
Bab 180. Merayakan cinta
.
.
.
...πππ...
Bayu
Sorot matanya terlihat sendu, dalam posisi yang masih diatas balkon kamar mereka, pria itu kembali meraup bibir istrinya dengan sapuan lembut. Ia benar-benar beruntung bisa di persatukan dengan Ambar.
Tangan kiri Pria itu menekan pinggul istrinya, sementara tangan yang lain menekan tengkuk dengan penuh kelembutan.
Ambar yang di perlakukan seperti itu, kini hanya bisa mengikuti irama yang di tawarkan oleh pria dengan tubuh tegap itu.
Rintik hujan yang terdengar kian intens, seolah menjadi team sorak bagi dua insan yang tengah dilanda buncahan hasrat itu. Pria itu terus melu*mat dan menyesap bibir wanita yang telah menjadi kepunyaannya itu penuh kasih.
Dalam waktu yang relatif singkat, Ambar merasa tubuhnya bak tersulut sebuah aliran yang tak bisa ia artikan. Naluri wajar seorang manusia yang akan merayakan cinta.
" Mas!!" Lirih Ambar saat suaminya melepaskan ciumannya. Menatapnya sendu.
Pria itu tak menjawab, tubuhnya sudah terlingkupi dengan gelora yang menyala-nyala. Membakar gairahnya sebagai pria jantan dewasa yang membutuhkan pelepasan.
Pria itu mengangkat tubuh istrinya hanya dalam sekali angkatan. Tangan Ambar seketika terkalungkan ke leher kokoh pria itu. Membawanya berjalan dan masuk kedalam pembaringan.
Dengan gerakan hati-hati dan sangat perlahan, Bayu mendudukkan istrinya ke tepian ranjang lebar kamarnya yang sudah di pastikan kekokohannya itu.
Keledai tidak akan masuk kedalam lubang yang sama Ferguso!
" Tunggu dulu!" Ucap Ambar dengan suara lirih.
Ambar merasa tak nyaman jika lampunya terang benderang. Wanita itu menelan ludahnya demi melihat wajah Bayu yang malah tersenyum.
" Tenang, aku sudah mengerti!" Bisik Bayu dengan suara parau.
Bayu mematikan lampu kamar mereka dan menggantinya dengan cahaya lampu tidur di nakas yang kini berpendar redup. Makin menimbulkan aura hangat dua manusia yang akan melebur kenikmatan itu.
Bayu terlihat membuka kancing kemejanya satu persatu di dekat istrinya yang duduk menatapnya nanar. Pria itu terlihat begitu memukau.
Ambar benar-benar tak percaya jika tubuh pria itu masih sangat terlihat bugar, liat dan tentu saja sangat menggairahkan. Apa semua orang di Kijang Kencana juga memiliki postur tubuh yang sama?
Pria itu kini juga melucuti celana panjang yang ia kenakan, menyisakan sebuah benda dengan tulisan Calvin Klein yang melingkar pada pinggang lebar pria itu.
Tanpa menunggu Bayu kini meraup bibir istrinya kembali dengan cinta yang lebih. Kini pria itu memposisikan istrinya untuk berada diatas tubuhnya yang telah duduk diatas ranjang pegas itu.
Ambar pasrah saat Bayu melucuti pakaian tidur dari kain satin miliknya yang licin. Dalam posisi masih saling berbelit, Bayu telah berhasil membuat tubuh istrinya menjadi setengah telan jang. Wow, it's so fire man!
Lenguhan itu lolos dari mulut Ambar, tatkala Bayu meraup kuncup yang telah mengeras itu. Bak bayi yang kelaparan, pria itu mengekplorasi seluruh bagian gundukan lembut itu tanpa terkecuali.
Membuat laju darah Ambar kian berdesir.
" Mas!"
Ambar benar-benar tak menyangka, jika Tuhan masih berbaik hati karena memberikan dirinya kesempatan untuk menerima suguhan kenikmatan duniawi yang tiada banding itu.
Rekam jejaknya bisa di katakan tidak begitu mulus. Menikah dengan Sulaksono yang notabene seorang prajurit, juga jelas membuatnya harus menerima resiko untuk hidup berjauhan. Dan itu berarti, ia sangat jarang mendapatkan booster batiniah dari suaminya dulu.
Puas mengkudeta dua benda kenyal itu, Bayu kini membalikkan tubuh istrinya dan merentangkannya ke atas kasur lembut itu. Bayu ingin memberikan suguhan pembuka terlebih dahulu kepada istrinya, sebelum dia yang akan memakan habis dari jamuan spesial malam ini.
Dua tangan Ambar yang ia rentangkan segaris dengan tangannya, membuat wanita itu pasrah. Bayu benar-benar sangat berpengalaman dalam hal ini.
Ambar terlihat mulai tak bisa berpikir jernih saat dengan bebasnya, lidah Bayu menyapu bagian leher dan semakin turun hingga ke bagian dadanya. Pria itu benar-benar ingin memuaskan istrinya terlebih dahulu.
Definisi dari memberikan nafkah batin yang sesungguhnya.
Sejurus kemudian bibir pria itu menciumi perut istrinya , yang kulitnya lekas terasa panas. Jalaran hasrat rupanya sama-sama menerpa mereka secara sempurna.
Kumis pria itu bahkan menjadi pemantik gelora tersendiri bagi Ambar. Ia menyukai cara Bayu yang lembut dan begitu jantan. Otot punggung Bayu terlihat mengetat saat menggeser tubuhnya dan membuat wajahnya kini telah berada diatas perut Ambar.
Pria itu sejurus kemudian menyapukan lidahnya ke segala penjuru perut dengan aroma khas itu . Bayu menyukai segala apa yang ada dalam diri Ambarwati.
Bayu suka akan tubuh Ambar. Ia bisa memastikan jika Ambar pasti rajin mengkonsumsi jamu klasik dari rempah-rempah yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya.
" Ahhh mas!!"
Entah sudah kali keberapa wanita itu mengeluarkan kata-kata seperti itu. Yang jelas, tiap Ambar mengeluarkan sebuah suara, hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bayu.
.
.
.
.