
"Clarissa jangan kau memakai perasaan mu terlalu banyak dalam hal ini"
"Jian Lee ada baiknya kita mengikuti apa yang Clarissa mau"
"Ya, ya wanita memang akan selalu menang dengan perasaan mereka dan pria akan selalu kalah akan hal itu"
Dan pada akhirnya Jian Lee mengikuti semua apa yang Clarissa mau, mereka bertiga pada akhirnya mengambil tempat masing - masing untuk bersembunyi dan memperhatikan lebih lagi pertarungan Edward dan juga Rei.
Saat mereka sedang memperhatikan semuanya tiba - tiba banyak sekali pengawal datang ke ruangan tersebut, dan salah satu dari mereka membawa racun mematikan yang siap di tembakkan.
Kini baik Clarissa ataupun Jian Lee dan Richard mulai saling berpandangan dan tanpa butuh waktu yang lama pada akhirnya mereka keluar dari persembunyian dan mulai menembak para pengawal tersebut satu persatu.
Rei yang mengetahui kehadiran para pengawal sekaligus kehadiran mereka bertiga segera menghentikan pertarungan, mengambil pistol nya dan kini mulai ikut beradu tembak.
"Edward, aku akan kembali menggunakan senjata ini lebih baik kita kembali menggunakan nya"
Rei menembakkan pistol itu ke atas sebagai isyarat jika racun dapat di tembakan saat ini dan Dokter Rena yang mengetahui isyarat dari Rei segera saja melihat dari arah mana dirinya bisa menembak Edward dan memberikan informasi kepada salah satu pengawal tersebut.
"Tembakan itu, tembakan itu adalah isyarat akan ada racun yang di tembakkan "
Tiba - tiba Clarissa berteriak kepada Richard dan Jian Lee, namun sepertinya yang bisa mendengarkan suara Clarissa hanya Richard seorang, mendengar akan hal itu Richard langsung bergabung dengan Edward untuk adu tembak dengan Rei.
Clarissa yang masih sibuk melayani tembakan dari para pengawal mencoba mencari tau siapa pengawal sang pembawa racun tersebut, karena mereka semua menggunakan baju yang yang sama membuat Clarissa pada akhirnya agak susah untuk mencari pengawal itu.
Namun tiba - tiba Clarissa diingatkan akan sebuah simbol bunga teratai berbentuk pin yang di gunakan hanya pada satu pengawal di tempat itu dan ketika Clarissa berhasil melihat sang pembawa racun Clarissa menyadari jika sang pembawa racun sudah siap mengarahkan pistol nya ke arah Richard, kondisi Edward yang sulit terjangkau karena terhalang tubuh Rei membuat pengawal tersebut memindahkan incaran tersebut kepada Richard dan Richard tidak menyadari bahwa dia adalah target karena masih sibuk membantu Edward.
"Tidak, itu tidak boleh terjadi "
Clarissa berlari ke arah Richard dan tepat disaat Clarissa berada di belakang panggung Richard sang pengawal menembakkan racun tersebut dan mengenai Clarissa.
" Clarissa!!!!! "
Terdengar teriakan Richard bergema di seluruh ruangan karena kini melihat Clarissa jatuh tersungkur dan langsung tak sadarkan diri, langsung saja Richard menembak mati pengawal tersebut.
Richard mendatangi Clarissa, Richard tidak melihat adanya darah yang mengalir dari tubuh Clarissa namun Richard mulai melihat kelumpuhan pada diri Clarissa.
"Kurang ajar, kau Lauren!!!!!! "
Richard membawa Clarissa ke tempat yang aman dan segera saja kembali ke area adu senjata dengan mata merah yang penuh dengan kemarahan sekaligus kesedihan yang mendalam.
" Rei kau, harus menyerah "
Tiba - tiba Richard mengarahkan dua pistol nya ke arah Rei, dan di saat yang bersamaan semua pengawal dan Rei juga mengarahkan pistol tersebut ke arah Edward, Jian Lee dan Edward.
..."Pengawal mu telah menembak orang yang aku cintai dengan racun, kini aku ingin kau mati"...