I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
RENCANA MENGERIKAN



"Jian Lee dimana Dokter Fanny? "


" Entahlah wanita gila itu pergi kemana "


" Wanita gila? maksudmu Dokter Fanny? enak sekali kau memberikan dia nama seperti itu, awas saja jika dia mendengarkan mu,dia bisa marah Jian Lee "


" Dia sudah marah Richard lihatlah apa yang sudah dia lakukan padaku tadi"


Pada akhirnya Jian Lee menceritakan semua yang sudah di alami nya tadi bersama dengan Fanny dan kini Richard hanya bisa tertawa dengan puas mendengarkan cerita dari Jian Lee.


"Hei kenapa kau tertawa seperti itu Richard, apa yang salah? dia akan meninggalkan ruangan ini untuk bertemu dengan kekasih nya di saat jam kerja belum selesai "


" Dan kau pasti menghalangi kepergian nya sehingga terjadi peristiwa itu? "


" Iya aku menghalanginya karena masih jam kerja"


"Hei Jian Lee kau sedang tidak cemburu terhadap nona Fanny kan? "


Mendengar pertanyaan Richard tersebut pada akhirnya membuat Jian Lee terdiam.


" Ah enak saja aku cemburu pada wanita gila itu, jelas saja tidak akan pernah "


" Baiklah, baiklah aku berharap ego mu tidak terlalu tinggi untuk mengakui bahwa kau mulai jatuh cinta kepada Dokter Fanny, aku sebagai sahabat mu hanya bisa memberikan dukungan saja, Dokter Fanny adalah wanita yang baik dan dia layak untuk kau dapatkan "


Richard kini menepuk - nepuk bahu Jian Lee dan bersiap untuk kembali keluar dari dalam ruangan Fanny.


" Hei Jian Lee ayo pulang, kau tidak akan menunggu Dokter Fanny hingga esok hari kan? "


Jian Lee segera beranjak dari tempat duduk untuk bersiap - siap keluar, namun sejenak langkah Jian Lee terhenti.


"Tunggu Richard apa kau bisa menolong ku"


"Menolong? katakan apa yang bisa aku lakukan untuk mu? "


" Buatkan aku satu alat pelacak untuk nona Fanny "


Mendengarkan hal tersebut kini Richard mengernyitkan dahi dan mulai tersenyum kepada Jian Lee.


" Hei, jangan kau memandangku dengan seperti itu, aku hanya ingin melindungi semua tim dan kebetulan dia adalah pemimpin di dalam tim Dokter sudah sepantasnya kita melindungi dirinya"


"Ya, ya terserah apa yang menjadi alasan mu itu Jian Lee, sebagai teman aku pasti akan menolong mu untuk membuatkan alat pelacak tersebut "


" Kira-kira berapa lama kau membutuhkan waktu untuk membuat alat pelacak tersebut Richard? "


Richard terdiam dan mulai menghitung waktu.


" Jika aku membuat nya hari ini, esok hari alat itu sudah bisa digunakan, namun aku membutuhkan DNA dari nona Fanny apa kau bisa menyediakan nya? "


" Sebentar "


Pada akhirnya Jian Lee kembali ke meja kerja dari Fanny, Jian Lee melihat satu helai rambut panjang yang tergeletak di atas meja kerja Fanny,Jian Lee memberikan rambu tersebut kepada Richard.


" Apa ini cukup? "


" Tunggu, kau yakin ini rambut nona Fanny? "


Jian Lee mengamati bentuk rambut tersebut dan mulai membayangkan wajah Fanny dan pada akhirnya dengan mantap Jian Lee berkata.


" Ya aku yakin ini adalah milik nya"


"Ya, ya, baiklah aku ikuti saja apa yang kau mau"


"Terima kasih Richard, ayo kita segera lakukan "


" Sekarang? "


" Ya, lebih cepat akan lebih baik"


Dan pada akhirnya Richard dan juga Jian Lee kembali ke Apartemen Richard, hari ini Jian Lee akan menunggu Richard untuk bisa menyelesaikan apa yang saat ini diminta nya itu.


Sementara itu kini Edward dan Kimmy sudah kembali ke rumah, mereka begitu lelah dengan segala aktivitas yang sudah mereka lakukan sepanjang hari ini bersama dengan Michelle.


"Sayang,apa kau lelah? apa yang bisa aku lakukan agar kau tidak lelah? "


Edward begitu kasihan melihat Kimmy yang begitu tiba langsung menyandarkan badannya di atas tempat tidur.


" Edward, hari ini aku sangat lelah, mungkin karena aku sedang hamil jadi kondisi kesehatan ku tidak seperti biasanya "


" Ya itu mungkin yang sedang terjadi dengan mu, sekarang beristirahat lah"


"Edward maafkan aku"


"Maaf? untuk apa kau meminta maaf kepada ku"


Kini Edward sudah menyusul Kimmy untuk berada di tempat tidur yang sama, Edward mendekatkan dirinya ke arah Kimmy dan mencium puncak kepala istrinya itu berkali-kali.


"Malam ini aku terlalu lelah, jadi sepertinya aku tidak bisa melayani mu dengan baik "


Edward yang mendengarkan perkataan dari Kimmy, kini hanya bisa memandang istrinya tersebut dengan sangat takjub, dia tidak menyangka jika Kimmy masih mengingat perkataan nya itu.


" Sayang kemarilah"


Edward meminta Kimmy mensusutkan dirinya lebih lagi ke dalam pelukan Edward.


"Dengarkan aku"


"Iya aku akan mendengarkan mu"


"Aku memang selalu menginginkan tubuh mu, karena kau adalah candu ku, menghirup candu tersebut dalam - dalam dapat membuat aku bisa lebih semangat setiap hari nya, namun bukan berarti aku selalu memaksa mu untuk melakukan hal itu sayang "


" Jadi kau tidak marah? "


" Tentu saja tidak, mana mungkin aku memaksa mu untuk melakukan hal itu, jika kondisi mu seperti ini, aku juga masih memiliki hati nurani sayang "


Edward kini kembali mencium kening istrinya.


" Terima kasih Edward kau memang suami terbaik yang aku miliki saat ini dan sampai selama - lamanya"


"Dan kau adalah istri terbaik yang akan aku miliki sampai aku kembali kepada Tuhan"


"Edward, sebentar lagi anak kita akan lahir, Mama Tiara dan Ibu sudah sangat sibuk menyiapkan segala sesuatunya "


" Kapan dia akan keluar ke dunia ini sayang? "


" Dokter Lee memperkirakan sekitar dua minggu bayi ini akan lahir"


"Baiklah aku akan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, tiga hari sebelum Baby Boy keluar kau sudah harus berada di Rumah Sakit dengan pengamanan tingkat tinggi apa kau mengerti? "


" Baiklah tuan Edward istri akan patuh jika di dalam hal ini"


"Bagus, aku berharap tidak akan ada perlawanan dari seorang nyonya Edward, sekarang tidurlah agar esok hari kau semakin segar"


Dan pada akhirnya malam hari ini Edward dan Kimmy tidur dengan tenang.


Sementara itu kini Fanny yang sudah kembali ke kediaman nya hanya bisa termenung dan terus menatap langit - langit kamarnya yang kosong.


"Esok hari aku akan kehilangan mahkota berharga yang aku miliki, apakah betul yang dikatakan oleh Joseph bahwa memberikannya sekarang dan nanti itu sama saja? mengapa hati aku malam ini begitu tidak tenang, apakah aku salah dengan menyetujui apa yang Joseph mau? "


Pikiran - pikiran Fanny kini terus menghantui dirinya dan itu terjadi sepanjang malam sehingga membuat Fanny pada akhirnya terus terjaga dan tidak bisa terlelap.


Sementara itu di sebuah hotel Joseph kini sedang mempersiapkan rencana jahatnya untuk melenyapkan Fanny pada esok hari.


"Fanny, sebelum kau mati di tangan ku aku ingin terlebih dahulu menikmati semua anggota tubuhmu, agar aku setidaknya bisa mendapatkan hal itu dari mu sebelum aku membunuh mu"