanya bisa terdiam


Tuan Edward maju beberapa langkah untuk mendekati Kimmy namun Kimmy semakin mundur sampai pada akhirnya tuan Edward berhasil meraih tubuh Kimmy.


"Lepaskan aku, lepaskan aku, jangan perkosa aku, kumohon Edward Chandradinata jangan lakukan hal yang semalam lagi jika kau tidak benar - benar mencintai ku"


Kimmy berusaha berontak dalam pelukan tuan Edward namun sepertinya usaha yang dilakukan Kimmy sia-sia.


Badan tuan Edward yang kekar tidak akan merasakan apapun ketika Kimmy mencoba memberontak padanya


Tuan Edward malah semakin memeluk Kimmy dengan sangat erat, entah kenapa setiap melihat Kimmy mengeluarkan air mata ada rasa sesak di dalam hati tuan Edward.


Ingin rasanya tuan Edward memeluk Kimmy dan membuat nya tidak menangis lagi,namun yang dilakukan tuan Edward saat ini hanya diam dan terus memeluk Kimmy.


"Tuan, tuan tolong jangan, tolong jangan hiks, hiks, hiks


Tuan Edward mulai membelai rambut Kimmy mencium punggung nya dan mulai untuk mencium bibir Kimmy.


Kimmy sadar bahwa dia masih istri sah dari Edward Chandradinata dan semarah apapun Kimmy tetap pada akhirnya dia bisa menerima setiap ciuman yang diberikan tuan Edward.


Kimmy menangis dalam ciuman tersebut dan saat tuan Edward mulai melancarkan aksinya tuan Edward membaringkan Kimmy di atas tempat tidur dan memulai segala sesuatu nya.


Sedangkan Kimmy hanya terdiam tanpa kata, rasa sesak di dalam dadanya bercampur dengan sebuah gairah yang di mainkan oleh tuan Edward kepada dirinya.


Dalam setiap hentakan tubuhnya Kimmy kembali menangis dalam dekapan panjang yang tuan Edward berikan.


Dalam diam tuan Edward kembali untuk merengkuh tubuh Kimmy Valerie.


Haruskah hidupku berakhir seperti ini? menjadi boneka hidup dari keluarga Chandradinata yang sangat menginginkan keturunan? lalu apakah ketika aku berhasil melahirkan keturunan tersebut apakah mereka semua akan tetap menganggap aku bagian dari keluarga mereka? ataukah mereka akan memisahkan ibu kandung dan anaknya? Jadi inilah fungsi ajang pencarian menantu yang mereka lakukan?


Kimmy menarik selimut menutup seluruh tubuhnya yang sudah tanpa sehelai apapun.


Sedangkan tuan Edward yang telah menyelesaikan aksinya mulai tertidur dan memeluk Kimmy dalam diam.


Kimmy membalikkan badan dan memunggungi tuan Edward,Kimmy menangis dalam diam tanpa bergerak sedikit pun dari tempat tidurnya.


Malam ini tuan Edward Chandradinata dan Kimmy Valerie melewatkan makan malam mereka.


Mereka terlarut dalam emosi dan perasaan yang mungkin tidak dalam dilukiskan.


Dan pada akhirnya Kimmy terlelap dalam tidur dan dirinya berharap semua yang dilalui nya adalah hanya sebuah mimpi.


Keesokan harinya Kimmy terbangun dalam dekapan tuan Edward


"Jangan berani - beraninya kau bangun dari tempat tidur ini dan pergi dari hadapan ku sebelum aku memperbolehkannya"


Bisikan tuan Edward yang nampak seperti ancaman membuat Kimmy tidak berani untuk keluar dari pelukan tuan Edward.


"Baik tuan aku akan tetap ada disini


Kau memanggil suamimu dengan sebutan TUAN, apakah aku terlihat seperti majikan?


Maafkan aku tapi aku tidak memiliki panggilan lain terhadap mu


Kau harus memanggil ku sayang dan kau harus mencium ku setiap sebelum aku berangkat dan pulang kerja


Jika kau melanggar semua perintah ku, maka aku akan memberikan hukuman lagi terhadap mu seperti semalam"


Kimmy yang masih berada dalam pelukan tuan Edward hanya terheran-heran terhadap sikap tuan Edward.


Tuan Edward bukankah kau tidak mencintaiku? lalu mengapa mau melakukan ini terhadap ku?


"Baik tuan, eh maksudnya baik sayang"


Kimmy memberikan ciuman selamat pagi di pipi tuan Edward


"Sekarang izinkan aku turun dari tempat tidur ini


Baiklah kita akan turun bersama - sama gosok punggung ku seperti biasa


Baiklah"


Kimmy segera bergegas meraih piyama tidurnya yang masih berserakan di lantai, semalam entah bagaimana caranya tuan Edward melempar piyama tersebut hingga jatuhnya lumayan sangat jauh dari tempat tidur mereka.


"Tunggu siapa yang meminta mu untuk menggunakan pakaian saat menggosok punggung ku di kamar mandi?


Hah maksudnya?


Kau harus menggosok punggungku dalam keadaan telanjang"


Tuan Edward membuka kembali seluruh piyama yang mulai dikenakan oleh Kimmy dan tuan Edward menarik Kimmy ke kamar mandi dalam keadaan Kimmy masih telanjang.


Kimmy hanya tertunduk dengan wajah malu memerah, meskipun tuan Edward saat ini adalah suami sah dari dirinya tapi tetap saja Kimmy masih memiliki rasa malu.


"Kemarilah masuklah ke dalam bak mandi bersama ku dan gosok punggungku dari dalam bak mandi ini"


Tuan Edward mengajak Kimmy masuk ke dalam bak mandi


Dan untuk kesekian kalinya Kimmy harus mengikuti setiap perkataan tuan Edward


Kimmy mulai menggosok punggung tuan Edward, menit - menit pertama tuan Edward masih menikmati setiap pijatan dari Kimmy, namun di menit yang kesekian tuan Edward mencengkram tangan Kimmy dan meminta Kimmy untuk menghentikan segala macam aktivitas nya.


"Tttuaaaan, maksudnya sayang apa yang akan kau lakukan?


Kimmy mulai membalikkan badan dan bersiap untuk keluar dari bak mandi, namun tuan Edward kembali merengkuhnya dan menciumi punggung Kimmy, mencumbu setiap lekukan tubuh Kimmy yang kini sangat terlihat jelas di hadapan tuan Edward.


Kimmy hanya bisa memegang tepian bak mandi tersebut, hati nya berontak tak bisa menerima, namun tidak dengan tubuhnya yang sangat menikmati setiap sentuhan dari tuan Edward


Tuan Edward membalikan badan Kimmy dan di dalam bak mandi tersebut tuan Edward kembali melancarkan aksinya.


Tuan Edward memegang ke dua tangan Kimmy supaya Kimmy tidak berontak dan mencumbu seluruh tubuh Kimmy tanpa ada yang tersisa.


Dan pagi untuk kesekian kalinya terjadi kembali hal yang Kimmy tidak inginkan, namun tubuhnya kembali menerima dengan baik setiap sentuhan yang tuan Edward berikan.