
Bab 85. Are you a psikopat?
^^^" Analoginya cukup sederhana. Seorang pengkhianatan tak akan pernah bisa di persandingkan dengan kesetiaan. Mereka bagaikan siang dan malam. Tak akan mungkin bersatu!"^^^
.
.
.
...πππ...
Pandu
Saat Pandu masih terkejut dengan info yang dibawa oleh Markus terkait mbak Waroh. Di detik yang sama, ia mendengar suara mobil yang bermanuver penuh ketergesaan. Membuat Pandu mendecah kasar.
Jelas Raditya telah meninggalkan lokasi itu. Benar-benar sial. Dalam sekejap, keadaan menjadi kacau dan tak terkendali.
Saat hendak berbalik, ponselnya tiba-tiba bergetar. Membuatnya kembali berdecak.
Alpha 1 Calling
Pandu dengan cepat menggeser panggilan dari Andhika. Membuatnya semakin gusar lantaran otaknya harus dipaksa untuk berpikir taktis detik itu juga.
Ia sempat melihat Yusuf dan Markus yang berlari dengan cepat menuju lantai dasar, saat gelombang suara lekas terdengar dari ponsel yang tertempel di telinganya.
Suara leadernya. Andhika.
" Ya Dhik?'' Jawabnya sembari berjalan menuju luar.
" Aku barusan ngelihat Radit di mobil hitam. Dia cepet banget, dan barusan Pak Bayu telpon sama aku jika..."
" Benar! Fina diculik. Bisa minta tolong Rendy untuk melacaknya?" Pandu menyahuti ucapan Andhika cepat, karena kini ia tengah menapaki tangga dan melihat Nyonya Lidia yang nyaris pingsan dalam keadaan papah oleh Yusuf.
Sepertinya Mama Fina itu telah tahu semuanya.
" Di copy!" Jawab Andhika dengan suara tegas.
.
.
Andhika
Kepalanya terasa sangat berat, pun dengan dua netranya. Semalam suntuk menunaikan tugas penjagaan dengan kondisi harus terjaga terang membuat fisiknya lelah.
Definisi dari insan biasa yang jauh dari kata sempurna.
Namun, tangkapan objek yang membuatnya seolah terpacu itu, jelas membuat rasa lelahnya seketika memudar. Apalagi, ia barusa saja di hubungi oleh pimpinannya, jika kediaman Fina tengah di serang.
" Wil, kita ke markas dulu lah. Setelah itu aku mau gabung sama Rendy!" Titah Dhika kepada Willy yang masih tekun mengemudi.
" Bang Rendy bilang kalau kita diminta istirahat dulu bang!" Sahut Kadek yang khawatir akan kondisi Andhika.
Membuat Dhika tertegun. Kondisi fisik yang lelah jelas bukan modal yang baik untuk ikut bertarung pikirnya.
Andhika begitu geram kala melihat wajah Raditya kembali. Bagaimanapun juga, ia memiliki urusan dendam pribadi kepada keparat itu.
Raditya dulu merupakan leader team Charlie. Sama dengan dirinya yang menjadi leader team Alpha, juga Satya di rela Bravo. Namun, ia mencium gelagat mencurigakan sejak Radit kerap di tugaskan untuk berdinas ke luar kota.
Tak mengira, jika kecurigaannya benar. Radit rupanya merupakan pribadi yang berkhianat.
" Kita ke markas saja dulu!"
...πππ...
Mobil sport hitam itu terlihat memasuki sebuah gedung yang jauh dari hiruk pikuk kota. Terletak sangat jauh. Lokasi yang sama, dimana Joni menyekap para wanita dan anak-anak terlantar untuk dijual.
Di muka publik, Hartadi terkenal sebagai pria dermawan. Dan setahu khalayak, ia membawa anak-anak dan wanita tuna wisma itu ke dalam panti asuhan miliknya. Tak di nyana, yang di maksud panti asuhan adalah tempat terselubung.
Tempat yang menjadi sumber pendapatan haram terbesar miliknya. Human traffic.
Entah bagaimana caranya pria itu mampu memanipulasi keadaan dengan begitu apik dan rapih. Ia benar-benar licik. Dan dari kesemuanya itu, Rengganis lah yang memprakarsai.
Wanita itu benar-benar mengatur suami dan anaknya dengan tidak tanggung-tanggung.
" Bawa dia ke kamar di lantai atas!" Titah Riko yang puas karena melihat Fina kini tertidur dengan wajah ayu nya di kursi mobil. Lengkap dengan sebuah tas selempang yang masih tergantung di tubuhnya.
" Baik bos!" Sahut anak buah Radit dengan cepat. Tanpa menunda lagi, mereka langsung melesat memanas tubuh pingsan Fina kedalam.
Kini, Riko mendatangi Radit yang baru saja turun dari mobilnya. " Apa dia terluka?" Tanya Riko menatap Radit.
" Tidak. Tenang saja, jangan ragukan permainan kami yang cantik bos. Silahkan anda menikmati keindahan yang sudah kita bawa bos!" Radit tergelak penuh kemenangan. Membuat Riko turut menyunggingkan seulas senyuman.
Brengsek banget.
.
.
Riko
Dalih jika hati manusia yang mudah berubah memang acapkali dijadikan sebuah alasan agar kesemuanya menjadi relevan. Namun, ia lupa. Jika wanita adalah penyimpan memori terbaik. Sekali disakiti mungkin bisa memanfaatkan. Namun, sudah pasti ia tak akan dengan mudah melupakan segalanya.
Ia terlihat mengunci kamarnya yang ada di lantai tiga bangunan itu. Kamar dengan cat putih gading menjadi penegas kemewahan. Kamar yang bersanding dengan jerit dan tangis di rumah bawah tanah bangunan itu. Berisikan teriakan para wanita yang menunggu untuk dijual.
Termasuk Widaninggar dan putranya Damar Kalasrenggi yang bernasib sial, karena dijual oleh suaminya.
" Maafkan aku sayang!" Riko menciumi cetuk leher jenjang Fina yang masih memejamkan matanya. Mengusap lembut rambut Fina.
Riko membuka satu kancing baju Fina, dan menciumi tubuh wanita itu. Membuatnya merasakan ketenangan. Pria itu sudah gila.
Wanita itu sengaja diberi suntikan agar tertidur untuk beberapa jam kedepan. Riko mau Fina diam seperti itu sembari menyusun rencana selanjutnya.
Riko menciumi bibir Fina yang terlihat bak orang mati itu. Ia benar-benar sudah tidak waras. Ia menghujani wajah dan tubuh Fina dengan ciumannya yang tiada henti.
Benar-benar pecundang!
Are you a psikopat?
.
.
Team Delta dan team Echo telah terlihat berada di kediaman Tuan Guntoro. Mereka ditugaskan untuk menjaga rumah itu dari serangan yang kemungkinan akan datang.
Tiap tim mereka terdiri dari enam orang berikut dengan leadernya. Tiga orang standby di gedung Kijang Kencana, dan tiga orang on duty. Begitu schedule yang telah di buat Rendy.
Namun, schedule bisa berubah-ubah sesuai dengan sikon yang ada. Untuk untuk situasi urgent seperti saat ini, tentu saja Bayu harus mengerahkan semua leadernya untuk turut berkolerasi.
Andreas selaku leader dari tim Delta, dan Harimurti sebagai leader dari team Echo. Terlihat bersiaga penuh keawasan. Masih ada team lainnya yang kini masih menunggu perintah Bayu.
" Pergilah! Kami ambil alih tempat ini!" Ia berucap kepada Pandu dengan wajah penuh keyakinan.
" Benar! Nyonya Lidia sudah dalam penjagaan Tanjung dan Diah Ayu!" Tutur Harimurti menyebut dua nama bodyguard wanita yang perlu mereka bawa, guna menemani Nyonya Lidia.
Pandu mengangguk setuju dengan wajah lega. Kini, dalam sekejap teman- teman di kijang kencana sudah berubah sikap kepadanya. Dan dari kesemua orang itu, kebanyakan pernah merasakan bogem mentah dari Pandu beberapa waktu yang lalu.
Sory about last day!
.
.
Gedung Kijang Kencana
.
Briefing room
Bayu memimpin briefing terbatas pagi itu. Urusannya dengan Raditya jelas tak bisa di anggap main-main.
" Dari arah Gajah Mada, mobil ini terpantau melintas menuju kawasan cenderawasih!" Tukas Bayu menerangkan tangkapan kamera pengintai di jalan raya, yang ia dapatkan dari dinas perhubungan. Stakeholder yang telah bekerjasama dengan perusahaan milik Bayu itu.
" Besar kemungkinan, mereka menuju kawasan Argopuro. Karena pantauan CCTV terkahir hanya memantau pergerakan di kota!" Ia masih menerangkan kepada anak buahnya yang menekuni layar besar di depan mereka. Menampilkan rekaman sebuh kendaraan yang disinyalir ditunggangi Radit saat itu.
" Sial! Itu artinya kita kehilangan jejak!" Andhika menjadi yang paling geram disana. Tak bisa menahan diri
" Dapat!" Ucap Rendy tersenyum puas saat seperti mendapatkan jackpot saja. Membuat kesemua orang yang disana termasuk Pandu menoleh dengan tatapan penuh selidik. Lebih tepatnya penasaran.
" Dari analisa chip yang kita pasang di ponsel Fina. Mobil itu berada di kawasan Argopuro!" Ucap Rendy dengan wajah berbinar.
Pandu menjadi pria yang paling bernapas lega. Ide Rendy agar menempelkan chip ke ponsel Fina agaknya benar-benar membantu saat ini.
Menandakan mereka sebentar lagi benar-benar akan segera beraksi.
.
.
.
.
.
.
Hey readers. Udah bab 85 aja nih ya. Huft! tegang gak? πππ
Jangan lupa mawar berduri nya ya. Gimana kesannya membersamai kisah Pandu dan Serafina sejauh ini? Mommy pingin tahu kesannya dong. Biar bisa lebih baik lagi dalam berkarya. Kritik dari pembaca sangat berarti buat Mommy.
But, musti dalam tahapan wajar ya. Ingat Kelas kita terlihat dari ucapan kitaπ€π€π€π€
Bug hug from Author.
Mommy Eng
π€π€π€π€