I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
NOSTALGIA NYONYA TIARA



Perasaan apa ini, kenapa seakan aku akan kehilangan dia, seakan malam ini aku terakhir akan memeluk nya seperti ini, Tuhan kumohon kembalikan Edward dengan selamat.Amin


Dan pada malam hari itu pada akhirnya semua anggota Chandradinata terlelap dengan orang - orang yang mereka cintai masing - masing.


Sementara itu Clarissa di dalam kamar sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, pikiran masih tertuju dengan Richard, Clarissa sangat tau betul siapa keluarga Louis dan bagaimana kejam nya keluarga Louis tersebut.


"Aku tidak bisa hanya seperti ini saja, esok hari aku tidak bisa hanya menunggu kabar dari mereka semua, aku ingin ikut ke Barcelona, tapi bagaimana aku dapat mengatakan hal ini kepada tuan Adrian, setelah di dalam rapat aku sudah di beri peringatan agar tidak bertindak gegabah"


Clarissa terus berpikir bagaimana caranya agar dia bisa ikut pergi ke Barcelona untuk pembebasan tawanan tersebut,sampai pada akhirnya Clarissa terlelap dalam tidur malam nya.


Keesokan harinya semua anggota Chandradinata bangun lebih pagi dan langsung menuju ke meja makan untuk sarapan, tidak ada pembicaraan apapun di meja makan tersebut, semua tenggelam dalam pikiran nya masing - masing, dan tiba - tiba Doni datang kepada mereka untuk memberikan laporan.


"Tuan, semuanya sudah siap"


Tuan Adrian memandang Doni dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, seperti yang dikatakan oleh Doni semua yang kita butuhkan sudah disiapkan oleh para pimpinan pengawal"


"Don, apakah pengaman ekstra untuk para wanita yang tertinggal disini sudah aman? "


" Tuan semua pengawal untuk para nona besar sudah disiapkan dengan baik, rumah ini dilengkapi alarm deteksi keadaan darurat yang akan terhubung ke semua para pengawal baik yang sedang bertugas di dalam rumah atau yang memang sengaja bertugas di luar, alarm ini juga terhubung dengan para aparat di Negara W"


"Baiklah jika memang seperti itu,sudah saatnya kita harus segera berangkat "


Dan pada akhirnya semua anggota Chandradinata bangkit dari tempat duduk mereka menuju ke kamar untuk persiapan diri mereka.


" Tiara apa aku masih terlihat tampan dengan rompi anti peluru ini? "


" Adrian, kau selalu tampan untuk ku"


"Apa perkataan mu bisa aku percaya "


" Hahahaha, jika tidak bisa kau percaya dalam keadaan apapun kau bisa lihat betapa aku tidak pernah beranjak dari sisimu"


"Ya, ya kau benar Tiara "


" Adrian, apakah Papa Jaya akan tetap ikut dalam pembebasan tawanan? "


" Tiara Papa Jaya akan tetap ikut, namun Papa tidak akan kembali terjun langsung ke lokasi, sampai di Barcelona Papa Jaya akan mendampingi aparat untuk memantau keadaan di sekitar"


"Ah baiklah, aku hanya mengkhawatirkan nya saja, nampaknya kematian Mama Carlote masih cukup sangat membekas di hatinya, sehingga Papa begitu ingin ikut bergabung dengan mu dan Edward untuk pembebasan tawanan ini aku khawatir karena kondisi Papa sudah berumur "


" Tenang saja, Papa tau apa yang harus dia lakukan, dari dulu kau selalu mengkhawatirkan orang tua ku, apa kau tidak mengkhawatirkan aku ha? "


Nyonya Tiara tersenyum mendengarkan ungkapan hati dari tuan Adrian.


" Adrian, sejak kecil aku hidup tanpa orang tua, dan ketika aku bertemu dengan Mama Carlote dan Papa Jaya di sanalah aku bisa merasakan kasih sayang yang lengkap"


"Porsi ku menyayangimu dan mereka tentu sama hanya tempat nya saja yang berbeda, kau adalah suami ku, pemimpin ku, belahan jiwa ku, sudah kau puas dengan ungkapan ini"


Nyonya Tiara kembali tersenyum dengan semua yang sudah dia katakan sendiri, nyonya Tiara seakan di buat bernostalgia akan masa muda nya dengan tuan Adrian.