Falling In Love (The Series)

Falling In Love (The Series)
Bab 181. Di ujung berangta



Bab 181. Di ujung berangta


.


.


.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Bayu


Kencang dan wangi. Itulah dua kata yang langsung terselip dalam hati Bayu kala ia menikmati seraya menghirup tubuh polos milik istrinya.


Wajahnya terus ia arahkan ke bagian bawah istrinya. Pria itu terlihat menciumi bagian menyenangkan yang tumbuh diatas benda krusial itu. Bayu benar-benar menyukai bagian itu dengan segala kearifan lokalnya.


Bayu memposisikan kaki istrinya dengan membukanya lebar-lebar agar ia bisa dengan leluasa mengekplorasi bagian penting itu. Dibawah temaram cahaya redup lampu kamar, juga dibawah suhu AC yang tinggi ,dua manusia itu terlihat liar dan berbeda.


Bayu mencium teritorial terbaik istrinya dengan begitu menikmati. Seakan menegaskan jika hanya dia saja yang bisa dan boleh melakukan hal itu.


Sejurus kemudian ia mulai menyapukan lidahnya pada bagian yang sudah ia ketahui sebagai bagian terindah. Bagian pada perempuan yang wajib dikuasai letaknya oleh para pria pemburu gelora.


Membuat tubuh Ambar bergetar hebat dan menggeliat. Dengan sapuan yang tekun dan pasti, pria itu terus memberikan kenikmatan pada istrinya dengan gerakan bibir yang rakus.


Ambar tak bisa lagi menahan suara-suara yang entah mengapa mengalun begitu saja dari bibirnya. Oh ya ampun!!


Sungguh, Ambar sangat merasa di perlakukan berbeda oleh Bayu. Tubuhnya benar-benar menerima dengan baik. Sama sekali tak menyangka jika cara Bayu dalam menyenangkan dan memuaskan dirinya, sangat jauh berbeda dari apa yang pernah ia alami dengan lawan sebelumnya.


Bayu terlihat perkasa.


Jiwa yang dulu kering, tandus dan gersang kini seolah tersirami oleh air kasih sayang dari Bayu. Pria baik yang nyatanya tulus menerima dirinya apa adanya.


Ambar terlihat menjambak rambut Bayu saat ia merasa gejolak dalam dirinya kian meningkat, selaras dengan gerakan bibir Bayu yang makin tekun menyapu bagian favoritnya itu.


Liar, lama dan semakin panas.


" Ahhh mas!!!" Ucap Ambar yang kini merasa sesuatu akan segera keluar dari pangkal pahanya. Mendesak dirinya dan tiada tertahankan.


Rasa yang belum pernah ia gapai sebelumnya.


Mendengar istrinya akan mencapai puncak gelora itu, ia semakin mempercepat sapuan lidahnya. Ia memang harus mengantarkan istrinya lebih dulu dalam urusan ini. Definisi dari pria sejati.


" Maaaaaasss!"


Sesuatu yang jelas membuat lutut dan betis istrinya lemas dan bergetar hebat dalam waktu bersamaan.


"I like it!"


Pria itu meraup seluruh bagian bawah istrinya dengan rakus, seperti memungkasi hidangan pembuka saja. Sungguh ,pria itu benar-benar pemain kelas kakap. Tiada banding dan tiada duanya.


Bayu benar-benar menikmati aksinya.


Bayu tersenyum puas saat ia telah berhasil mengantarkan istrinya lebih dulu dalam menggapai puncak kenikmatan itu. Dia memang benar-benar seorang pria sejati.


Sejurus kemudian, ia merayap keatas tubuh istrinya lalu mencium kening Ambar yang rupanya sudah bersimbah keringat. Ia tersenyum senang.


" Bagaimana rasanya?" Ia masih sempat mengajukan pertanyaan yang kini membuat wajah Ambar malu.


Ambar tak pernah bermain dengan cara seperti itu. Tak mengira jika Bayu pandai berimprovisasi dalam urusan kegiatan ranjang.


" Mas!" Ia memukul lengan berotot suaminya yang kini jelas akan kembali memakannya. Membuat Bayu terkekeh demi melihat wajah memerah istrinya.


Ia mengecup sekilas bibir istrinya dengan penuh rasa cinta.


Ia harus sering-sering mengajari istrinya untuk tak malu menunjukkan perasaan. Belum habis rasa nikmat yang dirasakan Ambar, pria itu kini mencium kembali bibir istrinya. Wanita itu bahkan bisa mengecap sisa air kenikmatan yang tertempel di bibir Bayu.


Oh astaga!


Puas di bagian itu, Bayu kini membalikkan tubuh istrinya keatas tubuhnya dan membuat otot lengannya mengetat dan membesar.


Ambar sedikit terkejut saat ia kini berada di atas tubuh pria itu. Di tatapnya dua manik mata sendu dengan cinta yang terlihat membara pada kornea matanya.


" Mas Bayu benar-benar!" Mendecak kagum dalam hati.


" Giliran mu sayang!" Ucap Bayu menyeringai dengan posisi menatap istrinya yang sudah berada diatasnya. Membuat wanita itu mendelik.


Giliranku?


.


.


.


.