
Tiba - tiba Richard mengarahkan dua pistol nya ke arah Rei, dan di saat yang bersamaan semua pengawal dan Rei juga mengarahkan pistol tersebut ke arah Edward, Jian Lee dan Edward.
..."Pengawal mu telah menembak orang yang aku cintai dengan racun, kini aku ingin kau mati"...
"Hahahaha kau tidak akan bisa untuk membunuh ku Richard "
Dan di saat yang bersamaan terdengar suara tembakan dari seseorang, dan tembakan tersebut tepat mengenai kepala Rei dan Rei jatuh tersungkur.
" Aku yang akan membunuh mu Rei!!!!! "
Terdengar teriakan dari satu orang wanita yang berdiri di sudut ruangan dan sang penembak tersebut adalah Jean, ya Jean yang pada akhirnya membunuh Rei.
"Dan sekarang aku juga akan mati, Rissa maafkan kakak mu ini yang tidak dapat melindungi dirimu"
Setelah mengucapkan kata tersebut Jean menembak sendiri kepala nya dan pada akhirnya Jean juga mati bersama dengan janin yang masih berada di dalam kandungan nya.
Sementara itu kini kembali terjadi baku tembak antara Richard, Edward dan Jian Lee kepada para pengawal yang tersisa di dalam ruangan.
"Rasakan ini!!!! "
Dengan penuh kemarahan Richard menembak semua para pengawal tersebut tanpa ampun dan tak butuh waktu lama pada akhirnya mereka bertiga bisa melumpuhkan semua pengawal tersebut.
Richard Langsung lari kembali ke arah Clarissa yang kini masih belum sadarkan diri,Richard terduduk, memeluk Clarissa dan pada akhirnya menangis.
"Rissa maafkan aku yang gagal melindungi dirimu, sayang maafkan, maafkan "
Tangisan dan jeritan Richard terdengar sangat pilu di dalam ruangan tersebut.
Sementara itu di ruangan bawah tanah kini Rena terduduk dan perlahan dia mulai menangis karena melihat kematian Rei di depan mata nya.
" Rei, maafkan aku kau laki - laki yang luar biasa"
Perlahan air mata mulai mengalir dari Dokter Rena, kini dokter Rena baru merasakan kehilangan yang amat sangat terasa membuat sesak hatinya.
"Rena, sudahlah Kakek mengerti perasaan mu, tapi kau tidak layak untuk mendapatkan Rei, kau layak untuk mendapatkan yang lebih dari Rei"
"Tapi Kek aku mulai sadar aku mulai mencintainya"
"Baiklah sekarang tenangkan dirimu, Kakek berharap kau tidak lemah seperti cucu ku Clarissa "
Dan pada akhirnya Dokter Rena meninggalkan ruang Lauren menuju sebuah kamar di dalam ruang bawah tanah tersebut.
Sementara itu di luar markas semua aparat sudah berkumpul, tuan Jaya datang dengan helikopter nya dan mendarat tepat di halaman markas.
"Tuan Jaya semua musuh sudah di lumpuh kan hanya saja tuan Lauren masih tidak kita temui keberadaan nya"
Tuan Jaya hanya terdiam dengan semua laporan yang telah dia terima.
"Baiklah, bagaimana keadaan di dalam?"
"Nona Jean mati bunuh diri, tuan Richard, tuan Edward dan tuan Jian Lee selamat saat ini mereka sedang menuju ke halaman utama"
"Namun "
"Namun ada apa?"
"Nona Clarissa terkena racun teratai putih "
Tuan Jaya sangat kaget, karena nama racun itu kembali disebut, satu racun di dalam dunia kejahatan yang sudah lama menghilang kini muncul kembali.
" Bagaimana kondisi Clarissa saat ini?"
"Belum sadar tuan "
Dan tak beberapa lama tuan Adrian dan semua pengawal nya muncul dari dalam ruangan.
" Papa"
"Adrian, nona Clarissa terkena racun teratai putih, kita harus segera melarikan dia ke Rumah Sakit "
" Ya pa"
Dan tak beberapa lama pada akhirnya Richard muncul dengan setengah berlari sambil mengendong Clarissa dan tuan Jaya yang mengetahui hal tersebut langsung membuka pintu helikopter dan mempersilahkan Richard untuk membawa Clarissa dengan Helikopter tersebut agar lebih cepat.