
Clarissa masih terdiam di dalam mobil nya dan tepat di saat yang sama banyak pengawal Rei menembak kaca mobil dari arah pintu mobil tempat Clarissa duduk, sebagian pengawal berusaha membuka pintu mobil tersebut dengan alat-alat canggih mereka, dan saat pintu mobil itu pada akhirnya berhasil di buka, disaat yang sama terdengar bunyi tembakan yang di lepaskan dari para pengawal tuan Adrian terhadap para pengawal Rei.
Salah satu pengawal menunjukkan tanda pengenal Chandradinata, Clarissa mengerti dan segera kembali menutup pintu mobil nya karena akan segera terjadi baku tembak di tempat tersebut.
Clarissa melihat bagaimana pengawal Rei pada akhirnya di pukul mundur oleh para pengawal Chandradinata.
"Nona Clarissa apakah anda baik - baik saja"
"Tuan aku baik - baik saja, mengapa anda berada di sini? "
" Kami diminta tuan Adrian untuk menjemput nona Clarissa menuju rumah utama, tuan Adrian meminta semua anggota keluarga berkumpul di rumah utama "
" Tapi aku bukan anggota keluarga nya tuan"
"Nona Clarissa adalah kekasih tuan Richard putra dari tuan Adrian, itu sebabnya nona Clarissa saat ini juga berada di bawah perlindungan Chandradinata "
Clarissa kini mengerti bahwa dia harus segera kembali ke rumah utama.
" Baiklah aku akan ikut dengan kalian "
" Kami hanya di minta untuk melindungi nona Clarissa saja, lalu bagaimana dengan dia, apakah akan nona tinggalkan disini? "
Salah satu pengawal menunjuk Jean yang masih terikat di dalam mobil.
" Ya kalian hanya perlu melindungi aku, untuk wanita ini, tetap bawa dia tapi perlakukan dia seperti tahanan, tahanan yang masih memanusiakan seseorang "
Clarissa mengatakan begitu sambil menatap tajam Jean, sedangkan Jean kini hanya menundukkan wajahnya.
" Mari nona pindah lah ke mobil kami, untuk wanita ini biarkan tetap di mobil ini bersama dengan salah satu dari kami"
Pada akhirnya Clarissa mengikuti semua arahan dari pengawal Chandradinata, sepanjang perjalanan ke rumah utama pikiran Clarissa hanya tertuju pada Richard.
Clarissa mengucapkan hal tersebut di dalam hatinya dan air mata yang sudah dia tahan, pada akhirnya jatuh juga.
Tak beberapa lama mobil Clarissa sampai pada kediaman Chandradinata, Clarissa keluar dari dalam mobil dan saat Clarissa akan masuk ke dalam rumah, nampak Edward juga sudah tiba di dalam rumah utama tersebut.
"Clarissa apa kau baik-baik saja? nona Jean? untuk apa dia bersama dengan mu? "
Edward heran melihat Jean yang ikut di bawa Clarissa ke dalam rumah utama dalam keadaan terikat seperti itu.
" Edward nanti saja aku jelaskan semuanya kepadamu, sekarang apakah ada tempat yang layak untuk wanita ini? aku ingin dia tetap menjadi tahanan kita tapi kita tidak menyiksa dia"
Edward memandang tajam ke arah Clarissa seakan - akan mencari tau apa maksud dari perkataan Clarissa tersebut.
"Aku mengerti yang kau maksud, di rumah utama ini ada khusus ruang tahanan yang layak untuk seseorang seperti dia, jangan khawatir semua fasilitas ada di dalam ruangan tersebut dan ruangan itu hampir seperti rumah kecil yang memiliki kondisi cukup baik, perbedaan nya mereka yang berada di dalam sana tidak akan bisa keluar tanpa seizin anggota Chandradinata, dan karena kau yang membawa, jadi otoritas wanita ini berada di dalam kendali mu"
"Baiklah Edward, pengawal tolong bawa wanita ini ke dalam ruangan tersebut dan siapkan dokter kandungan untuk nya"
"Baiklah nona Clarissa "
Edward kembali melihat Clarissa dengan sangat tajam begitu Clarissa menyebutkan Dokter kandungan, namun sebelum Edward sempat bertanya banyak hal Clarissa sudah masuk ke dalam rumah utama.
" Don, apa rencana dia"
"Entahlah tuan, seperti nya nona Jean dan hubungannya dengan tuan Rei sehingga nona Clarissa sampai bisa seperti itu"
"Baiklah, mari kita masuk terlebih dahulu "
Dan pada akhirnya Edward dan Doni masuk ke dalam rumah utama, sesampainya di dalam rumah tersebut, Kimmy yang mengetahui kehadiran dari Edward langsung berjalan ke arah nya dan memeluk suami yang begitu dia cintai itu.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.