I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
CASSANDRA WINATA



Cinta buta yang saat ini Edward rasakan perlahan membuat Edward lupa bahwa dia juga memiliki istri yang pintar,cinta buta membuat Edward sudah merasa melakukan hal yang terbaik di dalam dirinya.


Di dalam mobil Edward begitu sibuk mempersiapkan meeting dengan rekan bisnisnya, untuk hari ini dia akan melakukan rapat penting dengan berbagai kolega di perusahaan Chandradinata.


"Don siapa rekan bisnis kita pada mega proyek yang selanjutnya? "


Edward mencoba menanyakan hal tersebut kepada Doni sambil terus berkutat dengan laptop untuk presentasi yang akan dia lakukan.


"Tuan untuk rekan bisnis Chandradinata Corp pada mega proyek kali ini adalah Winata Corp"


"Winata Corp perusahaan yang akhir - akhir ini sedang marak di bicarakan karena perkembangan nya yang pesat? "


" Betul tuan Edward, pihak Winata Corp menawarkan kerja sama dengan Chandradinata Corp dalam membangun pusat perbelanjaan di kawasan Asia Tenggara, dan tuan Adrian sudah menyetujui akan kerja sama yang baik ini"


"Baiklah mari kita lakukan yang terbaik, siapa yang akan mewakili dari pihak Winata Corp untuk rapat hari ini Don?"


"Presdir dari Winata Corp sendiri yang akan datang untuk menghadiri rapat tersebut tuan, dia seorang wanita yang juga sedang dibicarakan oleh publik karena kecantikan nya dan kepintaran nya dalam menjalankan bisnis, wanita ini yang mendirikan Winata Corp dengan tangan nya sendiri, nama wanita tersebut adalah nona Cassandra Winata,beliau yang langsung akan hadir pada rapat hari ini"


"Baik Don aku mengerti apa yang harus kita lakukan, untuk kali ini rekan kerja kita adalah seorang wanita yang punya ambisi, dan kita harus berhati-hati dalam menghadapi nona Cassandra"


Tak berapa lama mobil Edward sudah berhenti di lobby Chandradinata Corp, Edward dan Doni keluar dari dalam mobil dan bergegas menuju lantai paling atas tempat ruangan Presdir berada, mereka menggunakan lift eksklusif untuk mempercepat langkah mereka.


Sesampainya mereka di lantai paling atas, mereka masuk ke ruang rapat dan di dalam ruang rapat tersebut sudah ada tuan Adrian dan tuan Jaya serta beberapa staff yang lainnya.


"Pa, kek bagaimana kabar kalian, maafkan Edward yang belum sempat berkunjung ke rumah utama "


Sebelum rapat di mulai Edward melepas rindu kepada Papa dan Kakeknya, Edward sudah cukup lama tidak bertemu dengan anggota keluarganya, akhir-akhir ini Edward terlalu sibuk berurusan dengan hilang ingatan dari Kimmy istrinya sehingga terkadang Edward hampir tidak pernah memikirkan keluarganya sendiri


"Nak papa baik - baik, bagaimana dengan kondisi istrimu, papa dengar kau menutup semua masa lalu istrimu apakah itu tidak terlalu egois? "


" Egois atau tidak nya sampai saat ini Edward belum melihat dampaknya pah, Edward sedang tidak ingin memikirkan siapapun kecuali perasaan Edward sendiri, jadi tolong pah untuk kali ini biarkan Edward yang mengambil keputusan"


Sebagai sesama laki-laki tuan Adrian bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Edward, dan sebagai sesama laki-laki tuan Adrian sangat mengerti sikap dan sifat anak nya tersebut.


"Baiklah itu adalah rumah tangga mu baik Papa, Mama, ataupun Kakek sudah tidak pantas untuk terlalu mencampurinya lagi, karena kau yang akan langsung bertanggung jawab di hadapan Tuhan"


Tuan Adrian memandang putranya dan berharap untuk kali ini Edward mengambil keputusan yang benar.


Lama mereka melepas rindu sampai pada satu titik ada seorang wanita cantik dengan bentuk badan yang aduhai masuk ke dalam ruangan tersebut, wanita itu dikelilingi oleh para pengawal dan satu asisten pribadi, ya wanita itu adalah Cassandra Winata, pemilik Winata Corp rekan bisnis pada mega proyek yang akan di kerjakan oleh Chandradinata Corp


Tuan Adrian, tuan Jaya dan Edward yang melihat kehadiran nona Cassandra segera berdiri dari tempat duduk nya untuk menyapa Presdir dari Winata Corp tersebut.


"Selamat datang nona Winata, selamat datang di Negara W dan selamat datang di Chandradinata Corp"


"Terima kasih tuan Adrian atas segala penerimaan anda dan keluarga terhadap saya, mari kita segera mulai rapat ini"


Keluarga Chandradinata dan nona Cassandra Winata kembali duduk dan konsentrasi pada setiap rapat yang di sampaikan


Edward memulai presentasi nya dengan sangat lancar, kepintaran Edward dalam memimpin perusahaan sudah pasti tidak dapat di ragukan lagi,semua mata memandang kepada Edward tak terkecuali nona Cassandra matanya sama sekali tak lepas dari sosok Edward Chandradinata.


"Sekian presentasi yang saya sampaikan bagaimana dengan pendapat nona Cassandra? "


Semua orang bertepuk tangan saat Edward sudah mengakhiri presentasi yang telah disampaikan, kini semua mata kembali tertuju pada nona Cassandra karena dia tidak memberikan respon saat Edward bertanya.


" Ehmmm, nona Cassandra apakah anda mendengarkan ku? "


Edward kembali bertanya untuk yang ke dua kalinya, dan kali ini asisten pribadi nona Cassandra menepuk bahu nya untuk menyadarkan dirinya dari sebuah Lamunan,segera setelah Itu Cassandra kembali fokus pada pertanyaan Edward.


" Hmm presentasi yang sangat luar biasa tuan Edward, aku cukup terkesan di buat nya, baiklah dengan ini kita resmi bekerja sama dalam mega proyek pusat perbelanjaan di kawasan Negara Asia Tenggara"


Dan pada akhirnya dengan perkataan yang keluar dari mulut Cassandra Winata membuat semua orang yang berada di dalam rapat tersebut bertepuk tangan dan disepakati sebuah kerja sama antara Chandradinata Corp dan Winata Corp.


"Nona Cassandra dimana nona akan menginap di Negara W ini? mengingat bahwa nona Cassandra bukan dari negara ini? "


Tuan Jaya bertanya kepada Cassandra saat mereka semua akan keluar dari dalam ruangan rapat tersebut.


"Tuan Jaya, saya sudah membeli rumah di Negara W untuk saya tinggal sementara sampai mega proyek kita ini selesai berjalan"


"Baguslah nona jika memang nona Cassandra memutuskan untuk membeli rumah untuk ditempati"


Cassandra kembali tersenyum kepada tuan Jaya dan tuan Adrian, namun mata Cassandra tidak lepas dari Edward yang sedari tadi tidak banyak berkata - kata apapun terhadap dirinya.


"Baiklah tuan saya permisi dulu, jika ada sesuatu hal yang mendesak tuan - tuan dapat menghubungi asisten pribadi ku nona Jean"


Cassandra menunjuk wanita yang sedari tadi berada di sebelah nya setelah Cassandra mengucapkan hal tersebut dia dan nona Jean pamit untuk diri.


Cassandra segera masuk ke dalam mobil pribadi nya yang di dalam mobil tersebut sudah ada sang supir yang menunggu mereka.


"Nona apa anda baik-baik saja?"


"Jean aku sangat baik - baik saja, Jean lihatlah aku akan membuat keluarga Chandradinata bangkrut dan mereka semua kehilangan harga diri mereka".


Terpancar senyum yang mengerikan dari wajah seorang gadis bernama Cassandra Winata.