I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
RENCANA PENYERANGAN



" Aku yang akan masuk Jian Lee"


Tiba - tiba Edward mengangkat suaranya.


"Edward kau serius, ini sangat berbahaya "


" Serius Pa, Richard adalah saudara laki-laki untuk ku dan dia selalu menjadi penolong ku sedari dulu, kini aku yang akan membawa dia keluar dari dalam ruangan itu"


Tuan Adrian begitu khawatir dengan keputusan dari Edward, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa jika putra nya tersebut sudah membuat keputusan.


"Baiklah, aku yang menemani mu tuan Edward "


Jian Lee tersenyum dan sangat mengerti mengapa dia begitu ingin yang membebaskan Richard keluar dari dalam ruangan itu, Richard sudah banyak bercerita kepada Jian Lee betapa sayang nya dia kepada Edward.


" Terima kasih Jian Lee"


"Aku yang akan masuk melalui pintu utama "


Clarissa kembali bersuara dan semua orang kembali menoleh kepada nya.


" Rissa kau melarang kami untuk melewati halaman itu, tapi kau sendiri malah akan masuk ke sana "


" Kau tidak perlu khawatir Edward, aku adalah anggota keluarga Louis, aku masih memiliki tanda pengenal mereka, aku juga memiliki sepatu desain keluarga Louis yang akan aman dipakai saat melintas rumput tersebut, aku yang akan masuk, sebagian pengawal ikutlah dengan ku karena begitu aku berhasil masuk aku akan mematikan beberapa tombol yang ada di ruangan agar racun tersebut tidak kembali berfungsi, tujuan utama ku adalah mengalihkan perhatian mereka saat pembebasan tawanan dilakukan dari udara"


"Baiklah kami mengerti semua rencana mu nona Clarissa, akan ada pengawal yang ikut bersama dengan mu dan aku juga akan mendampingi mu"


"Terima kasih tuan Adrian "


Dan pada akhirnya rapat terus berjalan hingga siang hari, setelah rapat selesai semua peserta kembali ke kamar nya masing - masing untuk beristirahat sebelum penyerangan itu di lakukan di malam hari ini.


Edward memegang ponselnya dan segera melakukan video call dengan sang istri.


"Sayang, bagaimana keadaan rumah apakah baik - baik saja"


"Edward semuanya aman, bagaimana di sana? "


" Kapan kalian akan masuk ke markas keluarga Louis? "


" Kami akan melakukan penyerangan nanti malam"


"Baiklah Edward nanti malam aku akan berdoa untuk mu"


"Terima kasih istriku, aku yakin aku akan baik-baik saja semua karena dirimu "


" Sayang "


" Ya Edward "


" Aku begitu merindukanmu"


Kimmy tersenyum dengan semua ungkapan rindu yang Edward katakan kepadanya.


"Edward aku juga merindukan mu, cepat lah kembali aku menunggu mu disini "


" Baiklah sayang, aku mencintaimu "


Kimmy mengecup kening Edward melalui layar ponselnya.


" Sudah matikan panggilan kita ini dan beristirahat lah. I Love My CEO"


Kimmy pada akhirnya mematikan panggilan nya karena dia sudah tidak tahan air matanya langsung jatuh begitu panggilan tersebut dimatikan.


"Tuhan lindungi Edward, biarkan dia tetap kembali, izinkan dia untuk bisa menjadi Ayah untuk anak nya nanti, aku hanya tidak ingin anak ini besar tanpa seorang Ayah"


Kimmy menangis tanpa suara karena kini perasaan nya semakin tidak enak.


Sementara itu Edward seakan mendapatkan kekuatan yang baru setelah dia menghubungi istrinya, Edward tidak menceritakan kepada Kimmy bahwa pada nantinya dia dan Jian Lee yang akan masuk ke ruang tahanan Richard, ruangan itu sangat beresiko, Edward hanya tidak ingin Kimmy khawatir.


"Sayang, kau adalah penyemangat ku, aku akan berjuang untuk kembali, semua demi kau dan anak kita "