Falling In Love (The Series)

Falling In Love (The Series)
Bab 31. Hug from You



Bab 31. Hug from You


^^^" Kadang kala tak mengapa, untuk tak baik-baik saja. Kita hanyalah manusia, wajar jika tak sempurna!"^^^


^^^( ~Fiersa Besari )^^^


...☘️☘️☘️...


.


.


.


Serafina


Otaknya tak memiliki cara lain saat itu. Ia bahkan tak bisa berfikir cepat saat melihat Riko yang malah menertawakan dirinya. Ia hanya ingin Riko cepat pergi dari sana sebab itu tak baik untuk hatinya, yang mungkin saja masih memiliki perasaan kepada pria itu.


Ia terpaksa mencium bibir Pandu agar Riko percaya. Dan kini, ia menyesal karena secara tak langsung ia telah menyeret pandu ke dalam persoalannya bersama Riko.


Dita kini masih berusaha menenangkan diri. Tak pernah melihat pertengkaran yang nyata sesama pria. Membuat tubuhnya tak berhenti bergetar.


Sementara Ajiz dan para kuli terlihat terbengong. " Emmm..Lik, terimakasih ya?" Fina mengangguk seraya tersenyum. Jika tak ada Ajiz dan para kuli itu, mungkin dua pria itu akan saling adu jotos.


Ajiz dan para pekerja itu hanya tersenyum kikuk. Tak mau terlalu kepo untu menanyakan kepada Fina. Mereka terlalu sungkan kepada Fina.


Sementara dirinya kini menjadi belingsatan. Bingung harus bersikap bagaimana terhadap Pandu.


.


.


" Auwh, biar aku aja!" Pandu meringis sakit saat Fina mengoleskan cream untuk bibir Pandu yang memar. Terasa pedih dan berdenyut.


" Maaf!' Fina merasa tak enak hati.


Dita sudah di jemput oleh rekan sejawatnya. Wanita itu tak memiliki pilihan lain selain meminta tolong dan kembali merepotkan orang lain. Riko meninggalkannya. Membuat Dita mendengus kesal.


Apalagi ia tentu tak mau mengganggu Fina, ia juga harus bekerja pagi itu.


" Maaf ya. Tadi aku....!" Fina benar-benar bingung dalam bersikap.


Pandu mengangguk canggung sembari menutup salep untuk luka memar pemberian Dita tadi.


" Tadi itu benar cowok ka...?" Pria di sampingnya itu tentu saja penasaran. Tak mengira bila Fina akan terlibat masalah dengan pria bermata sipit tadi.


" Udah enggak!" Fina menjawab dengan alis bertaut. Terlihat sebal seraya membuang mukanya.


Pandu terdiam menatap Fina yang berwajah kesal. Terlihat cantik meski wanita itu bermuka sebal bahkan marah sekalipun.


" Sekarang kamu pasti bakal di incar sama Riko, maafin aku Ndu!" Fina memegang tangan Pandu dengan cemas. Pandu menatap tangan Fina yang kini bertengger di lengannya.


Detik berikutnya mereka berdua saling menatap. Canggung dan kikuk. Apalagi, mereka berdua saling mengingat bila mereka baru saja berciuman.


"Aku gak takut!" jawab Pandu menatap Fina seraya menelan ludah.


" Aku gak takut selama aku bener! Tapi sory ya Fin, kalau dia bukan pacar kamu, terus tadi kenapa?" akhirnya ia tak tahan untuk tidak bertanya.


Fina menghela napas sesaat sebelum menjawab pertanyaan Pandu. Mungkin bercerita sedikit tak apalah, toh Pandu juga telah menolongnya.


" Riko emang pacar aku, tapi sebelum dia ngianatin aku!" Suara Fina mendadak tercekat. Buliran bening itu nampak lolos begitu saja dari netra Fina. Membuat Pandu menatap iba.


" Dia selingkuh sama sahabat ku sendiri!" Fina tersenyum getir sembari mengingat kejadian di cafe Daipoeng beberapa waktu silam.


Fina tertunduk seraya menangis. " Itu sebabnya aku di asingkan kesini sama Papa!"


Fina akhirnya bercerita. Hatinya terlalu sesak saat ini. Pandu yang menatap Fina seolah hancur kini menjadi bingung harus berbuat apa.


" Aku ngerasa sendiri, malam itu aku mabuk terus papa marah!" Fina menyusut air matanya.


Pandu tertegun mendengar ucapan Fina. Gadis di depannya itu benar-benar ekstrem. Kontras dengan tampilannya yang anggun.


" Aku tau aku gak bener Ndu. Tapi aku gak tahan waktu itu, hatiku terlalu sakit!" Fina membeberkan serta meluapkan rasa sesak di hatinya. Ia hanya ingin bebannya berkurang saat itu.


Pandu yang melihat Fina hancur seketika menjadi iba. Pandu spontan memeluk Fina yang terlihat terus menangis dan kacau. Ingatannya akan Riko kini kembali bersarang di otaknya.


" Udah stop, aku ngerti!" Pandu mengembuskan napasnya. Kini jelas ia akan di salahkan oleh pria itu. Tanpa sengaja, Pandu turut terseret dalam arus persoalan Fina yang sepertinya bakal membuatnya hidupnya tak tenang.



.


.


.


.


.


Mommy lagi sakit gaes 🤧


Nyempetin up demi readerku